Luar Jawa

Turis Rusia di Bali Tak Bisa Tarik Uang dari ATM

Muhammad Fadli — Asumsi.co

featured image
Antara

Seorang desainer grafis dan pengusaha Rusia yang sedang tinggal di Bali tak bisa mengakses uang melalui mesin anjungan tunai mandiri (ATM). Insiden yang perempuan yang tak disebutkan namanya itu merupakan buntut invasi Rusia ke Ukraina.

Dikutip dari Coconuts, perempuan berusia 36 tahun itu telah mencoba banyak cara agar bisa mengakses uang di Bali. Ia memakai cara seperti mengajukan akses permohonan kartu ATM Indonesia hingga mencari mata uang kripto menggunakan rekening bank teman.

Harapan dia: Menurutnya warga Rusia memang menduga sesuatu akan terjadi. Namun, ia tak mengira dampak invasi ke Ukraina akan sebesar saat ini. 

“Ada banyak propaganda dari pihak Eropa dan Rusia. Kami agaknya sudah berkespektasi akan adanya sesuatu, tetap kami tidak berpikir itu akan menjadi sebesar ini,” ujar dia. 

Ia mengaku telah menarik semua uangnya sebelum Mastercard-nya diblokir. Ia mengaku sempat melihat sekelompok orang Rusia mengantre di ATM namun tak berhasil menarik uang. 

“Saya pergi ke ATM 9minggu lalu) tidak ada uang tunai di mesin mana pun. Sekelompok orang Rusia mengantri di ATM Batubolong Canggu tetapi tidak ada uang tunai di semua ATM,” imbuh perempuan tersebut.

Menurut perempuan itu, banyak orang Rusia di Bali sedang melirik kripto. Menurutnya mereka akan membuka rekening bank lokal agar bisa menarik uang dari kripto. 

Masalah besar: Hal senada disampaikan Ivanov, seorang turis Rusia di Bali. Menurutnya persoalan yang mereka hadapi merupakan masalah besar. Sebab ia dan teman-temannya saat ini juga kehilangan akses uang. Kini ia berpikir untuk mencari pekerjaan di Bali. 

“Ini telah menciptakan masalah besar bagi kami. Kami benar-benar kehilangan keuangan kami, sepertinya mereka telah benar-benar beku dan kamu tidak dapat menggunakannya sama sekali di sini,” ujar Ivanov dikutip Asia Financial.

Sanksi akibat invasi: Sebelumnya, Rusia kini sedang menginvasi Ukraina. Akibat aksi itu Rusia dikeluarkan dari sistem pembayaran global Society for Worldwide Interbank Financial Telecommunication (SWIFT). Hal itu merupakan salah satu sanksi yang dijatuhkan Jerman dan negara-negara barat terhadap Rusia. 

SWIFT merupakan merupakan sistem pesan aman yang memfasilitasi pembayaran lintas batas negara. Melalui layanan SWIFT, sistem pembayaran antarnegara jadi lebih cepat dan efisien, serta memperlancar arus perdagangan internasional.

Melalui layanan ini, bank yang saling terhubung dengan sistem SWIFT dapat menggunakan pesan yang disediakan sebagai layanannya untuk melakukan pembayaran. 

“Dikeluarkan ya Rusia dari SWIFT sebagai bagian dari paket sanksi ketiga yang bertujuan menghentikan Rusia yang melalukan invansi ke Ukraina,” ujarnya seperti dilansir dari Reuters

Baca Juga:

Jerman dan Sekutu Barat Tendang Rusia dari Sistem Perbankan Global SWIFT 

Visa dan Mastercard Hentikan Seluruh Layanan Transaksi di Rusia 

Putin Samakan Sanksi Barat Sebagai Pernyataan untuk Perang

Share: Turis Rusia di Bali Tak Bisa Tarik Uang dari ATM