Isu Terkini

Viral Rekaman Dirut PLN dan Menteri BUMN, Begini Klarifikasi Keduanya

OlehWinda Chairunisyah Suryani

featured image

Potongan percakapan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno dan Dirut Perusahaan Listrik Negara (PLN) Sofyan Basir tersebar di media sosial. Pada awalnya, rekaman pembicaraan itu diunggah oleh akun Instagram @walikota_parung.

Dalam akun tersebut, terlihat sebuah video dengan tulisan awalnya Rini Soemarno dan Sofyan Basir. Namun saat tulisan ini diterbitkan, akun @walikota_parung itu sudah enggak bisa diakses, alias hilang dan enggak bisa ditemukan lagi. Tapi video udah terlanjur tersebar di berbagai media sosial lainnya. Berikut, transkip pembicaraan dari suara yang terdengar dalam video itu.

Capture video rekaman suara Dirut PLN bersama Menteri BUMN. Foto: walikota_parung

Pria (P): Kemarin gini. Saya juga kaget kan Bu, saya mau cerita sama Ibu, beliau kan panggil saya, pagi kemarin kan saya baru pulang, pesawat saya telat bu.

Wanita (W): Ya, ya, kemarin ngomong sama bapak kemarin, yang penting gini lah, udah lah yang seharusnya ngambil ini dua, Pertamina sama PLN, jadi dua-duanya punya saham lah pak, saya bilang begitu

P: Dikasih kecil kemarin saya bertahan Bu, ya kan, beliau ngotot, kan kalau nggak ada PLN kan nggak ada juga bisnis, Waktu itu kan saya ketemu Pak Ari juga bu, saya bilang Pak Ari mohon maaf, masalah share ini kita duduk lagi lah Pak Ari. Ibu setuju bu

W: Saya terserah bapak-bapak lah, saya memang kan konsepnya sama-sama Pak Sofyan.

P: Betul

Baik Rini atau Sofyan udah membenarkan bahwa rekaman yang tersebar itu adalah suara milik mereka. Namun keduanya kompak bilang bahwa rekaman itu enggak secara utuh tersebar. Menurut Sofyan sendiri, pembicaraan itu dilakukan pada akhir 2016. Sofyan mengaku saat itu tengah berkonsultasi dengan Rini terkait investasi PLN dan Pertamina dengan perusahaan swasta di bidang penyediaan energi.

"Pertama kali komunikasi kalau tidak salah akhir 2016. Saya tahu itu direkam, tapi enggak tahu kok dipotong-potong gitu, lho," kata Sofyan pada media di de Tjolomadoe, Karanganyar, Sabtu, 28 April.

Karena rekaman yang tersebar tidak secara utuh dan terpotong-potong, Sofyan pun berencana akan membawa masalah itu ke ranah hukum.

"Kayaknya gitu, kami akan masuk ke ranah hukum. Kalau itu [suara rekaman] lempeng-lempeng aja [tidak dipotong], bagus," ungkap dia.

Senada dengan Sofyan, Rini bilang kalau percakapan itu sengaja dipotong, sehingga seolah-olah terdengar seperti lobi-lobi terkait bagi fee. Padahal, menurut Rini, tak ada kepentingan apapun selain untuk BUMN baginya.

"Saya dengan Pak Sofyan membicarakan mengenai ada proposal untuk, apa namanya, storage gas yang kemudian minta offtake dari Pertamina, tapi kemudian minta offtake juga dari PLN, berartikan kita menjadi punya risiko," jelas Rini pada media di Karanganyar, Jawa Tengah, Minggu, 29 April.

Sama dengan Sofyan, Rini juga akan melaporkan perkara rekaman yang tersebar itu ke polisi.

"Sebentar lagi saya akan masukkan tuntutan, bukan atas nama BUMN tapi juga pribadi," kata Rini.

Share: Viral Rekaman Dirut PLN dan Menteri BUMN, Begini Klarifikasi Keduanya