post

Politik

Trump Lolos dari Pemakzulan, Apa Dampaknya?

Ramadhan, 15 Februari 2021

Foto: Getty Images

Mantan Presiden AS Donald Trump kembali lolos dari sidang pemakzulan keduanya, Sabtu (13/2). Senat AS menyatakan Trump tidak bersalah atas tuduhan menghasut kerusuhan di Gedung Capitol Hill, 6 Januari 2021 lalu.

Bagaimana hasil voting?
Sebanyak 57 suara senat sepakat menyatakan Trump bersalah, dan 43 senat menyatakan Presiden ke-45 AS itu tidak bersalah.

Namun, hasil voting tersebut tak bisa menjatuhkan hukuman pada Trump karena tidak memenuhi syarat 2/3 suara, atau dibutuhkan 67 senat untuk bisa memakzulkan Trump.

Kemana senator Republik?
Dalam pemungutan suara itu, hanya tujuh dari 50 Senator Republik yang mendukung faksi Demokrat dalam menyatakan Trump bersalah.

Para pengacara Trump berargumen bahwa kata-kata Trump dalam aksi demonstrasi pada 6 Januari itu dilindungi oleh hak-hak kebebasan berpendapat.

Apa kata Trump?
"Gerakan historis, patriotis dan indah untuk Make America Great Again baru dimulai," kata Trump dalam pernyataan yang dikeluarkan tak lama setelah keputusan Senat tersebut.

Upaya gagal Demokrat
Trump sendiri menyelesaikan masa jabatannya sebagai Presiden AS pada 20 Januari lalu. Hal itu membuat pemakzulan tidak bisa digunakan untuk menggulingkannya dari kekuasaan.

Namun, saat itu Demokrat berharap untuk menyatakannya bersalah agar Trump bertanggung jawab atas insiden yang menewaskan lima orang di kerusuhan Capitol Hill. Apabila dimakzulkan, Trump tidak akan bisa lagi menduduki jabatan publik di masa depan.

Apa dampak dari gagalnya pemakzulan ini?
Tentu saja jadi kemenangan bagi Trump. Dengan hasil ini pula, Trump otomatis masih memenuhi syarat untuk mencalonkan diri sebagai calon presiden di Pemilu AS 2024.

Namun, yang terdekat--seperti yang pernah ia katakan sebelumnya--ia menyatakan ingin membawa kembali Partai Republik menguasai mayoritas Kongres dalam pemilihan 2022 mendatang.

Respons Presiden AS Joe Biden dan Nancy Pelosi
Joe Biden: "Babak menyedihkan dalam sejarah kita ini mengingatkan kita bahwa demokrasi itu rapuh."

Ketua House of Representative AS Nancy Pelosi: "Apa yang kami lihat di Senat hari ini adalah sekelompok Republikan yang pengecut, yang tampaknya tidak memiliki pilihan karena mereka takut untuk mempertahankan pekerjaan mereka."