Sandiaga Uno Diam-diam Temui Wapres JK, Bahas Cawapres?

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno sempat bertemu dengan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla di Masjid Sunda Kelapa, Jakarta Pusat, pada 1 Mei lalu. Pertemuan itu jadi sorotan lantaran keduanya diduga membahas situasi jelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 nanti.

Sandi yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Pemenangan Partai Gerindra itu akhirnya mengungkapkan isi obrolan dari pertemuannya dengan JK, Wakil Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang. Sosok berkacamata itu mengaku yang dibicarakan memang terkait Pilpres 2019.

Apa aja sih, guys, yang jadi obrolan Sandi dan JK saat keduanya bertemu? 

Sandi Masih Nyaman Bekerja Bareng Anies

Sandi mengaku bahwa pada pertemuan itu ia dan JK membahas soal kemungkinan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjadi pasangan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di Pilpres 2019.

Baca Juga: Bolehkah Ngomong Politik di Balai Kota DKI Jakarta? Ini Jawaban Sandiaga Uno

"Dia [JK] bilang, gimana Prabowo sama Anies?" kata Sandi menirukan pembicaraannya dengan JK, di Balai Kota Jakarta, pada Senin, 7 Mei.

Sandi memberikan jawaban seolah menyebut Anies belum tentu maju di Pilpres 2019 dan masih akan mengurus Jakarta. Apalagi, Sandi mengaku masih nyaman bekerja bersama Anies untuk memimpin ibu kota.

"Saya bilang, 'Kayaknya Anies masih fokus ya kerja di DKI, Pak. Kita nyaman kerja bersama'. Dia bilang, 'Bagus bagus'," ucap Sandi.

Sandi: Bakal Cawapres Prabowo Enggak Kalah Banyak

Sandi mengatakan bahwa pertemuannya dengan JK merupakan bentuk pertukaran informasi. Apalagi keduanya mendukung dua sosok yang berbeda, yang mana JK mendukung Jokowi, sementara dirinya mendukung Prabowo.

Nah, atas dasar itulah Sandi mengakui bahwa obrolannya juga terfokus dengan isu ekonomi. Apalagi menurut Sandi, ekonomi merupakan aspek penting, terutama bagi kemajuan bangsa dan negara.

"Pilpres jelas Pak JK dukung Pak Jokowi, saya Pak Prabowo, kita bertukar informasi. Dan kesamapandangan kita itu ekonomi, bahwa ekonomi tidak bergerak, lapangan kerja tidak tercipta. Harga belum stabil dan menjadi kekahawatiran masyarakat," ujarnya.

Baca Juga: 8 Parpol Pendukung Jokowi Ngumpul Bareng, Bahas Apa Sih?

"Kita sepakat bahwa harus ada kebijakan ekonomi yang berfokus penciptaan lapangan kerja dan kestabilan harga-harga pokok," ucapnya.

Selain itu, JK juga bicara soal kandidat cawapres Jokowi yang jumlahnya sangat banyak. Seakan tak mau kalah, Sandi juga mengatakan kepada JK bahwa kandidat cawapres Prabowo juga berjumlah banyak.

"Pak JK bilang banyak calon wapresnya Pak Jokowi," kata Sandi.

Meski begitu, JK enggan menyebut nama-nama kandidat cawapres Jokowi. Yang jelas, kata Sandi, kandidat cawapres Jokowi harus bisa menangani isu ekonomi.

"Dia sebutkan nama [Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar] Cak Imin. Pak Anies enggak, yang ada Cak Imin, terus [Ketua Umum PPP M. Romahurmuziy] Gus Romy," ujar Sandi.

Related Article