Sandiaga Uno: Kita Takkan Kembali ke Situasi Sebelum Pandemi

Pandemi COVID-19 berdampak buruk bagi perekonomian dunia, termasuk Indonesia. Namun, pengusaha Sandiaga Uno yakin masyarakat sanggup beradaptasi dengan krisis ini.

Dalam diskusi kasual bertajuk "Ketahanan Ekonomi Masyarakat Menghadapi COVID-19" di YouTube Asumsi.co, Selasa (14/04/20) pukul 19.30 WIB bersama Pangeran Siahaan, Sandi mengatakan, “Kalau kita berharap kembali lagi ke normal, saya bisa katakan, we will not go back to the normal situation. Karena kita ini sudah berada di the new normal,” ucap Sandi. 

Sandi menyebut hidup setelah COVID-19 akan berubah habis-habisan. Hal itu akan terlihat nantinya dari bagaimana cara masyarakat dunia memperlakukan diri, Bumi, dan menghadapi situasi yang serba baru.

Baca Juga: Berlaku 10 April, Ini yang Perlu Diperhatikan dari Aturan PSBB Jakarta

“Respons dunia terhadap kesehatan akan berubah. Promotif dan preventif akan membuat gaya hidup baru tentang kesehatan pribadi kita. Mungkin akan lebih banyak masyarakat yang berolahraga, dan konsumsi yang sehat. Kita akan berusaha untuk tidak terkena pandemi lagi. Nah, itu the new normal.

Di bidang ekonomi, misalnya, Sandi mengatakan, bisa saja industri teknologi akan menerapkan sistem work from home (WFH) seperti yang dilakukan saat situasi pandemi berlangsung, karena dinilai lebih efisien. Lalu, eksternalitasnya, masyarakat akan bisa melihat wajah dan suasana Jakarta lebih yang sehat dan tidak macet. 

“Saya rasa untuk beberapa industri kita bisa menerapkan ini. Jadi ini adalah a new normal untuk mereka. Selama ini capital free flowing, siapa yang mau bakar duit silakan, yang penting dapet gross market value terus bisa jadi monetisasi atau kapitalisasi dari startup tersebut,” ujarnya.

“Kalau setiap startup diberikan limitasi atau restriksi pastinya mereka akan lebih bisa berinovasi untuk menghadapi perkembangan dan persaingan. Tentunya akan kolaboratif. Pastinya jika dulu uang banyak mengalir, sekarang mungkin mereka akan lebih selektif dan pastinya akan ada kolaborasi di samping kompetisi.”

Related Article