Isu Terkini

Saat Perwira TNI Diduga Terlibat Mutilasi Warga di Papua

Yopi Makdori — Asumsi.co

featured image
Ilustrasi

Dua perwira TNI Angkatan Darat berpangkat Mayor dan Kapten diduga terlibat dalam kasus mutilasi warga sipil di Mimika, Papua. 

Kedua perwira yang terdiri dari seorang infanteri berinisial Mayor Inf HF dan Kapten Inf DK itu telah ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara tersebut. Mereka menjadi tersangka dalam kasus tersebut bersama empat anggota TNI lainnya.

Tengah diproses: Komandan Pusat Polisi Militer TNI Angkatan Darat (Danpuspomad) Letjen TNI Chandra W. Sukotjo menerangkan, Polisi Militer Kodam (Pomdam) XVII/Cenderawasih sudah menjalankan proses hukum terhadap keenam prajurit TNI AD tersebut. 

“Puspomad telah mengirimkan tim penyidik untuk membantu Pomdam,” kata Chandra, seperti dikutip melalui Antara.

Selain anggota TNI, pelaku mutilasi juga ada dari warga sipil. Untuk pelaku dari warga sipil, menurut Chandra sudah ditangani oleh pihak kepolisian. 

Instruksi Panglima: Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa dan Kepala Staf TNI AD (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman telah memerintahkan Puspomad untuk mengusut tuntas kasus yang diduga melibatkan enam prajurit TNI AD.

Jasad korban mutilasi itu ditemukan di Kampung Pigapu-Logopon, Kabupaten Mimika, Papua, Sabtu (27/8/2022). 

“Panglima TNI dan Kasad memerintahkan Danpuspomad untuk mengusut tuntas kasus ini,” kata Chandra. 

Sorotan Presiden: Presiden Joko Widodo atau Jokowi turut merespons kasus mutilasi di Papua oleh enam personel TNI tersebut. Dia mengaku telah memerintahkan Jenderal TNI Andika Perkasa untuk mengawal proses hukum hingga kasus itu tuntas.

“Saya kira yang paling penting usut tuntas kemudian proses hukum. Saya telah perintahkan kepada Panglima TNI untuk membantu proses hukum yang juga telah dilakukan oleh kepolisian tapi di-back up (didukung) oleh TNI,” kata Jokowi ketika memberikan keterangan pers usai acara Pemberian Nomor Induk Berusaha kepada UMK Perseorangan di GOR Toware, Jayapura, Papua, Rabu (31/8/2022). 

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu tidak ingin kepercayaan masyarakat terhadap TNI memudar, sehingga dia meminta agar proses hukum terhadap para pelaku dituntaskan. 

“Sekali lagi proses hukum harus berjalan sehingga kepercayaan masyarakat kepada TNI tidak pudar,” tekannya.

Baca Juga:

Enam Prajurit TNI Diduga Terlibat Mutilasi 4 Warga di Papua 

Jokowi Minta Panglima Usut Kasus Dugaan TNI Terlibat Mutilasi di Papua 

Fakta Terkini 6 Prajurit TNI Diduga Mutilasi 4 Warga di Papua

Share: Saat Perwira TNI Diduga Terlibat Mutilasi Warga di Papua