Setelah Jadi Anak Kos, Setya Novanto Kini Berubah Jadi ‘Anak Santri’

Setya Novanto benar-benar mengalami transformasi hidup yang signifikan nih guys. Setelah sempat merasakan jadi anak kos selama mendekam di tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), kini Papa Setnov berubah jadi ‘anak santri’. Wah seperti apa ya guys?

Ya, sejak resmi masuk tahanan KPK pada 20 November 2017 lalu, kehidupan Setnov memang berubah drastis. Tentu tak ada kemewahan lagi yang bisa ia rasakan, termasuk segala jabatan penting seperti Ketua DPR RI dan Ketum Golkar harus ia lepaskan.

Perlahan, Setnov menjalani kehidupan normal setiap hari, termasuk pengakuannya yang merasa hidup seperti anak kos. Ternyata gak cuma itu aja nih guys, kini politisi kelahiran Bandung, Jawa Barat pada 12 November 1955 itu menikmati hidup yang lebih religius. Alhamdullilah…

Curahan hati itu ia sampaikan kepada wartawan sesaat sebelum sidang kasus korupsi e-KTP di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Senin 12 Februari. Politisi berusia 62 tahun itu mengawali curahan hatinya soal suka duka selama di rumah tahanan. 

"Kita menceritakan bagaimana kesusahannya, ada juga para bupati yang juga ditahan di sana," kata Setya Novanto, di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, seperti dinukil dari Tempo.co, Senin 12 Februari.

Menariknya, selain bertukar cerita satu sama lain, Setnov juga mengaku menghabiskan waktunya untuk belajar membaca Al-Qur'an selama berada di tahanan. Maka dari itu, Setnov mengaku rutan KPK jauh dari kesan horor lantaran selalu diisi dengan kegiatan-kegiatan yang bersih dan positif.

Setnov mengaku saat ini dirinya semakin berusaha untuk mendekatkan diri kepada Tuhan. Novanto juga mengatakan, dirinya terus berupaya memperbaiki bacaan Al-Qur'annya supaya bisa menjadi imam saat salat berjamaah. 

"Kebetulan semua bersih semua, sembahyangnya kuat-kuat semua. Semua baca Al-Qur'an (yang beragama Islam). Saya pun belajar dari teman-teman yang lain. Belajar baca. Selalu shalat berjamaah. Saya lagi belajar (untuk jadi imam salat, -red),” beber Setnov.

"Semuanya dipelajari. Kita saling ngobrol, namanya saling susah ya kembali kita pasrahkan kepada Tuhan," lanjutnya. 

Selama di rutan, Setnov juga bercerita bahwa ia memiliki kedekatan khusus dengan salah satu tahanan lainnya yakni eks auditor BPK, Rochmadi Saptogiri. Rochmadi-lah yang selama ini mengimaminya saat salat berjamaah. 

"Ada Pak Sapto ada Pak Imam (Tubagus Imar Aryadi), ya gantian jadi komandan imam," ungkapnya.

Lalu, satu hal menarik lainnya adalah Setnov tampil dengan gaya rambut baru saat menjalani sidang hari ini. Ya, Setnov mengaku baru saja memangkas rambutnya.

"Ini sebulan sekali," kata Setnov.

Novanto menuturkan saat ini hidupnya jauh dari mewah. Bahkan untuk memangkas rambutnya di rumah tahanan, ia hanya bisa menyewa jasa tukang cukur keliling.

"Sudah diteliti lah kalau KPK, diteliti betul, di-screening betul. (Tukang cukurnya) bagus. Dan saya juga terima kasih bisa potong sebulan sekali, biasa dua minggu sekali. Cepat panjang (rambutnya). Ini (gayanya) setengah anak muda. Biar enggak kelihatan susah," lanjut Novanto.

Pada akhir Januari 2018 kemarin, Setnov mengakui bahwa dirinya seperti anak kos selama menjalani kehidupan di tahanan KPK. Setnov ikut menyantap mie instan dan melakukan kegiatan layaknya anak kos seperti ngepel dan nyuci piring.

"Sekarang kan jadi anak kos kan, hehehe, sekarang rakyat jelata, tapi makannya sama-sama," kata Setya Novanto sebelum menjalani sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, sebagaimana dikutip dari Detikcom, Kamis (25/01).

"Sekarang kita berbagi ngepel, nyapu, nyuci piring. Saya bagian cuci piring ajalah," ujar Novanto.

Related Article