Internasional

Otoritas Swiss Cari Eril dengan Jalan Kaki-Menyelam

Manda Firmansyah — Asumsi.co

featured image
Dok KBRI Bern

Pencarian putra sulung Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil, Emmeril Kahn Mumtadz (Eril) berlanjut pada hari kelima, Senin (31/5/2022). Pencarian di hari kelima menggunakan sejumlah metode baru.

Metode baru: Para aparat kepolisian mengintensifkan pencarian dengan metode jalan kaki, perahu, drone, dan selam. Pencarian dimulai pagi hari dan mencakup area dari Eichholz hingga Wohlensee. Pencarian berfokus di antara pintu air Schwelenmaetelli dan Engehaalde. 

Kang Emil, sapaan Ridwan Kamil dan istrinya, Atalia Praratya bersama Duta Besar untuk Swiss Muliaman Hadad, hingga Walikota Bern, Alec Van Graffenried turut memantau pencarian. Mereka menyempatkan diri menyampaikan simpati yang mendalam kepada orang tua Eril. Graffenried juga menyampaikan dukungan optimal terhadap upaya pencarian Eril. 

Penolong adik Eril: Dalam kesempatan yang sama, Ridwan Kamil dan Atalia Praratya juga bertemu dengan Bapak Heinrich, penduduk Bern yang membantu adik perempuan Eril dan temannya untuk naik ke daratan saat insiden itu berlangsung. 

“Bapak Heinrich turut menyampaikan simpati yang mendalam kepada Bapak Ridwan Kamil, serta menerima apresiasi dan rasa terima kasih dari keluarga Sdr. Eril,” demikian keterangan tertulis Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Bern. 

Kronologi: KBRI di Bern, Swiss, mendapatkan kabar hilangnya Emmeril Khan Mumtadz di Sungai Aare, Kota Bern, Swiss, pada Kamis (26/5/2022) pukul 11.24 waktu setempat. Upaya pencarian oleh tim SAR melibatkan unsur Polisi, Polisi Maritim, dan Pemadam Kebakaran sebagai pilot drone. 

 Pada hari kedua, Jumat (27/5/2022), tim SAR memperluas jangkauan area deteksi. Wilayah yang diperiksa pada hari kedua mencapai 17 KM area sungai Aare. Yaitu, dari Jembatan Tiefenau hingga pintu air Wohlensee. Tim SAR menurunkan penyelam untuk memulai pencarian bawah air. 

Pencarian hari keempat: Pencarian putra sulung Ridwan Kamil, Emmeril Kahn Mumtadz (Eril) di hari keempat pada Minggu (29/5/2022) belum membuahkan hasil. Proses pencarian di hari keempat masih terkendala keruhnya air Sungai Aare di Kota Bern. Keruhnya air Sungai Aare di Kota Bern disebabkan partikel lelehan salju. 

“Air albescent (keputih-putihan) yang disebabkan oleh partikel es merupakan tantangan bagi tim pencarian dan penyelamatan. Pencarian akan dilanjutkan keesokan paginya Senin (30/5/2022),” demikian pernyataan tertulis KBRI Bern. 

Peralatan: Pencarian di hari keempat dipimpin oleh Kepala Polisi Maritim Bern. Pada Minggu (29/5/2022) pagi, pencarian dilakukan dengan menggunakan perahu dan alat pengawasan bawah air. Sensor itu disebut mampu mendeteksi hingga kedalaman 3 meter. 

Area pencarian di hari keempat sudah mengerucut hanya ke tempat-tempat yang dianggap potensial. Pencarian hari keempat juga difokuskan pada area di antara dua pintu air terdekat lokasi terakhir terlihatnya Eril, yaitu Schwellenmaetelli dan Engehalde. Namun, Hingga pukul 19.00 waktu setempat, pencarian belum membuahkan hasil yang diharapkan.

Baca Juga:

Area Pencarian Anak Ridwan Kamil Mulai Mengerucut 

Kendala Pencarian Putra Ridwan Kamil di Sungai Aare Swiss 

Dewan Pers Larang Media Buat Berita Ramalan soal Hilangnya Eril 

Share: Otoritas Swiss Cari Eril dengan Jalan Kaki-Menyelam