Isu Terkini

BMKG Ungkap Penyebab Cuaca Panas Terik

Yopi Makdori — Asumsi.co

featured image
Ilustrasi Antara

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menerangkan penyebab suhu panas yang menerpa sejumlah wilayah di Indonesia beberapa hari ini. 

Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto mengatakan fenomena suhu udara terik yang terjadi pada siang hari tersebut dipicu oleh beberapa hal. 

Pemicu: Salah satunya disebabkan oleh posisi semu matahari saat ini yang sudah berada di wilayah utara ekuator. Hal itu mengindikasikan bahwa sebagian wilayah Indonesia akan mulai memasuki musim kemarau. 

“Di mana tingkat pertumbuhan awan dan fenomena hujannya akan sangat berkurang, sehingga cuaca cerah pada pagi menjelang siang hari akan cukup mendominasi,” kata Guswanto dalam keterangannya, Senin (9/4/2022). 

Dominasi cuaca yang cerah dan tingkat perawanan yang rendah tersebut, kata dia, dapat mengoptimalkan penerimaan sinar matahari di permukaan Bumi. Sehingga menyebabkan kondisi suhu yang dirasakan oleh masyarakat menjadi cukup terik pada siang hari. 

Bukan gelombang panas: Guswanto menepis bahwa suhu panas terik yang terjadi di wilayah Indonesia itu merupakan fenomena Gelombang Panas. Menurut WMO (World Meteorological Organization), Gelombang Panas atau dikenal dengan “Heatwave” merupakan fenomena kondisi udara panas yang berkepanjangan selama 5 hari atau lebih secara berturut-turut dimana suhu maksimum harian lebih tinggi dari suhu maksimum rata-rata hingga 5°C atau lebih. 

“Fenomena gelombang panas ini biasanya terjadi di wilayah lintang menengah-tinggi seperti wilayah Eropa dan Amerika yang dipicu oleh kondisi dinamika atmosfer di lintang menengah. Sedangkan yang terjadi di wilayah Indonesia adalah fenomena kondisi suhu panas/terik dalam skala variabilitas harian,” bebernya. 

BMKG mencatat, suhu maksimum terukur selama periode tanggal 01 – 07 Mei 2022 berkisar antara 33 – 36.1 °C dengan suhu maksimum tertinggi hingga 36.1 °C terjadi di wilayah Tangerang-Banten dan Kalimarau-Kalimantan Utara. 

Hingga pertengahan Mei: Suhu maksimum tertinggi di Indonesia pada bulan April selama 4-5 tahun terakhir sekitar 38.8°C di Palembang pada tahun 2019, sedangkan di bulan Mei sekitar 38.8 °C di Temindung Samarinda pada tahun 2018. 

“Kewaspadaan kondisi suhu panas/terik pada siang hari masih harus diwaspadai hingga pertengahan Mei,” ucapnya. 

Pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk senantiasa menjaga kondisi stamina tubuh dan kecukupan cairan tubuh terutama bagi warga yang beraktifitas di luar ruangan pada siang hari dan juga kepada warga yang akan melaksanakan perjalanan mudik atau mudik balik supaya tidak terjadi dehidrasi, kelelahan dan dampak buruk lainnya.

Baca Juga:

Jokowi: Semua Negara Ngeri dengan Perubahan Iklim 

Ada Potensi Tsunami Imbas Gunung Anak Krakatau Status Siaga 

Pusat Gempa 6,7 Magnitudo Nias Selatan di Zona Megathrust

Share: BMKG Ungkap Penyebab Cuaca Panas Terik