Sederet Negara yang Berhasil Pindah Ibu Kota

Rencana pemindahan ibu kota masih terus dikaji sampai hari ini. Dari tiga opsi yang ada, Presiden RI Joko Widodo pun sudah mengambil keputusan dengan memilih opsi ketiga yakni memindahkan ibu kota ke luar Pulau Jawa. Banyak hal yang jadi pertimbangan dalam wacana memindahkan ibu kota tersebut.

Sebelumnya, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Bambang Brodjonegoro mengatakan bahwa perkiraan waktu proses pemindahan ibu kota dari Jakarta ke kota lain membutuhkan waktu 5-10 tahun. Sementara dari sisi pendanaan, ia memproyeksi kebutuhannya mencapai US$23 miliar-US$33 miliar atau setara Rp323 triliun-Rp466 triliun. 

"Perbedaannya kalau yang lima tahun berarti pekerjaannya menjadi lebih cepat. Size (ukuran) dari aktivitasnya menjadi lebih besar, otomatis kebutuhan pembiayaannya akan lebih besar," kata Bambang di kantornya di Jakarta, Selasa, 30 April 2019. 

Dalam rencana pemindahan ibu kota tersebut, setidaknya ada sejumlah tahapan yang harus dilalui. Misalnya saja seperti perencanaan kota, desain dasar, lalu implementasi. Paling utama, pemerintah harus memastikan bahwa tanah di wilayah calon ibu kota harus bisa digunakan untuk pembangunan. 

Selain itu, Bambang mengatakan bahwa Bappenas bakal menyiapkan dua skenario dari sisi jumlah penduduk, pertama jumlah penduduk sebanyak 900 ribu jiwa dan skenario kedua jumlah penduduk 1,5 juta jiwa. Jumlah tersebut sudah mencakup Aparatur Sipil Negara (ASN), golongan eksekutif, yudikatif, dan legislatif, serta masyarakat sipil. 

"Perkiraan kami skenario satu, tadi jumlah penduduk 1,5 juta terdiri dari ekskutif, yudikatif, dan legislatif hampir 200 ribu, lalu TNI Polri 25 ribu, anggota keluarga 850 ribu. Nah kemudian pelaku ekonomi sekitar 400 ribu orang," ucapnya. 

Bambang pun mengatakan bahwa pihaknya akan terus melanjutkan kajian soal rencana pemindahan ibu kota tersebut. Selain Bappenas, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahaan Rakyat akan bertanggung jawab dari sisi desain pembangunan dan Kementerian Agraria dan Tata Ruang bertanggung jawab dari sisi penyediaan lahan. 

Rencana pemindahan ibu kota itu memang harus mempertimbangkan banyak hal, termasuk juga belajar dari negara lain yang sudah lebih dulu berhasil memindahkan ibu kota negara masing-masing. Negara mana saja yang sudah melakukan pemindahan ibu kotanya?

1. Rusia

Rusia sendiri sudah dua kali melakukan pemindahan ibu kota. Awalnya ibu kota Rusia adalah Moskow, namun pada tahun 1712 Rusia sempat memindahkan ibu kota mereka dari Moskow ke kota St Peterburg, dengan alasan agar lebih aksesnya lebih dekat ke negara-negara Eropa. Lalu, karena alasan tertentu, pada tahun 1918 ibu kota Rusia dipindahkan kembali ke Moskow. Menurut sejarah, Moskow sendiri telah menjadi ibu kota Rusia sejak abad ke-15. 

2. Australia

Pada awal abad ke-19, Melbourne dan Sydney menjadi dua kota besar yang sama-sama ingin jadi ibu kota Australia. Namun, pemerintah setempat akhirnya memilih Canberra sebagai ibu kota Negeri Kangguru tersebut pada tahun 1927 silam. 

Canberra sendiri terletak di antara Melbourne dan Sydney. Meskipun pusat pemerintahannya pindah, Melbourne tetap menjadi pusat bisnis dan perekonomian. Kini Melbourne menjadi  kota paling nyaman untuk ditinggali di Australia.

3. Kazakhstan

Awalnya, Kota Almaty di Kazakhstan Selatan merupakan ibu kota pertama setelah Kazakhstan mendapatkan kemerdekaan dari Uni Soviet pada tahun 1991. Lalu, enam tahun kemudian atau pada tahun 1997, Kazakhstan memutuskan untuk memindahkan ibu kota dari Almaty ke Astana di sebelah utara.

Keputusan memindahkan ibu kota itu memang tak lepas dari keberadaan Almaty sebagai kota yang sering dilanda bencana gempa bumi dan dianggap terlalu sedikit ruang untuk berkembang. Tak hanya itu saja, posisi Almaty juga disebut-sebut sangat dekat dengan negara-negara yang baru merdeka, sehingga dianggap berpotensi terdampak pergolakan politik.

4. India

India resmi memindahkan ibu kota negaranya dari Kolkata ke New Delhi pada 1911. Kolkata sendiri sebelumnya merupakan ibu kota India antara 1833 sampai 1911. Perlu diketahui bahwa proses pemindahan ibu kota India sendiri terbilang sangat mudah. Hal itu lantaran kedua kota tersebut berdekatan, bahkan juga masih berada dalam satu wilayah.

5. Pakistan

Awalnya ibu kota Pakistan adalah Karachi. Lalu, pada tahun 1959, Pakistan memutuskan untuk memindahkan ibu kotanya ke Islamabad yang berada di utara Pakistan. Sejak dipindahkan, Pakistan mulai melakukan pembangunan masif pada 1961.

Lalu, sejak saat itu Islamabad menjadi kota dengan biaya hidup paling mahal yang mayoritas dihuni masyarakat menengah ke atas. Pengamanan Islamabad ikut diperketat seiring munculnya ribuan CCTV yang tersebar di kota tersebut.

6. Brasil

Awalnya, Rio de Janeiro merupakan ibu kota Brasil dan sampai hari ini banyak yang mengira bahwa kota tersebut masih merupakan ibu kota Negeri Samba. Namun, karena Rio de Janeiro dinilai sudah terlalu penuh sesak, akhirnya Brasil membangun kota baru sebagai ibu kota yang diberi nama Brasilia.

Setelah didirikan dan dijadikan ibu kota pada tahun 1960 silam, Brasilia menjadi kota yang tumbuh dengan pesat. Pusat pemerintahan Brasil yang baru ini didesain oleh arsitek bernama Oscar Niemeyer.

7. Nigeria

Pada tahun 1976, Lagos diputuskan menjadi ibu kota pertama Nigeria. Namun, untuk menghindari kepadatan penduduk, pusat pemerintahan pun dipindahkan ke Abuja pada tahun 1991. 

Sebetulnya, kabar mengenai rencana pemindahan ibu kota Nigeria tersebut sudah muncul pada tahun 1980-an seiring dibangunnya Kota Abuja menjadi pusat teritori negara tersebut. Selain pembangunan besar-besaran untuk instansi pemerintahan, dipilihnya Abuja lantaran lokasinya yang dekat dengan pusat negara.

8. Myanmar

Sampai hari ini, pasti banyak yang mengira bahwa ibu kota Myanmar adalah Yangoon. Padahal ibu kota Myanmar sendiri sudah pindah pada 2005 ke Naypyidaw. Kota Naypyidaw yang menjadi pusat pemerintahan tersebut sebenarnya sudah dibangun sejak 2002, namun lokasinya tidak dipublikasikan 

Ibu kota baru Myanmar ini terletak 320 kilometer dari utara Yangoon.

Related Article