Rencana Jokowi Rombak Kabinet, Siapa Presiden RI yang Sering Reshuffle Kabinet? 

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) membuka peluang bakal melakukan perombakan kabinet terutama setelah proses hitung cepat di Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 yang sementara menempatnya sebagai pemenang. Perombakan kabinet itu juga kabarnya akan dilakukan sebelum jabatannya sebagai kepala negara berakhir pada Oktober mendatang.

"Ya, bisa saja seperti itu. Bisa saja tidak, he-he-he," kata Jokowi di Istana Bogor, seperti dikutip dari Tempo, Jumat, 26 April 2019.

Jokowi mengatakan bahwa rencana perombakan kabinet tersebut dilakukan untuk penyesuaian dengan rencana kerja pemerintahan mendatang. Terutama mengenai fokus program pembangunan infrastuktur dan sumber daya manusia pada periode kedua. "Ya. Mungkin banyak (penyesuaian), wong yang dikerjakan sekarang berbeda," ucap mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

Jokowi Tak Ingin Bedakan Sosok Profesional dan Politikus

Lebih lanjut, Jokowi menegaskan tak ingin mendikotomi antara tokoh yang berasal dari kalangan profesional dan politikus di kabinet mendatang. Menurutnya, semua terbuka, apalagi banyak juga sosok profesional yang berasal dari sebuah partai politik. "Kita enggak usah mendikotomi profesional dan politikus. Di partai, orang profesional pun banyak," ujarnya.

Seperti diketahui, pada Minggu, 28 April 2019 lalu, Jokowi melakukan pertemuan tertutup dengan mengumpulkan para sekretaris jenderal, juru bicara dan para influencer di Rumah Heritage, Jalan Sam Ratulangi Nomor 46, Menteng, Jakarta. Kabarnya, acara tersebut merupakan bagian dari konsolidasi internal Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin pasca Pilpres 2019.

Dalam pertemuan itu, kabarnya juga tak ada agenda pembahasan mengenai jatah menteri dan rencana susunan kabinet untuk pemerintahan mendatang. Yang jelas, pertemuan itu membicarakan langkah-langkah strategis apa saja yang akan dilakukan mendatang.

Menariknya, berbicara soal perombakan atau reshuffle kabinet ini, hampir semua presiden pernah melakukan reshuffle kabinet. Selain Jokowi, ada presiden-presiden lain juga yang merombak kabinet? Siapa yang paling banyak melakukannya?

Reshuffle Kabinet di Era Soekarno

Presiden pertama RI Soekarno ternyata sering melakukan perombakan kabinet. Setidaknya Soekarno terhitung 26 kali melakukan perombakan kabinet selama menjabat dari 1945 hingga 1967. Perlu diketahui bahwa pada era kepemimpinannya, Soekarno memang beberapa kali mengalami pergantian sistem pemerintahan.

Saat masa-masa awal pemerintahannya, Soekarno melakukan pergantian susunan kabinet bersamaan dengan pergantian perdana menteri. Setidaknya ada delapan kali pergantian kabinet hingga masa Republik Indonesia Serikat pada tahun 1950. Kala itu, sempat terbentuk juga Pemerintahan Darurat Republik Indonesia terutama saat Soekarno, Hatta, dan Sjahrir ditangkap Belanda saat Agresi Militer II pada 19 Desember 1948 hingga Juli 1949. 

Pemerintahan RI saat itu pun dimandatkan kepada Syafruddin Prawiranegara. Terjadi beberapa kali perombakan kabinet pada era awal kepemimpinan Soekarno. Seperti apa perubahan kabinet yang terjadi? Berikut rangkumannya.

1. Kabinet Presidensial (2 September-14 November 1945) terdapat 21 menteri.
2. Kabinet Sjahrir I (14 November 1945-12 Maret 1946) terdapat 17 menteri.
3. Kabinet Sjahrir II (12 Maret-2 Oktober 1946) terdapat 25 menteri.
4. Kabinet Sjahrir III (2 Oktober 1946-3 Juli 1947) terdapat 32 menteri.
5. Kabinet Amir Sjarifuddin I (3 Juli-11 November 1947) terdapat 34 menteri.
6. Kabinet Amir Sjarifuddin II (11 November 1947-29 Januari 1948) 37 menteri.
7. Kabinet Hatta I (29 Januari 1948-19 Desember 1948) 17 menteri.
8. Kabinet Hatta II (4 Agustus-20 Desember 1949) 19 menteri.

Reshuffle Kabinet di Era Presiden Soeharto

Posisi Soekarno sebagai Presiden RI akhirnya digantikan oleh Soeharto pada 1967. Pada prosesnya, Soeharto baru dipilih untuk pertama kalinya lewat Pemilu 1971. Sebenarnya, Soeharto dikenal tak pernah merombak menteri dalam satu periode selama masa kepemimpinannya. 

Pada prosesnya, Soeharto sendiri sempat menjabat sebagai Pjs Presiden, yang memimpin Kabinet Ampera II pada 1967-1968. Kemudian, barulah pada 1968, Soeharto menjadi Presiden RI secara definitif dengan Kabinet Pembangunan I hingga tahun 1971.

Awalnya, Kabinet Pembangunan I yang dipimpin Soeharto ini berisi komposisi yang hampir sama dengan susunan Kabinet Ampera II yang ia pimpin sebelumnya. Namun, akhirnya Soeharto melakukan reshuffle pada 11 September 1971 atau setelah Pemilu 1971. Siapa saja yang diganti? Berikut rangkuman reshuffle Kabinet Pembangunan I di masa awal kepemimpinannya pada rentang 6 Juni 1968 sampai 28 Maret 1973:

1. Mendagri Basuki Rahmat meninggal dunia pada 8 Januari 1969 dan digantikan oleh Mayjen Amir Mahmud (Januari 1969)
2. Soeharto merombak sejumlah menteri pada 11 September 1971. Ia memberhentikan empat orang menteri dan mengangkat enam orang lainnya. Menteri-menteri yang diganti adalah Menteri Agama KHM Dachlan, Menteri Tenaga Kerja Laksamana Madya (L) Mursalin DM, Menteri Transmigrasi dan Koperasi Letjen. Sarbini dan Menteri Negara Penyempurnaan dan Pembersihan Aparatur Negara H . Harsono Tjokroaminoto.

Lalu, Soeharto mengangkat menteri-mentefi baru seperti Prof. Dr. Mukti Ali sebagai Menteri Agama, Prof. Dr. M Sadli sebagai Menteri Tenaga Kerja merangkap Ketua Panitia Teknis Penanaman Modal Asing, Prof. Dr. Widjaja Nitisastro sebagai Menteri Negara Urusan Perencanaan dan Pembangunan merangkap Ketua Bappenas. 

Selain itu, Soeharto juga mengangkat Jenderal M Panggabean sebagai Menteri Negara yang membantu Presiden dalam urusan pertahanan dan keamanan merangkap sebagai Wapangab, dan Dr. Emil Salim sebagai Menteri Negara Penyempurnaan dan Pembersihan Aparatur Negara merangkap Wakil Ketua Bappenas. Sementara itu, HMS Mintaredja SH menjadi Menteri Sosial. Jabatan Menteri Negara Penghubung Pemerintah dengan MPRS/DPR-GR/DPA  dihapuskan.

3. Soeharto mengganti Mensesneg Alamsyah Ratu Prawiranegara dengan Sudharmono pada 8 April 1972

Reshuffle Kabinet di Era Presiden BJ Habibie

Setelah masa pemerintahan Soeharto selesai, BJ Habibie pun naik menjadi Presiden ketiga RI. Ia menggantikan Soeharto sejak Mei 1998. Habibie tercatat hanya sebentar duduk di kursi presiden atau sekitar setahun yakni sejak 21 Mei 1998 hingga 20 Oktober 1999.

Meski hanya sebentar menjadi orang nomor satu di Indonesia, Habibie ternyata juga pernah melakukan pergantian sejumlah menteri di Kabinet Reformasi Pembangunan yang berisi 37 menteri. Sebagian besar pergantian menteri di era Habibie terjadi karena alasan pengunduran diri. Siapa saja mereka?

1. Menneg Investasi/Kepala BKPM Hamzah Haz karena menjadi Ketum PPP (1998)
2. Sejumlah menteri mengundurkan diri secara serentak karena terpilih menjadi anggota DPR RI (27 September 1999)

Reshuffle Kabinet di Era Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur)

Setelah BJ Habibie tak lagi jadi presiden, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur terpilih sebagai Presiden keempat RI setelah Pemilu 1999. Gus Dur memimpin Kabinet Persatuan Nasional pada rentang 26 Oktober 1999 hingga 9 Agustus 2001,  sebelum akhirnya ia dimakzulkan. 

Gus Dur tercatat sering banyak melakukan reshuffle menterinya dari kabinet. Seperti apa reshuffle Kabinet Persatuan Nasional yang berisi 37 menteri di era Gus Dur?

1. Hamzah Haz digantikan oleh Basri Hasanuddin sebagai Menko Kesra dan Pengentasan Kemiskinan (26 November 1999)
2. Wiranto digantikan oleh Soerjadi Soedirdja sebagai Menko Politik dan Keamanan (15 Februari 2000)
3. Kwik Kian Gie digantikan oleh Rizal Ramli sebagai Menko Ekuin (10 Agustus 2000)
4. Yusril Ihza Mahendra digantikan oleh Baharuddin Lopa sebagai Menteri Hukum dan Perundang-undangan (7 Februari 2001)
5. Jusuf Kalla digantikan oleh Luhut Binsar Pandjaitan sebagai Menperindag dan Laksamana Sukardi diganti oleh Rozi Munir sebagai Menneg Penanaman Modal dan Pembinaan BUMN (26 April 2000)
6. Alirrahman digantikan oleh Bondan Gunawan sebagai Mensesneg (15 Februari 2000)
7. Bondan Gunawan digantikan oleh Djohan Effendy sebagai Mensesneg (29 Mei 2000)
8. Gus Dur merombak susunan kabinet dengan menghapus sejumlah jabatan menteri (23 Agustus 2000), salah satunya menghapus Menko Kesra dan dilebur ke Menko Polsoskam. Jabatan Menko Polsoskam diduduki oleh Susilo Bambang Yudhoyono.
9. Nurmahmudi Ismail digantikan oleh Marzuki Usman sebagai Menteri Kehutanan dan Perkebunan (15 Maret 2001)
10. Gus Dur kembali merombak kabinetnya dengan mengganti 4 menteri (1 Juni 2001)
11. Gus Dur merombak lagi kabinetnya dengan mengganti 3 menteri (12 Juni 2001)

Reshuffle Kabinet di Era Presiden Megawati Soekarnoputri

Megawati Soekarnoputri akhirnya langsung menggantikan posisi Gus Dur yang dimakzulkan. Megawati sendiri menjabat sebagai Presiden RI yang memimpin Kabinet Gotong Royong yang berisi 33 menteri pada rentang 9 Agustus 2001 hingga 20 Oktober 2004. Sebelum menjadi presiden, Megawati menjabat sebagai wakil presiden.

Dalam perjalannnya sebagai presiden, Megawati sebenarnya tak melakukan perombakan kabinet seperti yang dilakukan pendahulunya, Gus Dur. Meski begitu, tetap ada sedikit perubahan dalam kabinetnya ketika ada 3 menterinya yang mengundurkan diri. Siapa saja mereka?

1. Susilo Bambang Yudhoyono mengundurkan diri dari jabatan Menko Polhukam (11 Maret 2004). Lalu, pada tanggal 12 Maret 2004, Hari Sabarno diangkat oleh Megawati menjadi Menteri Koordinator Politik dan Keamanan ad interim menggantikan SBY yang mundur
2. Jusuf Kalla mengundurkan diri dari jabatan Menko Kesra dan digantikan oleh Abdul Malik Fadjar sebagai ad-interim (19 April 2004). Pada prosesnya, SBY dan JK akhirnya berpasangan menjadi capres-cawapres di Pilpres 2004 hingga menang.
3. Agum Gumelar mengundurkan diri dari jabatan Menteri Perhubungan (24 Mei 2004) karena berencana mencalonkan diri sebagai cawapres di Pilpres 2004

Reshuffle Kabinet di Era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono

Susilo Bambang Yudhoyono terpilih menjadi Presiden keenam RI lewat mekanisme Pemilu 2004. Bahkan, SBY melanjutkan periode keduanya sebagai orang nomor satu di Indonesia pada 2009, juga melalui Pemilu 2009. Itu artinya SBY menjadi Presiden RI selama dua periode yakni 2004-2009 dan 2009-2014.

Pada periode pertama, SBY tercatat melakukan reshuffle sebanyak dua kali. Selain itu, ada pergantian satu-dua menteri karena alasan tertentu. Siapa saja yang mengalami perombakan? Berikut rangkuman reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu I (21 Oktober 2004-20 Oktober 2009) yang berisi 37 menteri:

1.SBY merombak sejumlah menteri untuk pertama kalinya (5 Desember 2005). Rincian pergantian menterinya adalah:
- Boediono menggantikan Aburizal Bakrie sebagai Menteri Koordinator Perekonomian
- Aburizal Bakrie menggantikan Alwi Shihab sebagai Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat
- Menteri Perindustrian Fahmi Idris menggantikan Andung Nitimiharja
- Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Erman Soeparno menggantikan Fahmi Idris
- Menteri Negara Kepala Bappenas Paskah Suzetta menggantikan Sri Mulyani Indrawati
- Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menggantikan Jusuf Anwar
2. M Ma'ruf yang mengalami sakit jantung digantikan oleh Widodo AS sebagai Mendagri ad interim (30 Maret 2007) yang kemudian digantikan oleh Mardiyanto (27 Agustus 2007)
3. SBY kembali melakukan reshuffle sejumlah menteri (7 Mei 2007). 
Menteri yang lengser:
- Hamid Awaludin (Menteri Hukum dan HAM)
- Yusril Ihza Mahendra (Menteri Sekretaris Negara)
- Sugiharto (Menteri Negara BUMN)
- Saifullah Yusuf (Menteri Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal)
- Abdul Rahman Saleh (Jaksa Agung)

Menteri baru:
- Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamal
- Menteri Hukum dan HAM Andi Mattalata
- Menteri Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal Lukman Edy
- Menteri Komunikasi dan Informatika Muhammad Nuh
- Menteri Dalam Negeri Mardiyanto
- Jaksa Agung Hendarman Supandji

Menteri beralih posisi:
- Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil
- Menteri Sekretaris Negara Hatta Rajasa

Reshuffle Kabinet di Era Presiden Joko Widodo

Joko Widodo terpilih sebagai Presiden ketujuh RI yang menjabat dalam periode 2014-2019 atau hingga hari ini. Selama nyaris empat tahun menjalankan pemerintahannya, Presiden Jokowi terhitung telah beberapa kali melakukan reshuffle kabinet dengan berbagai alasan sejak 2015 hingga 2018. Siapa saja?

Reshuffle Jilid 1 terjadi saat pemerintahan Jokowi-JK berjalan 10 bulan, tepatnya pada Rabu, 12 Agustus 2015. Saat itu, terdapat 4 posisi menteri dan jabatan lain di kabinet yang mengalami perubahan.

1.Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution dipilih sebagai Menko Bidang Perekonomian menggantikan Sofyan Djalil.
2.Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional atau Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Sofyan Djalil, yang sebelumnya menjabat Menko Bidang Perekonomian, diberi tanggung jawab baru sebagai Menteri PPN/Kepala Bappenas menggantikan Andrinof Chaniago.
3.Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Posisi Menko Bidang Kemaritiman yang sebelumnya dijabat oleh Indroyono Susilo digantikan oleh Rizal Ramli. 
4.Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan HAM Presiden melantik Luhut Binsar Panjaitan sebagai Menko Polhukam, menggantikan Tedjo Edhy Purdijatno. Sebelum menjadi Menko Polhukam, Luhut menjabat sebagai Kepala Staf Kepresidenan. Jabatan ini kemudian diisi oleh Teten Masduki.
5.Menteri Perdagangan Jokowi mencopot Rachmat Gobel dari posisi Menteri Perdagangan dan menggantikannya dengan Thomas Lembong.
6.Sekretaris Kabinet Presiden mengangkat Pramono Anung sebagai Sekretaris Kabinet menggantikan Andi Widjajanto. 

Reshuffle Jilid 2 Pada 27 Juli 2016, Presiden Jokowi kembali melakukan perombakan kabinet. Ada pergantian pada posisi 13 menteri dan satu badan.
1.Menteri Perhubungan Ignasius Jonan dicopot dari jabatannya, dan posisi Menhub digantikan oleh Budi Karya Sumadi. 
2.Belum lama menjabat sebagai Menteri PPN, Sofyan Djalil digantikan oleh Bambang Brodjonegoro yang sebelumnya menjabat sebagai Menteri Keuangan.
3.Menteri Keuangan Posisi Bambang Brodjonegoro sebagai Menteri Keuangan digantikan oleh Sri Mulyani Indrawati hingga saat ini. 
4.Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil yang sebelumnya Menteri PPN dilantik menjadi Menteri Agraria dan Tata Ruang menggantikan Ferry Mursidan Baldan. 
5.Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Menteri ESDM Sudirman Said digantikan oleh Archandra Tahar. 
6.Menteri Perindustrian Posisi Saleh Husin sebagai Menteri Perindustrian digantikan oleh Airlangga Hartarto. Airlangga masuk dalam jajaran kabinet lantaran Golkar telah resmi menyatakan dukungan kepada pemerintahan Jokowi.
7.Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mendikbud yang sebelumnya dijabat oleh Anies Baswedan digantikan oleh Prof. Muhajir.
8.Jokowi mempercayakan Eko Putro Sanjojo menjadi Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, menggantikan Marwan Jafar. 
9.Yuddy Chrisnadi sebagai Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara, Reformasi, dan Birokrasi, digantikan oleh Asman Abnur.
10.Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan HAM Menko Polhukam Luhut Binsar Panjaitan dipindahtugaskan menjadi Menko Kemaritiman dan posisinya sebagai Menko Polhukam digantikan oleh Wiranto. 
11.Posisi Rizal Ramli sebagai Menko Kemaritiman digantikan oleh Luhut Binsar Pandjaitan. 
12.Enggartiasto Lukita diberikan amanat sebagai Menteri Perdagangan menggantikan Thomas Lembong yang dirotasi menjadi kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menggantikan Franky Sibarani yang ketika itu ditugaskan sebagai Wakil Menteri Perindustrian. 

Reshuffle Jilid 3 Jokowi merombak posisi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) lantaran pengangkatan Arcandra Tahar menuai polemik. Kewarganegaraan Arcandra dipermasalahkan karena ia memegang paspor Amerika Serikat.

Lalu, Arcandra ditugaskan menjadi Wakil Menteri ESDM. Sementara itu posisi Menteri ESDM dijabat Ignasius Jonan pada 14 Oktober 2016. Dalam nomenklatur sebelumnya, sebenarnya tidak ada posisi wakil Menteri ESDM, namun posisi ini mendadak muncul.

Reshuffle Jilid 4 dilakukan Jokowi pada 17 Januari 2018. Hanya satu kementerian yang mengalami perubahan ditambah dengan beberapa lembaga pemerintahan non-struktural yakni Menteri Sosial Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengundurkan diri karena mengikuti Pilkada Jawa Timur. 

Posisi Khofifah digantikan oleh Sekjen Partai Golkar Idrus Marham. Lalu, ada Teten Masduki sebagai Kepala Staf Kepresidenan yang digantikan oleh Moeldoko. Teten ditugaskan sebagai Koordinator Staf Khusus Presiden.

Reshuffle Jilid 5 Reshuffle berikutnya dilakukan pada 15 Agustus 2018. 
1.Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Asman Abnur, digantikan oleh Syafruddin yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala Polri. 
2.Menteri Sekretaris Negara Pratikno menyatakan, pergantian Asman didasarkan atas partai asal Asman, yakni Partai Amanat Nasional (PAN), yang memutuskan berada di luar pemerintahan alias oposisi. 

Reshuffle Jilid 6 di mana posisi Menteri Sosial yang dijabat Idrus Marham berganti ke kader Golkar lainnya, Agus Gumiwang Kartasasmita. Idrus mengundurkan diri karena tersangkut kasus korupsi PLTU Riau-1. Jokowi melantik Agus pada 24 Agustus 2018 di Istana Kepresidenan Jakarta.

Related Article