Internasional

Putin Sebut Upaya Damai dengan Ukraina Buntu

Yopi Makdori — Asumsi.co

featured image
(REUTERS/Adnan Abidi)

Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa pembicaraan damai dengan Ukraina menemui jalan buntu, Selasa (12/4/2022). Ia bersumpah pasukannya akan memenangkan laga dan meremehkan Barat karena gagal mendepak Moskow dari pergaulan internasional. 

Pertama kali komentar: Putin memberikan komentar perang di depan umum untuk pertama kalinya sejak pasukan Rusia mundur dari Ukraina utara setelah mereka dihentikan di gerbang masuk menuju Kyiv. Ia berjanji bahwa Rusia akan mencapai semua tujuan “mulianya” di Ukraina. 

Putin mengatakan Kiev telah menggagalkan upaya pembicaraan damai, menyusul adanya sinyal bahwa perang akan berlangsung lebih lama. Kata Putin, Ukraina telah memberikan klaim palsu atas kejahatan perang Rusia dan menuntut jaminan keamanan untuk menutupi seluruh Ukraina. 

“Kami kembali ke situasi buntu bagi kami,” kata Vladimir Putin, dalam jumpa pers saat berkunjung ke Vostochny Cosmodrome 5.550 km timur Moskow, Kamis (14/4/2022). 

Terus lanjutkan operasi: Putin bilang, Rusia akan “secara berirama dan tenang” melanjutkan operasinya. Tetapi kesimpulan strategis yang paling penting adalah bahwa tatanan internasional unipolar yang dibangun Amerika Serikat pasca-Perang Dingin mulai goyah. 

Putin mengatakan Rusia tidak punya pilihan selain berperang karena harus membela penutur bahasa Rusia di Ukraina timur dan mencegah bekas tetangga Sovietnya menjadi batu loncatan anti-Rusia bagi musuh Moskow. 

Barat dianggal gagal: Putin meremehkan sanksi Barat dengan mengatakannya sebagai kegagalan, meski sanksi-sanksi tersebut telah mendorong Rusia ke jurang resesi terburuk sejak tahun-tahun setelah jatuhnya Uni Soviet pada 1991. 

“Blitzkrieg (metode serangan) yang diperhitungkan musuh kita tidak berhasil. Amerika Serikat siap bertarung dengan Rusia sampai Ukraina terakhir – begitulah adanya,” dia menambahkan. 

Sekutu tambah bantuan: Sementara itu, Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengatakan pemerintahannya akan memberikan bantuan militer tambahan senilai 800 juta dolar AS (1 dolar AS = Rp 14.364) kepada Ukraina untuk menghadapi apa yang diantisipasi Washington sebagai “serangan lebih luas” oleh Rusia di Ukraina timur. 

“Saat Rusia bersiap untuk mengintensifkan serangannya di wilayah Donbass, Amerika Serikat akan terus memberi Ukraina kemampuan untuk mempertahankan diri,” ujar Biden dalam sebuah pernyataan usai melakukan panggilan telepon dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, Rabu (13/4/2022), seperti dikutip lewat Antara.

Baca Juga:

Amerika Kirim Bantuan Militer Ratusan Juta Dolar ke Ukraina 

Rusia: Amerika Ingin Monopoli Penyebaran Informasi

Zelensky: Kehancuran Borodyanka Lebih Parah Dibanding Bucha

Share: Putin Sebut Upaya Damai dengan Ukraina Buntu