Isu Terkini

Alasan Pemkab Bogor Bikin Lomba Gali Kubur

Muhammad Fadli — Asumsi.co

featured image
Dok. Pemkab Bogor

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, Jawa Barat, menggelar lomba gali kubur di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pondo Rajeg, Cibinong, Bogor. Lomba tersebut berhadiah jutaan rupiah. 

Puluhan peserta: Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Ajat Rochmat Jatnika mengatakan kegiatan ini diikuti oleh 32 penggali kubur dari delapan TPU se-Kabupaten Bogor. Para peserta memperebutkan hadiah uang tunai sebesar Rp5 juta. 

Beberapa aspek yang menjadi bahan penilaian yaitu, kecepatan, kerapihan hingga ketepatan ukuran membuat lubang makam. 

Tujuan lomba: Menurut Jatnika, tujuan dilaksanakannya kegiatan ini tidak hanya sekedar lomba. Ia mengatakan lomba ini sebagai bentuk apresiasi Pemkab Bogor kepada para penggali kubur, terutama setelah mereka bekerja keras selama pandemi COVID-19. 

“Esensinya bukan lomba. Tapi ingin mengangkat harkat martabat mereka sekaligus Ibu Bupati ingin mengapresiasi mereka. Karena profesi ini tersembunyi namun memiliki makna sosial yang tinggi,” kata Jatnika dikutip Antara, Selasa (29/3/2022). 

Asal para peserta: Jatnika menjelaskan, lomba gali kubur ini diikuti petugas dari TPU Pondok Rajeg, TPU Bogor Asri, TPU Tajurhalang, TPU Babakanmadang, TPU Cipenjo, TPU Jonggol, TPU Rancabungur dan TPU Gunungputri.

Ia menerangkan, hanya delapan TPU yang mengikuti lomba ini, karena di setiap TPU tidak memiliki jumlah petugas gali kubur yang mencukupi, karena untuk menggali satu lubang kubur dibutuhkan minimal empat orang. 

“Iya seperti di Cariu itu cuma empat orang. Kalau diikutkan lomba, lalu ada yang meninggal dan ingin dikuburkan di TPU tidak ada petugas kan repot,” kata Jatnika. 

Bentuk apresiasi: Bupati Bogor, Ade Yasin memberikan santunan paket sembako untuk para petugas penggali kubur secara simbolis. Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu mengungkapkan bahwa petugas gali kubur merupakan profesi yang mulia. 

“Bayangkan saja dulu waktu COVID-19 sedang tinggi. Mereka bisa menguburkan hingga 50 orang dalam sehari. Kapan pun dan berapa pun mereka tetap lakoni dengan segala risikonya. Jadi harus diapresiasi,” kata Ade Yasin. 

Setelah para peserta berupaya menjadi yang terbaik, lomba gali kubur tersebut akhirnya dimenangkan oleh TPU Tajurhalang, kemudian juara kedua diraih oleh TPU Jonggol.

Baca Juga:

Bupati Bogor Sebut Imigran Ganggu Pariwisata di Puncak 

Empat Siswi Jual Motor untuk Nginap di Hotel Riau

Share: Alasan Pemkab Bogor Bikin Lomba Gali Kubur