Selebgram, Bukan Artis Ibu Kota Tapi Terkenal di Dunia Maya

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengusulkan agar selebgram juga dikenai pajak sama seperti selebriti lain yang mencari penghasilan di dunia hiburan. Tapi, kalau kata Direktorat Jenderal Pajak (DJP), masyarakat Indonesia termasuk selebgram sudah cukup memiliki kesadarannya sendiri dalam membayar pajak. Hal itu terjadi karena beberapa selebgram di Indonesia sudah diberikan pembinaan oleh pihak DJP.

"Kalau perhatikan di medsos kami (DJP), banyak selebgram yang datang ke kantor pajak, itu hasil dari pembinaan yang kami lakukan," ujar Direktur Penyuluhan, Pelayanan dan Hubungan Masyarakat (P2Humas) DJP Hestu Yoga Saksama, Jumat, 11 Januari 2019.

Menurutnya, saat ini mulai banyak juga para selebgram yang dengan inisiatifnya sendiri datang ke kantor pajak untuk mendaftar Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), melapor Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT), dan melakukan konsultasi. Hestu berharap para selebgram akan terus berkontribusi bagi pembangunan melalui ketaatan membayar pajak.

“Melihat fenomena semakin berkembangnya selebgram ini, kita berikan perhatian yang cukup dalam pembinaan dan pengawasan kepada mereka supaya lebih patuh," harapnya.

Meski begitu, pihak DJP sendiri sampai saat ini belum menghitung secara pasti potensi pajak dari para selebgram. Tapi, bisa dilihat bersama, fenomena selebgram saat ini bisa mengubah kehidupan, yang tadinya orang biasa, hingga akhirnya tenar, memiliki ratusan ribu fans, dan dipercaya melakukan paid promote dan endorsement. Lalu siapa saja selebgram yang kehidupannya mulai berubah berkat Instagram?

Mimi Peri

Sosok Mimi Peri tentu sudah tidak asing di kalangan pengguna internet khususnya Instagram. Ia dikenal berkat gayanya yang penuh komedi serta anti-mainstream. Meski terlahir sebagai seorang laki-laki, Mimi Peri sering berdandan layaknya seorang wanita.

Pemilik nama asli Ahmad Jaelani itu sering mengenakan busana hasil kreasinya sendiri. Dibuat dari barang-barang yang tidak biasa, seperti plastik bekas, tali, atau dedaunan, dan ranting-ranting. Berkat keunikan dan gayanya yang eksentrik, Mimi Peri pun berhasil mencuri perhatian.

Sebelum menjadi selebgram, Mimi Peri mengaku pernah bekerja sebagai penjual air minum isi ulang. Dari pekerjaan itu, dia mendapatkan upah sebesar Rp 600 ribu per bulan. Tapi, kini penghasilannya meningkat drastis setelah menjadi selebgram. Ia mulai bisa merenovasi rumah dan membeli kendaraan pribadinya.

"Jadi selebgram banyak membantu aku banget, rumah ku sekarang udah lebih bagus lagi daripada kemaren, bocor, dapur bocor, semua bocor, genteng bocor. Dengan hasil endorse-endorse-an itu, sebagai Mimi Peri Rapunzel kan, banyak sih, aku jadi bisa punya motor,” kata Mimi Peri dalam kesempatannya diwawancara Asumsi.co, di Kendari, Sulawesi Tenggara.

Devina Aureel

Saat video di Instagram durasinya dibatasi 15 detik saja, tepatnya pada 2014 lalu, Devina Aureel sudah menggunakan media sosialnya untuk bebas berekspresi. Berawal dari iseng-iseng menggunakan Instagram, Devina mengunggah foto-foto selfie-nya yang cenderung apa adanya dan cukup mengundang tawa.

Gadis asal Malang itu juga suka membuat video-video unik, seperti menyindir kebiasaan yang dilakukan oleh para pengguna Instagram. Ia juga makin dikenal berkat bergabung bersama komunitas video kreatif Instagram,Indovidgram yang sangat populer di tahun 2015.

Berangkat dari situ, Devina akhirnya mulai dilirik produser film. Ia pun ikut mengambil peran dalam film “Relationshit” yang tayang 2015 lalu. Dua tahun berselang, ia juga kembali dipercaya mengambil peran di dalam film Yowis Ben pada 2018.

Meski cukup terkenal, Devina nampaknya enggan memberikan slot paid promote seperti selebgram pada umumnya. Ia terlihat lebih sering mengiklankan produk-produk besar di posting-an Instagramnya. Karya terbarunya Devina saat ini berkolaborasi seorang penyanyi bernama Virgoun dalam videoklip Meski Lewat Luka.

Natta Reza

Salah satu pria yang dikenal dengan posting-an tentang agama Islam di Instagram adalah Natta Reza. Ia dulunya adalah orang biasa yang tinggal di Desa Pemali, Kabupaten Bangka Induk, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung kemudian merantau ke Jakarta. Di Ibu Kota, Natta pernah berjualan susu kedelai di sekitaran Ciputat dan Kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Selain berjualan, ia juga rajin mengamen. “Saya mulai ngamen itu seingat saya ya sekitar tahun 2010 lah. Ngamen di Pesanggrahan sebelah kampus UIN, gantian sama abang-abang pengamen lain. Ngamennya bisa pagi-pagi banget, siang pas jam istirahat, bahkan sampai malam juga,” kata Natta pada Asumsi.co, 6 Agustus 2018 lalu.

Berkat tampilannya yang rapih, Natta menjadi pengamen yang cukup mendapatkan banyak perhatian orang sekitar. Hari berganti hari, hingga akhirnya membuat Natta memilih untuk berhijrah dengan mendalami ilmu-ilmu agama.

“Yang terpenting dari hijrah saat di mana proses itu berlangsung. Salah satu caranya dengan memperkaya ilmu agama, mengikuti kajian, dan berkumpul dengan orang-orang soleh dan shaliha,” katanya.

Di masa hijrahnya itulah Natta bertemu dengan Wardah Maulina di Instagram yang kini menjadi istri Natta. Setelah menikah, kehidupan mereka berdua mulai berubah drastis. Endorsement dan paid promote kini kerap tampak di Instagramnya.

 

Related Article