Isu Terkini

BEM Nusantara Kubu Dimas Prayoga: Partai Mahasiswa Tidak Jelas Asal-usulnya

Yopi Makdori — Asumsi.co

featured image
ANTARA/Livia Kristianti

Partai Mahasiswa Indonesia di bawah kepemimpinan Eko Pratama
telah disahkan Kementerian Hukum dan HAM sejak 21 Januari 2022. Eko merupakan
Koordinator Pusat BEM Nusantara, yang berseberangan dengan kubu Dimas Prayoga.

Merespons hal itu, BEM Nusantara kubu Dimas Prayoga mengecam
keras adanya partai yang mengatasnamakan mahasiswa.

“Kami dari BEM Nusantara sangat menyesalkan dan
mengecam keras dengan munculnya partai yang mengatasnamakan dan memakai kata
mahasiswa dalam nama partai tersebut. Ini sebuah pengklaiman yang sangat
merugikan bagi seluruh mahasiswa Indonesia,” ujar Sekretaris Pusat BEM
Nusantara barisan Koordinator Pusat Dimas Prayoga, Ridho Alamsyah, Sabtu
(23/4/2022).

Partai Siluman: Ridho menilai Partai Mahasiswa Indonesia
merupakan partai siluman. Dia pun mempertanyakan proses pembentukan partai itu
sampai terpilihnya Eko Pratama sebagai ketua umum.

“Sebab ini partai siluman yang tiba-tiba muncul
menggunakan nama mahasiswa yang tidak jelas asal usulnya dan entah kapan
pelaksanaan kongresnya sehingga saudara Eko Pratama disepakati menjadi ketua
umum Partai Mahasiswa Indonesia,” katanya.

Apalagi, dia melihat tidak ada konsolidasi nasional dalam
pembentukan partai tersebut, dan tiba-tiba saja sudah jadi partai.

Upaya Pembungkaman: Ridho memandang pembentukan Partai
Mahasiswa Indonesia sekadar upaya untuk pembungkaman terstruktur. Untuk itu dia
mendesak supaya kelompok mahasiswa lain juga ikut angkat suara.

“Ini adalah upaya penggembosan serta pembungkaman yang
sangat terstruktur terhadap suara kritis Mahasiswa. Kelompok mahasiswa yang
lain seperti BEM dan Kelompok Cipayung yang juga terbentuk dari elemen
mahasiswa harusnya juga angkat suara karena secara tidak langsung mereka juga
terklaim dengan adanya Partai ini,” kata Ridho.

BEM Nusantara kubu Eko Pratama sempat bertemu dengan
Wiranto. Ridho sendiri mengaku tidak mengetahui ada tidaknya kaitan antara
terbentuknya Partai Mahasiswa Indonesia dengan Wiranto. Namun dia menduga ada
donatur besar yang ingin memecah gerakan mahasiswa di balik lahirnya Partai
Mahasiswa Indonesia itu.

Namun, dia memastikan Partai Mahasiswa Indonesia tidak
merepresentasikan seluruh mahasiswa Indonesia. Sebab kata dia, mahasiswa selalu
menjadi pengontrol kebijakan pemerintah.

“Sekali lagi kami tegaskan bahwa partai tersebut sama
sekali tidak merepresentasikan semua mahasiswa Indonesia yang sejatinya selalu
menjadi agen of control dari setiap kebijakan yang di keluarkan oleh
pemerintah. Dan kami dari BEM Nusantara sama sekali tidak memiliki keterlibatan
dalam partai tersebut,” imbuhnya.

Diakui Negara: Seperti diketahui, dalam surat Penyampaian
Data Partai Politik yang Telah Berbadan Hukum yang dikeluarkan Kementerian
Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham), terdapat data Partai Mahasiswa
Indonesia. Munculnya nama partai itu menandakan bahwa Partai Mahasiswa
Indonesia telah diakui negara. Di dokumen ini tertulis Nomor Keputusan Menteri
Hukum dan HAM untuk Partai Mahasiswa Indonesia, yakni M.HH-6.AH.11.01 TAHUN
2022 Tanggal 21 Januari 2022.

Dalam dokumen, Partai Mahasiswa Indonesia dipimpin oleh Eko
Pratama yang juga merupakan Koordinator Pusat BEM Nusantara. Sementara Sekjen
dipegang oleh Mohammad Al Hafiz.

BEM Nusantara kubu Eko tercatat pernah menemui Ketua Dewan
Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Wiranto pada 8 April lalu, sebelum
demonstrasi mahasiswa BEM SI pada 11 April. BEM Nusantara pimpinan Eko pun
memilih tidak turut bergabung dalam aksi tersebut.

Baca Juga

Share: BEM Nusantara Kubu Dimas Prayoga: Partai Mahasiswa Tidak Jelas Asal-usulnya