Sandi Pijat Prabowo saat Debat, Apa Guna Pijatan Saat Momen Tegang?

Ada momen menarik saat berlangsungnya debat perdana Pilpres 2019antara pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Pada segmen kelima saat debat berlangsung, tiba-tiba Sandi berinisiatif untuk memijat bahu Prabowo. Aksi itu pun seperti meredakan suasana yang sempat kaku.

Peristiwa unik itu berawal saat sesi pasangan capres-cawapres saling memberikan pertanyaan tertutup ke pasangan lain. Saat Jokowi dan Prabowo sedang beradu argumen soal permasalahan korupsi, Prabowo sempat ingin memotong argumen Jokowi yang ketika itu mendapatkan kesempatan berbicara.

Namun, karena memotong pembicaraan lawan bicara memang tak diperbolehkan dalam aturan debat, Prabowo akhirnya mengurungkan niatnya untuk berbicara. Lalu, pada situasi itulah, Sandi lantas mengambil keputusan untuk berpindah tempat ke belakang Prabowo dan memijat-mijat pundak Ketum Partai Gerindra tersebut. Sandi melakukannya sambil tersenyum.

Pijatan Semangat Sandi untuk Prabowo

Saat ditanya soal alasan dirinya memijat pundak Prabowo, Sandi menjelaskan bahwa aksinya itu sekedar untuk memberi semangat kepada capresnya itu. Apalagi, menurut Sandi, mereka sudah berdiri di panggung debat selama nyaris dua jam. Sehingga pijatan-pijatan kecil seperti itu harus ia lakukan.

Baca Juga: Usai Debat Capres: Kubu Jokowi dan Prabowo Saling Klaim Lebih Unggul 

"Oh iya, ya seru aja karena ya habis berdiri 2 jam gitu kan, mungkin sedikit saya beri semangat Pak Prabowo dengan dipijit-pijit, dan kelihatannya dia senang gitu," kata Sandiaga di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat, 18 Januari 2019.

Bukan untuk memberikan efek menenangkan, Sandi menegaskan lagi bahwa pijatannya ke pundak Prabowo itu untuk memberi semangat saja. Sebab, menurut dia, Prabowo sangat rileks dan tenang bahkan saat diserang pertanyaan oleh pasangan capres-cawapres nomor urut 01 tersebut. Menurut Sandi, Prabowo tetap tenang dan menghormati lawan debatnya meskipun diserang berkali-kali.

"Saya belum lihat Pak Prabowo serileks itu, saya belum melihat dia sangat menghormati Pak Kiai (Ma'ruf Amin) dan Pak Presiden (Jokowi) walaupun diserang berkali-kali," ucap mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta tersebut.

Lebih lanjut, Sandi lalu berujar bahwa ajang debat pilpres bukanlah ajang untuk saling serang. Menurutnya, meski dicecar dengan pertanyaan yang menyudutkan partai politik, mereka tidak mau menyerang balik dan tetap akan berusaha rileks. "Kami tidak ingin membahas partai, kami tidak ingin membahas tim sukses, kami tidak ingin membahas koalisi, kami ingin membahas rakyat. Itu yang kami perjuangkan," ujarnya.

Baca Juga: Prabowo Gembar-gembor Tingkatkan Rasio Pajak, Perlu?

Manfaat Pijat bagi Tubuh

Siapa saja pasti pernah merasakan nikmatnya saat tubuh dipijat. Begitu pula dengan pijatan yang dilakukan Sandi terhadap Prabowo saat berlangsungnya debat perdana Pilpres 2019 yang berlangsung Kamis, 17 Januari 2019 malam. Pijat Sandi terhadap Prabowo tersebut tentu akan memberikan rasa rileks dan tenang.

Meski hanya berlangsung dalam waktu singkat, namun aksi reflek Sandi dengan memberikan pijatan ke pundak Prabowo itu, tentu akan sedikit melegakan. Apalagi ternyata, pijatan atau tekanan jari jemari di bagian bahu atau pundak itu bisa membantu memberikan rasa tenang.

Tak hanya itu saja, dengan pijatan yang lembut, otot-otot yang tegang bisa dikendurkan sekaligus melancarkan peredaran darah. Pada akhirnya hal ini akan membantu mengurangi kekakuan. Selain itu, ada banyak lagi manfaat pijatan terhadap tubuh.

Selain bisa mengurangi rasa sakit fisik di dalam tubuh, pijat juga bisa mengurangi gejala kecemasan dan depresi. Bahkan, sudah lebih dari 12 penelitian telah membuktikan hal tersebut. Penelitian menunjukkan pijat sebenarnya menurunkan kadar kortisol hingga 50%, sambil meningkatkan kadar neurotransmiter yang membantu mengurangi depresi.

Tak hanya itu saja, pijat juga bisa mencegah tekanan darah tinggi. Dalam praktiknya, gerakan memijat yang dirasakan langsung dampaknya oleh tubuh itu bisa meminimalisir tekanan darah tinggi dan peningkatan denyut jantung. Hal ini terutama bagi mereka yang memiliki pekerjaan dengan tekanan yang tinggi.

Baca Juga: Prabowo Bolehkan Eks Napi Nyaleg Karena 'Korupsi Enggak Seberapa', Faktanya?

Beberapa penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa terapi pijat bisa menurunkan denyut jantung sehingga orang-orang bisa jadi lebih rileks. Lebih jauh, pijat juga bisa meningkatkan aliran energi. Dengan berfokus pada titik-titik tertentu, pijatan-pijatan lembut dari jari jemari juga bisa menghilangkan atau melancarkan sumbatan pada area tertentu dan meningkatkan aliran energi dalam tubuh.

Yang terakhir tentu pijatan dari Sandi tersebut bisa membuat Prabowo bisa tidur nyenyak. Bahkan, hal itu disampaikan langsung oleh Prabowo lewat akun Twitter resminya pada Kamis, 17 Januari 2019 atau setelah momen debat selesai.

Dalam sebuah penelitian di University of Miami School of Medicine, bahwa pijatan memang punya hubungan langsung dalam memberikan dampak pada kualitas tidur. Jika pijat dilakukan dua sesi tiap pekan, masing-masing selama 30 menit, maka dalam 5 pekan bisa meningkatkan kualitas tidur dengan signifikan.

Related Article