12 Sosok Cawapres Jokowi Usulan PSI: Ada Nadiem Makarim Sampai Rusdi Kirana

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ikut meramaikan bursa calon wakil presiden (cawapres) pendamping Joko Widodo (Jokowi) jelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendatang. PSI bahkan mengusulkan 12 nama cawapres yang layak mendampingi Jokowi. Siapa saja?

Nama-nama cawapres yang diusulkan PSI tersebut tak dimunculkan dalam waktu singkat atau spontan. Ketua Umum PSI Grace Natalie mengungkapkan nama-nama cawapres pendamping Jokowi itu muncul dari hasil interaksi PSI dengan masyarakat. 

Ia menyebut nama-nama tersebut merupakan rekomendasi untuk Jokowi agar lebih mudah melihat sepak terjang sosok-sosok terbaik yang ada. 

"Ada 12 nama yang diusulkan berasal dari beragam latar belakang," ujar Grace Natalie di kantor DPP PSI, Jakarta, Minggu, 25 Maret. 

Memang dari total 12 nama yang diajukan PSI tersebut, semuanya memiliki berbagai latar belakang dan keahlian, dimulai dari politisi, pakar hukum, pengusaha, sampai pejabat pemerintahan.

Mereka yang termasuk ke dalam 12 nama itu adalah:

  1. Ketum Partai Golkar Airlangga Hartarto
  2. Pendiri CT Corp Chairul Tanjung
  3. Mantan Ketum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin
  4. Menko Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan
  5. Kepala Staf Presiden Moeldoko
  6. Mantan Ketua MK Mahfud MD
  7. Pengusaha, pendiri Lion Air Rusdi Kirana
  8. Ketua Umum PBNU Said Agil Siradj
  9. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati
  10. Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti
  11. Ketua Umum GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas 
  12. CEO Gojek Indonesia Nadiem Makariem


 

Nantinya, menurut Grace, usulan nama-nama cawapres pendamping Jokowi itu masih bisa berubah tergantung respons dari masyarakat. PSI sendiri akan menggelar survei lewat media sosial untuk menampung pendapat masyarakat atas usulan cawapres itu. 

"Atau kalau ada nama yang belum ada bisa masuk dalam daftar," kata mantan jurnalis dari sejumlah televisi swasta di Indonesia tersebut. 

Meski mengusulkan sebanyak 12 nama cawapres, Grace sendiri menegaskan bahwa PSI tak memaksakan usulan cawapres itu kepada Jokowi. Tentu soal sosok cawapres sendiri yang nantinya terpilih, sepenuhnya merupakan kewenangan Jokowi.

"Apakah ini akan diterima atau tidak terserah Pak Jokowi. Ada (pertimbangan) kecocokan personal, elektabilitas, dan aspek lain yang harus dipertimbangkan," kata perempuan kelahiran Jakarta pada 4 Juli 1982 silam tersebut.. 

Senada dengan Grace, Sekretaris Jenderal PSI Raja Juli Antoni juga mengatakan bahwa 12 nama yang mereka usulkan adalah sebagai bentuk usaha untuk membantu Jokowi agar mudah melihat-lihat cawapresnya. Hal itu tentu untuk memudahkan mantan Gubernur DKI Jakarta itu sendiri dalam memilih cawapres yang terbaik dari banyaknya pilihan.

"Kami berusaha bantu Pak Jokowi inventarisasikan. Nanti tergantung Pak Jokowi cocoknya ke mana," kata Antoni.

Dari 12 nama cawapres usulan PSI tersebut, memang ada sejumlah tokoh yang sudah tak asing lagi dan kerap masuk bursa cawapres sejauh ini. Sebut saja nama Moeldoko, Mahfud MD, Sri Mulyani Indrawati, dan Susi Pudjiastuti. 

Tak hanya itu saja, dari survei terbaru Polcomm Institute, Minggu, 25 Maret kemarin, muncul nama putra Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai cawapres paling pontensial untuk Jokowi di Pilpres 2019. Di bawah AHY ada nama-nama seperti Zulkifli Hasan, Gatot Nurmantyo, Muhaimin Iskandar, Puan Maharani, hingga Muhammad Zainul Majdi.

Related Article