Isu Terkini

Seandainya Piala Dunia 2018 Digelar di Era Kolonialisme, Seperti apa Formasinya?

OlehHafizh Mulia

featured image

Tak terasa, Piala Dunia 2018 akan memasuki babak 16 besar. Piala Dunia kali ini mengundang cukup banyak perhatian, mulai dari penggunaan VAR yang kontroversial, menguatnya negara-negara kuda hitam seperti Kroasia dan Swedia, hingga gugurnya negara-negara besar di fase grup seperti Jerman. Di Piala Dunia kali ini, terdapat 32 negara yang bertanding. Tapi faktanya, enggak semua negara yang ikutan Piala Dunia kali ini udah ada pas perang dunia pertama terjadi, atau tepatnya di tahun 1914. Bahkan, Rusia yang sekarang menjadi tuan rumah aja masih berbentuk kerajaan saat itu. Penasaran enggak sih, ada berapa negara yang bakal tampil di Piala Dunia 1914 berdasarkan negara-negara yang main di Piala Dunia 2018 ini? Ada yang masih bergabung ke kerajaan tertentu enggak ya?  Atau justru negara tersebut belum lahir sama sekali? Nah, ASUMSI bakal jelasin hal tersebut di artikel ini!

Negara-Negara Peserta Piala Dunia 2018 di Tahun 1914

Kondisi di tahun 1914 tentunya sangat berbeda dengan di tahun 2018 ini. Perang dunia yang belum pernah terjadi dan negara-negara Eropa yang masih melakukan kolonisasi di wilayah-wilayah seperti Asia dan Afrika. Tidak hanya itu, ada juga negara-negara yang belum lahir dan masih terpecah belah ke beberapa negara yang berbeda. Jika menilik ke peta di tahun 1914 sebelum perang dunia pertama terjadi, 32 negara yang bertanding di Piala Dunia 2018 kali ini pun jumlahnya direduksi menjadi hanya 24, dengan dua bentuk pemerintahan yang berbeda, yaitu negara dan kerajaan. Jika dirinci, pembagiannya adalah sebagai berikut.

Delapan Belas Negara dan Kerajaan Non-Gabungan

Di tahun 1914, akan ada 18 negara dan kerajaan yang menjadi peserta dan tidak tergabung dengan negara atau kerajaan lainnya, yaitu: Iran (dengan nama Persia), Belgia, Spanyol, Portugal, Uruguay, Peru, Saudi Arabia, Australia, Kroasia (bertanding sebagai wakil Kerajaan Austro-Hungaria), Serbia, Swiss, Argentina, Brazil, Costa Rica, Panama, Kolombia, Meksiko, dan Swedia.

Empat Belas negara, Enam Kerajaan

Di sisi lain, akan ada 14 negara yang masih tergabung menjadi 6 kerajaan berbeda. Pertama adalah Kerajaan Perancis, yang berisi Perancis, Maroko, Tunisia, dan Senegal. Kedua, Kerajaan Britania, dengan berisikan Inggris, Mesir, dan Nigeria. Ketiga, Kerajaan Jerman. Kerajaan ini akan berisikan Jerman dan sebagian Polandia. Keempat, Kerajaan Rusia, dengan sebagian sisa Polandia dan Rusia. Kelima, Kerajaan Jepang, yang berisikan Jepang dan Korea Selatan. Terakhir, Kerajaan Denmark, dengan gabungan dua negara yaitu Denmark dan Islandia.

Dari penjelasan di atas, terlihat ada 14 negara yang masih tergabung menjadi 6 kerajaan yang berbeda di tahun 1914. Nah, karena enggak mungkin semua pemain yang dibawa oleh negara-negara tersebut masuk ke skuad enam kerajaan ini, berikut skuad terbaik untuk enam kerajaan tersebut versi ASUMSI!

Kerajaan Perancis

Kiper: Hugo Lloris (Perancis), Steve Mandanda (Perancis), Alponso Areola (Perancis)

Bek: Mehdi Benatia (Maroko), Kalidou Koulibaly (Senegal), Raphael Varane (Perancis), Benjamin Pavard (Perancis), Samuel Umtiti (Perancis), Lucas Hernandez (Perancis), Benjamin Mendy (Perancis), Djibril Sidibe (Perancis)

Gelandang: Hakim Ziyech (Maroko), Nordit Amrabat (Maroko), Idrissa Gueye (Senegal), Cheikhou Kouyate (Senegal), Paul Pogba (Perancis), N’Golo Kante (Perancis), Thomas Lemar (Prancis)

Penyerang: Wahbi Khazri (Tunisia), Sadio Mane (Senegal), Kylian Mbappe (Perancis), Olivier Giroud (Perancis), Antoine Griezmann (Perancis).

Kerajaan Britania

Kiper: Jack Butland (Inggris), Jordan Pickford (Inggris), Francis Uzoho (Nigeria)

Bek: Ahmed Elmohamady (Mesir), Ahmed Hegazi (Mesir), Ashley Young (Inggris), Phil Jones (Inggris), Kieran Trippier (Inggris), Kyle Walker (Inggris), John Stones (Inggris), Gary Cahill (Inggris)

Gelandang: Mohamad Elneny (Mesir), Ramadhan Sobhi (Mesir), John Obi Mikel (Nigeria), Wilfred Ndidi (Nigeria), Jesse Lingard (Inggris), Jordan Henderson (Inggris), Raheem Sterling (Inggris)

Penyerang: Mohamed Salah (Mesir), Ahmed Musa (Nigeria), Victor Moses (Nigeria), Harry Kane (Inggris), Jamie Vardy (Inggris)

Kerajaan Jerman (Sebagian skuad Polandia ada di Kerajaan Rusia)

Kiper: Wojciech Szczesny (Polandia), Manuel Neuer (Jerman), Marc-Andre ter Stegen (Jerman)

Bek: Jan Bednarek (Polandia), Bartosz Bereszynski (Polandia), Jerome Boateng (Jerman), Mats Hummels (Jerman), Jonas Hector (Jerman), Joshua Kimmich (Jerman), Niklas Sule (Jerman), Matthias Ginter (Jerman)

Gelandang: Grzegorz Krychowiak (Polandia), Piotr Zielinski (Polandia), Julian Draxler (Jerman), Leon Goretska (Jerman), Ilkay Gundogan (Jerman), Toni Kroos (Jerman), Mesut Ozil (Jerman)

Penyerang: Arkadiusz Milik (Polandia), Lukasz Teodorczyk (Polandia), Timo Werner (Jerman), Thomas Muller (Jerman), Marco Reus (Jerman)

Kerajaan Rusia (Sebagian skuad Polandia ada di Kerajaan Jerman)

Kiper: Lukasz Fabianski (Polandia), Igor Akinfeev (Rusia), Andrei Lunyov (Rusia)

Bek: Lukasz Piszczek (Polandia), Kamil Glik (Polandia), Mario Fernandes (Rusia), Vladimir Granat (Rusia), Sergei Ignashevich (Rusia), Fyodor Kudryashov (Russa), Andrei Semyonov (Rusia), Igor Smolnikov (Rusia)

Gelandang: Jakub Blaszczykowski (Polandia), Jack Goralski (Polandia), Denis Cheryshev (Rusia), Alan Dzagoev (Rusia), Yuri Zhirkov (Rusia), Alexander golovin (Rusia), Roman Zobnin (Rusia)

Penyerang: Robert Lewandowski (Polandia), Alexei Miranchuk (Rusia), Fyodor Smolov (Rusia), Artyom Dzyuba (Rusia), Fyodor Smolov (Rusia)

Kerajaan  Jepang

Kiper: Eiji Kawashima (Jepang), Kim Seung-gyu (Korea Selatan), Kim Jin-hyeon (Korea Selatan)

Bek: Yuto Nagatomo (Jepang), Maya Yoshida (Jepang), Hiroki Sakai (Jepang), Gotoku Sakai (Jepang), Kim Young-gwon (Korea Selatan), Go Yo-han (Korea Selatan),  Jang Hyun-soo (Korea Selatan), Lee Yong (Korea Selatan)

Gelandang: Shinji Kagawa (Jepang), Keisuke Honda (Jepang), Makoto Hasebe (Jepang), Takashi Inui (Jepang), Ki Sung-yueng (Korea Selatan), Jung Woo-yung (Korea Selatan), Koo Ja-cheol (Korea Selatan)

Penyerang: Shinji Okazaki (Jepang), Yuya Osako (Jepang), Yoshinori Muto (Jepang), Son Heung-min (Korea Selatan), Hwang Hee-chan (Korea Selatan)

Kerajaan Denmark

Kiper: Kasper Schmeichel (Denmark), Frederik Ronnow (Denmark), Runar Runarsson (Islandia)

Bek: Simon Kjaer (Denmark), Andreas Christensen (Denmark), Mathias ‘Zanka’ Jorgensen (Denmark), Hendrik Dalsgaard (Denmark) Jannik Vestergaard (Denmark), Jen Stryger Larsen (Denmark), Kari Arnason (Islandia), Hordur Magnusson (Islandia)

Gelandang: Christian Eriksen (Denmark), Thomas Delaney (Denmark), Lasse Schone (Denmark), Birkir Bjarnason (Islandia), Gylfi Sigurdsson (Islandia), Emil Halfredsson (Islandia), Johann Gudmundsson (Islandia)

Penyerang: Nicolai Jorgensen (Denmark), Yussuf Poulsen (Denmark), Kasper Dolberg (Denmark), Viktor Fischer (Denmark), Alfred Finnbogason (Islandia)

Demikian lah skuad imajinasi seandainya Piala Dunia 2018 dilaksanakan di tahun 1914. Kalian setuju enggak?

Share: Seandainya Piala Dunia 2018 Digelar di Era Kolonialisme, Seperti apa Formasinya?