Alhamdulillah, Jokowi Senang Novel Baswedan Kembali ke Tanah Air

Kabar soal rencana kepulangan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan ke Indonesia pada Kamis 22 Februari 2018 nanti akhirnya sampai ke telinga Presiden RI, Joko Widodo. Kabar itu pun membuat Jokowi bersyukur dan berupaya untuk menuntaskan insiden penyiraman air keras ke Novel.

"Ya, bersyukur alhamdulilah, Pak Novel Baswedan sudah sembuh dan kembali ke Tanah Air. Saya kira Pak Novel nanti bisa bekerja kembali lagi ke KPK, kita syukuri," kata Presiden RI, Jokowi, sebagaimana dinukil dari Kompas.com, Selasa 20 Februari.

Tak cuma itu aja nih guys, belum tuntasnya kasus penyiraman air keras terhadap Novel membuat Jokowi akan segera bergerak. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu akan melakukan setidaknya dua upaya untuk mengungkap sosok sang pelaku.

Kejar Polri

Sejauh ini, Jokowi masih percaya dengan kinerja Polri yang dianggap bisa mengusut tuntas kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan. Jokowi akan terus mendesak dan mengejar Kapolri agar kasus yang menimpa Novel bisa tuntas.

"Saya akan terus kejar Kapolri agar kasus ini menjadi jelas dan tuntas siapa pun pelakunya. Akan kami kejar terus Polri," lanjut Jokowi.

Walaupun sudah hampir 11 bulan kasus penyiraman air keras ke Novel belum menemui titik terang, Jokowi menegaskan bahwa saat ini belum ada pernyataan bahwa Polri menyerah untuk mengusut kasus ini. Untuk itulah, Jokowi akan terus mengejar Kapolri agar bisa mengungkap pelaku.

Upaya lain jika Polri menyerah

Jokowi sempat ditanya soal kemungkinan membentuk tim gabungan pencari fakta (TGPF) untuk mengusut kasus yang menimpa Novel tersebut. Jokowi pun tak menjawab secara gamblang soal desakan itu.

Namun, mantan Wali Kota Surakarta itu bakal mengambil langkah lain jika akhirnya Polri menyerah untuk menuntaskan kasus Novel.

"Kalau Polri sudah gini (Jokowi sambil mengangkat kedua tangannya), baru ke step yang lain," jawab Jokowi singkat.

Ada usulan bentuk Tim Gabungan Pencari Fakta

Nah, terkait upaya lain agar kasus penyiraman air keras kepada Novel bisa terungkap, memang sebelumnya ada usulan untuk membentuk tim gabungan pencari fakta (TGPF) tersebut. Usulan itu datang dari Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak.

"Saya ingin mengetuk batin Presiden Republik Indonesia Pak Joko Widodo untuk terlibat langsung mengungkap kejahatan yang sistematik terhadap Novel Baswedan ini," kata Dahnil, Senin (19/2/2018).

Dahnil menekankan, kejahatan teror terhadap Novel Baswedan adalah teror terhadap agenda pemberantasan korupsi di Indonesia.

Ia menilai, polisi tidak sungguh-sungguh mau menuntaskan kasus ini. Justru banyak dugaan bahwa polisi ingin mempersalahkan Novel Baswedan.

"Kami pesimistis polisi mau menuntaskan. Oleh karena itu, untuk membantu kepolisian, Pak Presiden perlu membentuk TGPF yang bisa membantu mengungkap siapa pelaku, aktor, dan motif dibalik teror terhadap Novel dan agenda pemberantasan korupsi di Indonesia," kata Dahnil.

Seperti diketahui, tepat 11 April 2017 yang lalu, Novel Baswedan jadi korban penyiraman air keras oleh orang tak dikenal. Peristiwa itu terjadi pada saat Novel hendak pulang ke rumahnya setelah mengikuti salat subuh berjamaah di masjid yang terletak tak jauh dari kediamannya. 

Akibat peristiwa itu, Novel akhirnya harus menjalani serangkaian perawatan di Singapura karena matanya yang terluka parah. Tak terasa waktu berlalu, kini kasus yang menimpa Novel sudah berjalan hampir 11 bulan dan hingga kini masih belum menemui titik terang soal siapa sosok pelaku yang terlibat.

Related Article