Sederet Alumni Institusi Pendidikan Deklarasi Dukung Capres, Bisa Dongkrak Suara?

Deklarasi dukungan dari alumni sejumlah institusi pendidikan di Indonesia untuk pasangan capres-cawapres di Pilpres 2019 terus bermunculan. Capres Joko Widodo dan capres Prabowo Subianto masing-masing bergantian menerima deklarasi dukungan tersebut. Lalu, apakah deklarasi dukungan dari alumni kampus bisa berpengaruh terhadap perolehan suara?

Jokowi dan Prabowo Dapat Dukungan Alumni Kampus

Seperti diketahui, Jokowi sendiri sudah mendapatkan dukungan dari sejumlah alumni kampus. Misalnya saja pada 12 Januari 2019 lalu, Alumni Universitas Indonesia (UI) mendeklarasikan diri mendukung pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin. Deklarasi dukungan itu digelar di sekitar area Stadion Gelora Bung Karno, Senayan Jakarta.

Selain itu, Jokowi juga menerima dukungan dari Forum Alumni Jawa Timur (Jatim). Dalam forum itu, Jokowi juga mendapat sebutan baru yakni Cak Jokowi. Deklarasi dukungan dilakukan di kawasan Tugu Pahlawan Kota Surabaya, Jawa Timur, Sabtu, 2 Februari 2019. Perwakilan alumni itu membacakan deklarasi dukungan kemudian menyematkan pin dan jaket jins kepada Jokowi.

Sementara Prabowo juga mendapat dukungan dari alumni perguruan tinggi seluruh Indonesia. Para alumni itu mendorong lahirnya kepemimpinan yang kuat untuk Indonesia. Deklarasi dukungan dibacakan oleh perwakilan alumni perguruan tinggi di gedung Padepokan Pencak Silat, TMII, Jakarta Timur, Sabtu, 26 Januari 2019. 

Para hadirin membawa sejumlah spanduk yang berisi dukungan kepada Prabowo-Sandi. Setiap spanduk tampak berbeda. Dari spanduk-spanduk itu, tertulis nama sejumlah universitas, di antaranya Unsyiah, Universitas Kebangsaan Republik Indonesia, Universitas Jenderal Soedirman, Universitas Hasanuddin, Universitas Kristen Indonesia, Universitas Padjadjaran, Institut Pertanian Bogor, Universitas Sumatera Utara, dan sebagainya.

Deklarasi itu sendiri disampaikan sebab para alumni melihat ada sejumlah ancaman untuk Indonesia yang perlu segera ditangani. Maka dari itu, mereka merasa perlu memberikan dukungan nyatanya untuk pasangan Prabowo-Sandi di Pilpres 2019 nanti. 

Menariknya, tak hanya itu saja, Jokowi bahkan mendapatkan dukungan dari sejumlah alumni lintas-angkatan SMA Pangudi Luhur di Pilpres 2019. Deklarasi dukungan  dari 848 alumni Pangudi Luhur itu disampaikan langsung ke Jokowi di gedung Energi Building, Jakarta pada Rabu, 6 Februari 2019. Sekadar informasi, SMA Pangudi Luhur merupakan tempat calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno menempuh pendidikan menengah.

Dalam sambutannya, Jokowi sendiri mengaku kaget mendapat dukungan dari sejumlah alumni SMA Pangudi Luhur. Apalagi setelah mengetahui bahwa sekolah itu tempat Sandi menempuh ilmu. "Malam hari ini saya betul-betul kaget menerima dukungan dari anak-anak PL [Pangudi Luhur]. Kaget bukan apa-apa, sebetulnya mau saya tanyakan kok bisa yang didukung saya? Tapi tadi sudah dijawab Pak Rosan [Ketua Alumni PL Bersatu, Rosan Perkasa Roeslani]," kata Jokowi.

"Kalau saya melihat bukan, apa, Pangudi Luhur ini asal Sandiaga Uno, tetapi yang saya lihat adalah semangat dukungan tadi betul-betul dengan militansi yang luar biasa. Saya melihat itu," ucap mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut.

Namun, di sisi lain, Ikatan Alumni (IKA) SMA Pangudi Luhur (SMA PL) sendiri secara organisasi menegaskan sikap tidak mendukung paslon nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin maupun nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pilpres 2019. Hal itu disampaikan Ketua Umum IKA SMA PL Arief Satria Kurniagung yang menyebut pihaknya bersikap netral di Pilpres 2019, dan tidak mau mengambil sikap apapun karena akan mengatasnamakan seluruh alumni SMA PL.

Netralitas sikap alumni SMA Pangudi Luhur itu sendiri sebenarnya telah dituangkan dalam salah satu poin pernyataan resmi yang dikeluarkan pada 15 Januari 2019 silam. Setidaknya ada empat poin yang dinyatakan IKA SMA PL dalam menyikapi kontestasi Pilpres dan Pileg 2019. Dalam salah satu poin misalnya, IKA SMA PL menyatakan tidak akan menghalangi atau melarang alumni sekolah itu untuk menyalurkan dan menyampaikan gagasan, aspirasi, dukungan, atau menggunakan hak politiknya, namun melarang seluruh alumni SMA PL menggunakan nama, logo, dan atribut yang mengatasnamakan IKA SMA PL.

Alumni Kampus Tak Terlalu Berpengaruh Signifikan

Pengamat Politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Bakir Ihsan menilai bahwa deklarasi dukungan yang diberikan para alumni kampus untuk pasangan capres-cawapres, tak terlalu berpengaruh signifikan. Hal itu lantaran tak semua alumni kampus memiliki pilihan politik yang sama. Jadi, tak serta merta semua alumni sepakat dengan dukungan yang diberikan.

Misalnya saja saat alumni UI menyatakan deklarasi dukungan untuk Jokowi-Ma’ruf. Hal itu tak berarti alumni-alumni UI lainnya sepakat dengan deklarasi tersebut. Buktinya, ada beberapa alumni UI yang tak mendukung Jokowi dan memiliki pilihan lain, apalagi pihak rektorat UI pun mengaku netral.  

“Masyarakat kampus adalah masyarakat terdidik yang rasional, sehingga model mobilisasi lewat dukungan atas nama alumni tidak signifikan. Bisa jadi mereka punya kesamaan pilihan karena adanya pertimbangan yang sama, bukan karena kesamaan sebagai alumni,” kata Bakir kepada Asumsi.co, Kamis, 7 Februari 2019.

Lebih jauh, Bakir juga melihat deklarasi dukungan dari alumni kampus terhadap salah satu pasangan capres-cawapres juga bisa memicu gesekan. Hal itu lantaran mungkin ada alumni yang lain tak setuju dengan deklarasi yang dilakukan karena berbeda pilihan. Jadi memang tak selamanya deklarasi itu mendapatkan dukungan penuh dari alumni lainnya.

“Ya, walaupun ada ikatan alumni yang formal dan memiliki hubungan dengan perguruan tinggi, tetapi mereka tak lebih sebagai paguyuban karena kesamaan almamater, bukan karena kesamaan pilihan politik. Karena itu tak jarang dukungan atas nama alumni memercik konflik antar alumni atau memicu munculnya dukungan tandingan,” ujarnya.

Related Article