post

Current Affairs

Ternyata Bikinan Cina, Kimia Farma Hentikan Distribusi Alat Tes Biozek

MM Ridho, 14 Mei 2020

PT Kimia Farma (Persero) Tbk menghentikan sementara distribusi alat rapid test Biozek di Indonesia. Kabarnya tindakan itu dilakukan karena alat yang diimpor dari Belanda tersebut bermasalah.

Sekretaris PT Kimia Farma Tbk Ganti Winarno menjelaskan perusahannya mengimpor produk rapid test Biozek dari Inzek International Trading BV yang berbasis di Belanda sejak awal April 2020. Saat ini pihaknya sedang meminta klarifikasi kepada produsen tersebut.

Tentang kabar inakurasi rapid test Biozek dalam mendeteksi COVID-19, Ganti mengklaim produk tersebut sudah dilengkapi dokumen mutu yang menunjukkan hasil uji sensitivitas relatif rapid test BNCP-402 dan BNCP-402S lebih dari 99,9 persen untuk Immunoglobulin G (IgG) dan 85 persen untuk Immunoglobulin M (IgM), sedangkan spesifivitas relatif rapid test adalah 98 persen untuk IgG dan 96 persen untuk IgM dibandingkan dengan hasil PCR.

"Produk ini sudah memiliki sertifikat Conformite Europeanne (CE) yang memenuhi persyaratan hukum untuk dapat diperdagangkan dan dikomersialisasikan di pasar Eropa," katanya menjelaskan kepada Kontan.co.id.

Menurut Ganti, sertifikat tersebut didapatkan melalui proses yang sangat ketat. Selain di Indonesia, rapid test Biozek telah digunakan di negara lain seperti Belanda, Inggris, Portugal, Georgia, Nigeria, dan Arab Saudi.

Hasil investigasi Tempo bersama Organized Crime and Corruption Reporting Project (OCCRP) mengungkap bahwa alat tersebut sebenarnya diproduksi oleh Hangzhou AllTest Biotech Co. Ltd (AllTest) di Cina. Alat tersebut hanya dikemas ulang di Belanda.

CEO Inzek International Trading BV Zeki Hamid mengatakan situs Biozek tak pernah bermaksud menyebut alat itu diproduksi di Belanda. "Merek Belanda," kata Hamid kepada Tempo.

Pada awal April, UK mengalami berbagai masalah dengan alat rapid test yang sama. Pembeliannya besar-besaran, senilai $20 juta (Rp296 miliar). Namun, setelah Universitas Oxford membuktikan ketidaktepatan hasil tesnya, setengah juta alat itu kini tidak terpakai.