post

Politik

Survei PPI: Capres Cawapres Militer-Politik Favorit, Elektabilitas Prabowo Tertinggi

Ramadhan, 23 Februari 2021

Lembaga Parameter Politik Indonesia merilis hasil survei terkait sejumlah isu, salah satunya soal konstelasi politik jelang Pilpres 2024. Bagaimana hasilnya?

Dari survei terkait latar belakang calon presiden dan calon wakil presiden di Pilpres 2024 mendatang, hasilnya menunjukkan capres cawapres dengan komposisi militer-sipil dinilai paling baik oleh publik.

"Data survei secara konsisten mengamini asumsi meningkatnya kembali pamor capres berlatar belakang militer," kata Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno dalam siaran pers, Senin (22/2/21).

Sebanyak 30,2 persen responden memilih kombinasi capres cawapres militer-sipil yang dianggap paling baik. Jumlah ini tentu saja menempati posisi teratas, diikuti responden yang memilih kombinasi sipil-sipil yaitu 26,1 persen.

Lalu, 18,6 responden memilih kombinasi sipil-militer, dilanjutkan kombinasi militer-militer dengan 11,1 persen responden. Sementara 14 persen responden tidak menjawab.

Elektabilitas Prabowo tertinggi

Dalam survei ini, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto yang berlatar belakang militer, tampil sebagai sosok capres dengan elektabilitas tertinggi. Hasil itu selaras dengan kombinasi militer-sipil yang dianggap paling baik sebagai capres cawapres.

"Data elektabilitas juga menunjukkan Prabowo Subianto menjadi figur tak tergantikan dari calon berbasis militer secara konsisten memimpin kompetisi capres 2024, baik pada skenario elektabilitas terbuka, maupun pada skenario elektabilitas tertutup," ucap Adi.

Sementara capres berlatar belakang militer lainnya seperti Gatot Nurmantyo dan Moeldoko dianggap masih harus berjuang keras untuk bisa bersaing dengan kandidat lain. "Hanya AHY (Agus Harimurti Yudhoyono, Ketua Umum Partai Demokrat) yang relatif stabil meski elektabilitasnya cenderung stagnan dan tercecer dari calon lain."

Elektabilitas Prabowo menempati posisi teratas itu diikuti dengan pertanyaan seputar: "Jika pemilihan presiden dilaksanakan saat ini, dan Presiden Joko Widodo tidak boleh mencalonkan diri lagi, siapakah yang akan anda pilih menjadi Presiden Republik Indonesia?"

Hasilnya, Prabowo memiliki elektabilitas sebesar 19,9 persen, disusul Anies Baswedan 11,9 persen. Lalu, dilanjutkan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dengan 11,3 persen dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

Posisi seterusnya disii oleh Tri Rismaharini 4,0 persen, Agus Harimurti Yudhoyono 3,8 persen, Gatot Nurmantyo 3,8 persen, Sandiaga Uno 2,1 persen, Jusuf Kalla 2,0 persen, Basuki Tjahaja Purnama 1,8 persen, Abdul Somad 1,6 persen, dan Mahfud MD 1,5 persen.

Sementara sejumlah tokoh lainnya memiliki elektabilitas di bawah 1 persen. Mereka di antaranya pentolan FPI Rizieq Shihab 0,8 persen, Ketua DPR RI Puan Maharani 0,7 persen, Ketum Perindo Hary Tanoesoedibjo 0,7 persen, hingga Gubernur Jatim Khohfifah Indarparawansa 0,6 persen.

Survei tersebut dilakukan pada tanggal 3-8 Februari 2021 dengan jumlah sampel sebanyak 1.200 responden yang dipilih menggunakan metode simple random sampling dari 6.000 data target yang telah dipilih secara acak dari kerangka sampel.

Survei ini memiliki margin of error kurang lebih 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Adapun pengumpulan data dilakukan dengan metode menggunakan kuosioner via telepon (telepolling).