Isu Terkini

Puluhan Orang Jadi Korban Investasi Alat Kesehatan di Surabaya

Yopi Makdori– Asumsi.co

featured image
Ilustrasi Antara

Puluhan orang menjadi korban penipuan investasi alat kesehatan di Surabaya. Para korban kini melapor ke Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya, Jawa Timur. 

Proses penyelidikan: Kuasa hukum korban, Hadi Pranoto menjelaskan semula pelapor perkara ini sebanyak lima orang korban yang sampai sekarang masih dalam proses penyelidikan di Polrestabes Surabaya. 

"Dua bulan lalu, saat kami dampingi melapor ke Polrlestabes Surabaya korbannya lima orang. Setelah itu, terdata sebanyak 40 korban lainnya yang mendatangi kami," katanya, Senin (25/4/2022), seperti dikutip lewat Antara. 

Modus pelaku: Adapun terlapor perkara ini berinisial HGN dan GVH. Sepasang suami istri warga Kota Surabaya yang dituding memanfaatkan situasi pandemi Covid-19. 

Sejak pertengahan 2021, pasangan suami istri itu meyakinkan para korban agar rutin secara berkala berinvestasi alat kesehatan, seperti alat pelindung diri dan tabung oksigen. Keduanya menjanjikan keuntungan 10 persen per dua minggu kepada korbannya. 

Untuk meyakinkan para korbannya, HGN dan GVH menunjukkan surat perintah kerja (SPK) dari sejumlah rumah sakit di Jawa Timur terkait permintaan berbagai jenis alat kesehatan. 

Terungkap: Lima orang korban akhirnya melapor ke Polrestabes Surabaya setelah mengecek SPK pelaku dari sejumlah rumah sakit di Jawa Timur yang ternyata palsu. Apalagi kemudian keuntungan yang dijanjikan tidak sesuai. 

Kerugian korban: Hadi Pranoto menaksir total kerugian korban mencapai Rp 1,7 miliar. 

"Sebanyak 40 orang korban lainnya yang mendatangi kami setelah mendengar informasi bahwa perkara ini telah dilaporkan ke Polrestabes Surabaya memercayakan kepada lima orang pelapor. Mereka tentu akan senang dan merasa puas jika dua orang terlapornya ditahan," ujarnya. 

Namun, sampai sekarang Polrestabes Surabaya belum melakukan penahanan terhadap keduanya. Kendati demikian, Hadi Pranoto masih memercayakan penanganan perkara ini kepada penyidik Polrestabes Surabaya. 

"Nanti akan saya tanyakan ke penyidik sudah sampai mana penanganan perkaranya. Perkara ini sebenarnya materinya simpel, korbannya ada, bukti-bukti penipuannya ada. Unsur penipuan dan penggelapannya jelas sekali," tuturnya.

Alasan polisi: Sementara itu, Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Polrestabes Surabaya Komisaris Polisi Mucahamad Fakih menyatakan penyidik masih belum menetapkan tersangka karena kasus dugaan penipuan investasi alat kesehatan itu masih dalam proses penyelidikan. 

Baca Juga:

Indra Bekti Ogah Disebut Affiliator Triumph DeFi 

Interpol Terbitkan Red Notice Tiga Tersangka DNA Pro 

Bareskrim Periksa Persija dan Madura United Terkait Robot Trading Viral Blast

Share: Puluhan Orang Jadi Korban Investasi Alat Kesehatan di Surabaya