Isu Terkini

Serangan China ke Taiwan Berdampak Lebih Parah dari Invasi Rusia ke Ukraina

Manda Firmansyah– Asumsi.co

featured image
ANTARA REUTERS/hp/cfo

Setiap serangan militer China di Taiwan akan berdampak yang lebih besar pada arus perdagangan global daripada perang Ukraina. 

Dampak serangan: Kepala Negosiator Perdagangan Taiwan, John Deng mengatakan, serangan China ke Taiwan sebabkan kekurangan chip semikonduktor yang digunakan pada kendaraan listrik dan telepon seluler. Potensi gangguan serangan China bisa lebih buruk daripada invasi Rusia ke Ukraina, karena ketergantungan dunia pada Taiwan untuk chip. 

Invasi Rusia ke Ukraina sejak Februari 2022 lalu telah memicu kenaikan harga komoditas dan larangan ekspor makanan. Imbasnya, kekhawatiran kelaparan di negara-negara miskin. 

"Gangguan pada rantai pasokan internasional; gangguan pada tatanan ekonomi internasional; dan peluang untuk tumbuh akan jauh, jauh (lebih) signifikan daripada yang ini. Akan ada kekurangan pasokan di seluruh dunia," ucapnya dalam sebuah wawancara di sela-sela pertemuan menteri utama Organisasi Perdagangan Dunia. pertemuan di Jenewa, dilansir dari Reuters. 

Waspada serangan: Taiwan telah melaporkan tidak ada tanda-tanda serangan segera dari China. Namun, Taiwan telah meningkatkan tingkat siaganya sejak perang Ukraina dimulai, waspada terhadap niat China. 

China mengatakan, ingin ‘penyatuan kembali secara damai’, tetapi mencadangkan ‘pilihan lain’ untuk Taiwan. Sebab, Taiwan dianggapnya sebagai provinsi China, pandangan yang sangat dibantah oleh pemerintah yang terpilih secara demokratis di Taipei. 

Ekspor chip: Taiwan mendominasi pasar global untuk produksi chip paling canggih dan ekspornya bernilai 118 miliar dolar tahun lalu, menurut datanya. Deng berharap bisa menurunkan 40% pangsa ekspornya yang masuk ke China. 

Polemik perdagangan dunia: World Trade Organization (WTO) telah berusia 27 tahun. Perang di Ukraina merupakan pertama kalinya dalam sejarah anggota WTO menginvasi yang lain. WTO berharap mencapai paket kesepakatan, termasuk keamanan pangan untuk mengurangi pasokan yang tegang. Akan tetapi, ketegangan yang ditimbulkan oleh perang dapat membuatnya lebih sulit.

Taiwan yang telah bergabung dengan sanksi Barat terhadap Rusia, berpartisipasi dalam tepuk tangan meriah untuk delegasi WTO Ukraina pada Minggu (12/6/2022). 

WTO adalah salah satu dari sedikit organisasi multilateral yang mana China dan Taiwan bekerja berdampingan sejak Beijing memblokir partisipasinya di negara lain. Taiwan berusaha menyelesaikan perselisihan tiga tahun yang diajukannya terhadap India mengenai tarif teknologi sebelum keputusan resmi WTO. 

Baca Juga:

Zelensky: Ukraina Kalah Menyakitkan 

China Tegaskan Dukungan ke Rusia Bikin AS Ketar-ketir 

Seorang Walikota di Ukraina Berpaling, Kini Dukung Putin

Share: Serangan China ke Taiwan Berdampak Lebih Parah dari Invasi Rusia ke Ukraina