Siasat Jokowi dan Prabowo Gandeng Dua Pebisnis ‘Ulung’ Indonesia

Joko Widodo dan Prabowo Subianto sama-sama memiliki sosok pebisnis dan pengusaha sukses di kubu masing-masing. Jika Jokowi menggaet Erick Thohir sebagai ketua Tim Kampanye Nasional (TKN), Prabowo punya Sandiaga Uno yang didapuk sebagai bakal calon wakil presiden.

Menariknya, keberadaan Erick dan Sandi jadi sorotan publik lantaran keduanya merupakan sahabat lama yang sukses di dunia bisnis dan dipertemukan kembali sebagai lawan di panggung politik. Erick dan Sandi dinilai sama-sama memiliki kelebihan yang bisa dimaksimalkan Jokowi dan Prabowo di Pilpres 2019.

Seperti kita tau, Jokowi menunjuk Erick sebagai ketua timses, tak lepas dari latar belakang suksesnya sebagai pebisnis. Apalagi, Erick baru saja selesai menjabat sebagai Ketua INASGOC dan sukses menggelar hajatan Asian Games 2018.

Selain itu, Erick juga dikenal secara luas sebagai sosok pengusaha yang namanya melejit di dunia bisnis internasional. Ia menjadi pemilik sejumlah klub sepakbola seperti Inter Milan dan DC United, hingga klub basket NBA, Philadelphia 76ers.

Sementara Prabowo memilih Sandi juga karena sosok berkacamata itu adalah seorang pebisnis sukses. Sebagai mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandi turut meluncurkan program OK OCE (One Kecamatan One Centre of Entrepreneurship) bersama Gubernur Anies Baswedan.

Baca Juga: Erick Thohir dan Kontra Strategi Jokowi Hadapi Prabowo di Pilpres 2019

Program itu, menurut Sandi, diluncurkan guna melatih masyarakat menjadi wiraswastawan. Yang jelas keputusan Prabowo memilih Sandi tampaknya lebih mempertimbangkan sisi ekonomi lantaran Sandi adalah seorang pengusaha.

Dua Sahabat Lama (Pebisnis) Bertemu di Panggung Politik

Tentu saja salah satu hal yang menarik dari keberadaan Erick dan Sandi di kubu Jokowi dan Prabowo adalah karena pertemanan keduanya sebagai pebisnis ‘ulung’. Keduanya sama-sama punya latar belakang kuat sebagai pengusaha.

Sandi dan Erick sempat berada di himpunan yang sama sebagai pengurus yakni Himpunan Pengusaha Muda Indonesia atau HIPMI. Menariknya, saat Sandi menjabat sebagai Ketua HIPMI periode 2005-2008, Erick sempat menjadi bagian di dalamnya.

Sandi sendiri sebenarnya sempat khawatir kalau Erick bergabung dengan kubu Jokowi. Bahkan sehari sebelum pengumuman, Sandi sempat mengomentari kabar ditawarinya Erick menjadi ketua tim sukses Jokowi-Ma’ruf. 

Saat itu, pada Kamis, 6 September 2018, Sandi berharap Erick menolak posisi itu. Sayangnya, Erick tetap menerima tawaran Jokowi dan Sandi pun kini pasrah jika harus berhadapan dengan sahabatnya tersebut di panggung politik.

“Ya, tentu secara jujur, ya khawatir. Ini pertemanan. Secara riil, pasti kami khawatir bahwa anak-anak kami, terutama istri saya pasti khawatir. Tapi saya pastikan bahwa ini bukan tentang Sandi dan Erick tapi ini tentang Indonesia. Ini tentang masyarakat Indonesia inginkan," kata Sandi saat itu.

Sandi sendiri mengaku bahwa ia sudah mengenal Erick sejak lama bahkan sewaktu mereka duduk di bangku Sekolah Dasar. Keduanya kerap bermain basket bersama walau memang tak menempuh pendidikan di SMA yang sama di Jakarta. 

Ketika menempuh pendidikan di bangku kuliah, Erick dan Sandi juga diketahui sama-sama mencari ilmu di Amerika Serikat. Meski beda kampus, Sandi mengaku kalau mereka tetap saling mengunjungi.

Seberapa Besar Keduanya Berpengaruh?

Menurut Adi Prayitno, Direktur Parameter Politik Indonesia, keberadaan Erick Thohir lebih kepada keinginan Jokowi membentuk tim sukses yang lebih berwarna. Erick dinilai sebagai sosok yang tak punya kepentingan di partai politik.

“Kenapa Erick Thohir yang dipilih oleh Jokowi? Pertama, ia ingin membangun sebuah tim sukses pelangi ya, karena kan udah banyak tim sukses yang isinya anak muda, kalangan partai politik dan generasi millenial,” kata Adi kepada Asumsi.co, Senin, 10 September.

Nah, sepertinya yang juga ingin dirangkul Jokowi dan tim suksesnya adalah kalangan pengusaha. Maka sekali lagi Jokowi sepertinya ingin membentuk tim sukses yang relatif lebih pelangi ya, merangkul semua kalangan.”

Selain itu, menurut Adi, dipilihnya Erick sepertinya merupakan upaya antisipasi munculnya celah isu-isu yang nanti akan dijadikan bahan untuk menyerang Jokowi. Keberadaan Erick dinilai bisa meredam itu.

“Kenapa Erick Thohir? Itu tadi karena Erick punya success story ia memimpin perusahaan, industri, klub-klub besar, hingga komunitas.”

“Hal itu setidaknya sudah jadi bekal utama untuk melakukan satu sentuhan politik dalam pemenangan tim sukses, enggak ada masalah. Kan dari dulu memang banyak kok pengusaha dan pebisnis yang terjun dalam dunia politik.”

Baca Juga: Seberapa Penting Posisi Ketua Tim Sukses Bagi Pasangan Capres-Cawapres?

Adi mengungkapkan bahwa Erick Thohir menerima tawaran Jokowi untuk menjadi ketua tim sukses tampaknya tak lepas dari kesamaan chemistry. Erick, menurut Adi, memiliki peluang untuk bisa mengaksentuasi kemampuannya sebagai pengusaha yang sukses dan manajer yang sukses.

Lalu, bagaimana dengan Sandi? Prabowo tampaknya mempertimbangkan personifikasi diri Sandi yang disebut-sebut sebagai pengusaha muda sukses dan merupakan representasi generasi milenial.  

Prabowo membuka jalan dan panggung anak muda agar bisa dimaksimalkan Sandi, selain tentu sektor ekonomi yang menjadi andalan Sandi selama ini.

Menurut Pengamat Politik Universitas Padjadjaran, Idil Akbar, ada sedikit perbedaan antara Erick dan Sandi di kubu masing-masing. Meski sama-sama sebagai pengusaha sukses, porsi tugas keduanya pun berbeda.

“Ya ini kan sebenarnya berbeda di situasi politiknya ya, artinya Sandiaga Uno adalah menduduki posisi bakal cawapres yang merupakan objek yang akan dimenangkan. Lalu, Erick Thohir adalah subjek yang akan memenangkan Jokowi,” kata Idil saat dihubungi Asumsi.co, Senin, 10 September.

“Kalau soal strategi tentu masing-masing kubu punya cara lah ya untuk memenangkan pasangan mereka. Hanya saja kalau bicara soal pebisnis, ya tentu strategi yang kemudian mereka jalankan nanti ya pasti berdasarkan pengalaman mereka di dunia bisnis.”

Dalam konteks itu, menurut Idil, antara Erick dan Sandi sepertinya tidak sama dalam hal mempertahankan pengalaman masing-masing di dunia bisnis yang bisa berbuah kesuksesan. Tentu hasil kerja keduanya bagi kubu masing-masing masih harus dinanti dalam beberapa waktu ke depan.

Related Article