post

Current Affairs

Sekutu Presiden Brasil ini Menyembunyikan Dana Korupsi di Bokongnya

Raka Ibrahim, 17 Oktober 2020

Upaya penanggulangan pandemi di Brasil dijegal oleh peristiwa mencengangkan. Salah seorang sekutu dekat presiden Jair Bolsonaro baru-baru ini ditangkap KPK Brasil atas tuduhan korupsi. Saat digrebek di rumahnya, polisi menemukan barang bukti uang tunai puluhan ribu real Brasil yang disembunyikan… di dalam bokong tersangka.

Kejadian gemilang ini menimpa Chico Rodrigues, wakil ketua Senat Brasil yang dikenal sebagai salah satu tangan kanan Jair Bolsonaro. Ia jadi salah satu aktor di balik skandal korupsi dana penanganan pandemi COVID-19. Penggrebekannya adalah adegan dramatis yang dijamin bikin citra pemerintahan Bolsonaro makin drop di mata rakyatnya.

Atas perintah Mahkamah Agung Brasil, gugus tugas khusus yang terdiri dari perwakilan kepolisian dan KPK Brasil menggrebek rumah sang senator di Boa Vista, ibu kota provinsi Roraima. Seperti dilansir koran Estado de Sao Paulo, di sana polisi menemukan uang tunai berceceran di meja dan kamar Rodrigues. Namun, yang lebih seru adalah uang tunai senilai 30 ribu real yang disembunyikan Rodrigues di celana dalamnya.

Tak ada yang menggambarkan situasi itu lebih baik ketimbang Revista Crusoe, majalah lokal yang pertama meliput berita tersebut. “Penggrebekan tersebut berakhir dengan adegan memalukan,” tulis mereka. “Saat polisi mengumpulkan barang bukti--termasuk dari celana dalam Rodrigues--mereka mendapati bahwa banyak lembaran uang tunai itu dinodai oleh kotoran sang senator.”

Kamu tidak salah baca. Saking bersemangatnya Rodrigues menyembunyikan uang kertas di celana dalamnya, uang itu berhamburan dan berhimpit-himpitan masuk lubang pantatnya sendiri.

Berita cemerlang ini langsung menjadikan sang senator bulan-bulanan warga Brasil. Koran-koran lokal silih berganti melansir headline yang terdiri dari lelucon soal bokong dan feses, sementara tagar #PropinaNaBunda (Uang Suap Masuk Pantat) jadi trending topic di Twitter Brazil. Sementara dari balik jeruji, Rodrigues menawarkan pembelaan dengan pilihan kata-kata yang kurang pas: “Saya tak pernah terlibat dalam skandal apapun,” ucapnya. “Saya orang yang bersih, bersih sekali.”

Ditangkapnya tangan kanan presiden jelas amat memalukan bagi Jair Bolsonaro. Meski sering menyulut kontroversi akibat pernyataannya yang dinilai asal-asalan, seksis, dan rasis, ia dilantik sebagai presiden salah satunya karena berjanji akan menghanguskan korupsi di pemerintahan Brasil. Dalam jumpa pers pekan ini, Bolsonaro berjanji akan bertindak keras ke politisi yang tak jujur. “Saya akan menendang leher mereka sambil salto,” janji Bolsonaro.

Namun, kini sekutunya di Senat ditangkap basah dengan uang tunai menggemburkan bokong. Tak henti di sana, anak sang presiden pun disorot KPK atas tudingan korupsi. Flavio Bolsonaro, anak sang presiden yang juga seorang politisi, menyangkal tudingan tersebut, begitu pula bapaknya. Tapi investigasi akan terus berlanjut.

Situasi bertambah miris sebab uang yang dikorupsi diduga kuat berasal dari dana untuk penanggulangan pandemi COVID-19 di Brasil. Sejak awal pandemi sekalipun, pemerintah pusat Brasil dinilai asal-asalan menangani pandemi. Maret 2020, Bolsonaro bersikeras pandemi ini “dilebih-lebihkan” seraya mengecam pihak yang menyebarkan kepanikan di masyarakat. Dalam bulan-bulan berikutnya, ia berulang kali muncul di acara publik tanpa menggunakan masker dan tanpa mengikuti protokol social distancing.

Brasil pun dua kali berganti Menteri Kesehatan. April 2020, Menkes Luiz Mandetta mundur karena tak sepakat dengan perintah Bolsonaro yang meminta aturan karantina dilonggarkan. Penggantinya, Nelson Teich, mundur setelah kurang dari sebulan menjabat melalui pesan singkat WhatsApp gara-gara frustrasi dengan kepemimpinan Bolsonaro.

Pemerintah daerah pun membangkang dari arahan pemerintah pusat. Gubernur provinsi Goias menuduhnya “tak bersikap selayaknya pemimpin”. Bahkan Gubernur Sao Paulo, Joao Doria, menyatakan bahwa “Brasil tengah bertarung melawan dua virus: COVID-19 dan Jair Bolsonaro.” Saking parahnya, 26 Gubernur di Brasil membuat forum diskusi dan rapat koordinasi sendiri untuk menangani pandemi, tanpa melibatkan perwakilan pemerintah pusat.

Puncaknya, 7 Juli 2020 lalu Jair Bolsonaro mengumumkan bahwa ia sendiri positif COVID-19. Tak henti di sana, istri dan kepala Kantor Staf Presidennya juga positif COVID-19, begitupun tujuh orang Menteri di kabinetnya.

Sementara, kasus COVID-19 di Brasil terus bertambah. Per 16 Oktober 2020, Brasil mencatat 5.17 kasus aktif COVID-19, angka tertinggi ketiga di dunia. Adapun 152 ribu orang telah meninggal dunia akibat pandemi ini.