Stanley Greenberg, Konsultan Politik yang Dikaitkan ke Jokowi

Kedua kubu pasangan capres-cawapres saat ini tengah sibuk membantah bahwa mereka menggunakan jasa konsultan politik asing di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Hal itu berawal dari pernyataan petahana Joko Widodo (Jokowi) yang mengatakan bahwa kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menggunakan konsultan asing. Kini, situasi pun berbalik di mana kubu Prabowo menyebut Jokowi lah yang memakai konsultan politik asing.

Sebelumnya, capres nomor urut 01 Jokowi mengatakan bahwa paslon nomor urut 02 Prabowo-Sandi menggunakan konsultan asing dalam menghadapi Pilpres 2019. Menurut Jokowi, strategi kampanye yang digunakan kubu oposisi berpotensi memecah belah masyarakat. Hal itu tak lepas lantaran keberadaan konsultan asing tersebut.

"Yang dipakai konsultan asing. Enggak mikir ini memecah belah rakyat atau tidak, enggak mikir mengganggu ketenangan rakyat atau tidak, ini membuat rakyat khawatir atau tidak. Membuat rakyat takut, enggak peduli," kata Jokowi saat bertemu sedulur pengusaha kayu dan mebel di Solo, Minggu, 3 Februari 2019. 

Meski begitu, Jokowi sendiri tak menyebut konsultan asing apa yang digunakan kubu lawannya. Namun, ia sempat menyinggung soal propaganda Rusia. "Seperti yang saya sampaikan, teori propaganda Rusia seperti itu. Semburkan dusta sebanyak-banyaknya, semburkan kebohongan sebanyak-banyaknya, semburkan hoaks sebanyak-banyaknya sehingga rakyat menjadi ragu. Memang teorinya seperti itu," kata Jokowi.

Kemudian Jokowi memberi contoh hoaks soal tujuh kontainer surat suara tercoblos yang heboh beberapa waktu lalu. Selain itu ada juga hoaks soal penganiayaan Ratna Sarumpaet, yang saat itu masih bergabung dalam Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi.

Jokowi juga sempat menyinggung soal dirinya yang selama ini disebut sebagai antek asing. Namun, pada kenyataannya, kubu Prabowo-Sandi lah yang menggunakan konsultan asing dalam menghadapi Pilpres 2019. "Konsultannya konsultan asing. Terus yang antek asing siapa? Jangan sampai kita disuguhi kebohongan yang terus-menerus. Rakyat kita sudah pintar, baik yang di kota atau di desa," ujar mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut.

Kubu Prabowo Sebut Jokowi Gunakan Konsultan Politik Asing

Tak tinggal diam, kubu BPN Prabowo-Sandi pun akhirnya buka suara. Mereka bahkan mengkaitkan Jokowi dengan konsultan politik asal Amerika Serikat (AS) Stanley Greenberg. Stanley ini dikabarkan merupakan konsultan yang membantu Jokowi dalam pemenangan pemilu.

"Kami mendapatkan informasi. Apakah ini benar? Kami tunggu klarifikasi Pak Jokowi," kata juru bicara BPN Prabowo-Sandiaga, Andre Rosiade kepada wartawan, Selasa, 5 Februari 2019. 

Lalu, Andre menunjuk website lembaga konsultan politik Amerika Serikat, The Political Strategist. Salah satu kontributor yang disebutkan dalam website itu adalah Stanley Bernard Greenberg. Laman itu juga mengulas mengenai siapa sosok Stanley tersebut.

Dalam biografi yang tertulis di website itu, Stanley diketahui merupakan ahli strategi politik yang merupakan mitra pendiri di Greenberg Quinlan Rosner Research (GQR), sebuah perusahaan riset dan kampanye politik yang bermarkas di Washington D.C dan berafiliasi erat dengan Partai Demokrat.

Lebih lanjut, The Political Strategist juga membeberkan sejumlah daftar klien Greenberg sebagai penyurvei dan ahli strategi politik. Beberapa di antaranya merupakan pemimpin negara yang namanya cukup terkenal, seperti Presiden AS Bill Clinton, Presiden Afrika Selatan Nelson Mandela, Wakil Presiden AS Al Gore, Perdana Menteri Inggris Tony Blair, Senator sekaligus eks Menlu AS John Kerry, Kanselir Jerman Gerhard Shroder hingga Presiden RI Joko Widodo.

"Pak Jokowi menuduh pihak kami memakai konsultan asing dan kami sudah membantahnya. Pak Jokowi mengaku tak pakai konsultan asing. Kami menemukan ada data, bahwa Pak Jokowi kliennya," kata Andre.

Sebenarnya Andre mengatakan bahwa pihaknya tak ingin melancarkan tuduhan ke Jokowi. Namun, ia hanya memintah ke Jokowi untuk mengklarifikasi soal penggunaan konsultan politik asing Stanley Greenberg tersebut. "Kami tidak ingin melakukan tuduhan. Supaya tidak berkembang, tidak jadi fitnah, maka kami bertanya, apakah bener Pak Jokowi pernah jadi klien saudara ini sesuai yang ada di website," ujarnya.

"Kami minta Pak Jokowi berikan klarifikasi. Kita tak ingin ada fitnah di masyarakat kan. Jangan-jangan ini hoax atau fitnah. Kan kasihan Pak Jokowi," kata Andre.

Siapa Stanley Greenberg?

Sebenarnya isu mengenai Stanley Greenberg yang merupakan konsultan politik Jokowi sendiri sebelumnya juga pernah muncul dalam Pilpres 2014. Namun, isu itu akhirnya berlalu begitu saja lantaran saat itu tak ada bukti bahwa Jokowi menjadi klien Stanley. Namun, isu itu kini kembali muncul.

Seperti yang dijelaskan di atas, Stanley Greenberg merupakan seorang konsultan politik, peneliti, dan penulis buku. Kliennya berasal dari berbagai latar belakang seperti politikus, partai politik, korporasi, dan organisasi akar rumput.

Tak hanya itu saja, Stanley juga tercatat sebagai pendiri dan CEO dari Greenberg Quinlan Rosner Research. Perusahaan riset dan konsultasi yang berbasis di Washington DC ini ditengarai berafiliasi dengan Partai Demokrat. Stanley juga disebut telah menghasilkan penelitian yang membantu menyukseskan manuver kandidat atau korporasi, terutama menyangkut isu perubahan iklim, transformasi peran gender, milenial, dan reformasi politik.

Selain pernah memiliki klien dari tokoh-tokoh besar dunia, Stanley juga disebut pernah bekerja dan menyediakan layanan konsultasi politik strategis untuk perusahaan raksasa, seperti Microsoft, BP, Boeing, Sun Microsystems, Converse, Monsanto dan United HealthCare. Penelitian Stanley yang dikenal mendalam dan ekstensif kerap kali mengungkapkan kebenaran yang andal yang berhasil membantu politisi maupun korporat. 

Reputasi Stanley sendiri ikut melesat lantaran didongkrak dari sederet daftar klien ternamanya yang berasal dari seluruh dunia. Nama Jokowi sendiri tampak jelas tercantum sebagai salah seorang klien seorang ahli strategi politik ternama asal Amerika Serikat, Stanley B. Greenberg, PhD.

Tak hanya itu saja, Stanley juga menjabat sebagai penasihat strategis untuk panitia penyelenggara Olimpiade Athena pada tahun 2004, membantu mereka mempersiapkan diri menghadapi tantangan geopolitik acara tersebut. Stanley juga pernah melakukan pemungutan suara untuk kampanye untuk melarang ranjau darat, Proyek Israel, dan untuk kader LSM internasional yang berurusan dengan isu-isu penting seperti perubahan iklim, reformasi politik, advokasi dan penuaan perempuan. 

Related Article