Sejarah Gereja Katedral Notre Dame yang Terbakar

Gereja bersejarah Katedral Notre Dame yang terletak di kota Paris, Prancis, terbakar pada hari Senin, 15 April 2019 waktu setempat. Selama 855 tahun berdiri, kebakaran ini merupakan kebakaran terparah yang pernah dialami oleh gereja Notre Dame. Atap dan puncak menara Notre Dame terlihat mengeluarkan api dan asap yang begitu membumbung tinggi.

Sekitar 500 pemadam kebakaran diturunkan. Mereka menghabiskan waktu berjam-jam untuk memadamkan api yang begitu besar. Di lokasi terjadinya kebakaran, Komandan Pemadam Kebakaran Paris, Jenderal Jean-Claude Gallet mengatakan bahwa gereja yang sudah diakui oleh Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai warisan dunia ini masih terselamatkan. Struktur bangunan dan dua tower dipastikan terjaga dengan baik. Pemadam kebakaran  akan mencoba untuk menyelamatkan karya seni yang berada di dalam gereja.

“Kami dapat memastikan bahwa dua tower sudah terselamatkan. Struktur Notre Dame terselamatkan dan terjaga dengan penuh. Pemadam kebakaran akan bekerja sepanjang malam untuk menyelamatkan karya seni,” tutur Jenderal Gallet, Senin (15/4), seperti dilansir dari The Times.

Di waktu dan tempat yang sama, Presiden Prancis Emmanuel Macron memastikan bahwa pembangunan kembali Notre Dame akan segera dilaksanakan. Warga Prancis pasti mengingkan hal tersebut, terutama sejarah yang begitu besar di dalamnya. Macron juga mengatakan bahwa gereja ini sudah melalui banyak sejarah dan perjuangan bangsa Prancis sejak ratusan tahun lalu.

“Kami akan membangun kembali Notre Dame. Karena itu lah yang diinginkan warga Prancis. Karena itu lah yang pantas (dilakukan) untuk sejarah kita. Notre Dame sudah menjadi saksi berbagai momen besar kita, epidemik kita, perang-perang kita, pembebasan kita. Gereja ini adalah titik pusat kehidupan kita,” ujar Presiden Macron.

Penuh Makna dan Sejarah

Apa yang diucapkan oleh Presiden Macron tentang gereja Notre Dame yang penuh sejarah memang benar adanya. Berstatus gereja ‘katedral’ dan memiliki nama lengkap Notre-Dame de Paris, gereja ini mulai dibangun pada tahun 1163 dan baru benar-benar rampung hampir 200 tahun setelahnya. Berumur lebih dari 800 tahun, berbagai sejarah pun sudah disaksikan gereja ini.

Pada tahun 1431, gereja Notre Dame menjadi saksi tempat raja Henry VI dari Inggris didapuk menjadi Raja Prancis. Penahbisan raja ini dilakukan di dalam gereja Notre Dame. Di tahun 1804, Napoleon Bonaparte didapuk sebagai seorang kaisar, juga di dalam gereja ini. Pada tahun 1909, Joan of Arc, yang membantu Perancis mengalahkan Inggris, dibeatifikasi di dalam gereja ini oleh Paus Pius X.

Selain yang berkaitan dengan pemberkatan, gereja Notre Dame juga menjadi berbagai saksi sejarah lain. Di tahun 1790, ketika Revolusi Prancis terjadi, gereja ini rusak dan dibiarkan begitu saja. Napoleon menyelamatkan gereja ini dari penghancuran total dan membangun kembali gereja ini.

Perang Dunia kedua yang begitu hebat sempat membuat keberadaan gereja ini terancam. Dilansir dari situs resmi gereja Notre Dame, sempat dirumorkan bahwa para tentara Jerman berniat untuk menghancurkan kaca-kaca berwarna yang ada di Notre Dame. Hal ini membuat Notre Dame memutuskan untuk menanggalkan kaca-kaca tersebut, dan baru memasangnya kembali pasca PD selesai.

Ketika kota Paris diserang oleh tentara Nazi Jerman pada tahun 1944, perang antara tentara Nazi Jerman dan tentara Prancis pun tak bisa dielakkan. Berlangsung selama enam hari, Paris berhasil diselamatkan dari serangan Nazi Jerman. Gereja Notre Dame pun menjadi tempat yang dipilih untuk merayakan pembebasan kota Paris dari Jerman.

Salah satu peninggalan bersejarah yang diletakkan di dalam gereja Notre Dame adalah sebuah piano dari abad ke-17. Piano ini masih berfungsi dan terus digunakan. Berbagai karya seni lain seperti lukisan dan pahatan juga diletakkan dalam gereja ini. Kesenian-kesenian tersebut menceritakan pembangunan gereja dan sejarah kota Paris berdiri.

Related Article