Promo 'Cashback' di Banyak Penyedia Aplikasi Transaksi Online, Bikin Untung Apa Rugi?

Sering enggak sih lihat kalimat, “Beli produk di sini dan dapatkan cashback hingga bla-bla-bla”? Atau yang baru-baru ini, “Sampai tanggal sekian, transaksi menggunakan aplikasi ini bisa dapatkan cashback hingga 80%!” Tawaran-tawaran model begini nih, biasanya didapat oleh para pengguna aplikasi yang memiliki sistem bertransaksi digital yang emang lagi booming banget saat ini.

Cashback sendiri adalah adalah penawaran di mana pembeli diberikan persentase pengembalian uang, baik itu dalam bentuk tunai, uang virtual, atau bahkan diberikan suatu produk tetapi dengan memenuhi syarat pembelian tertentu.

Buat orang-orang yang suka belanja, pastinya momen cashback begini jadi hal yang menggiurkan banget. Penyelenggara layanan pembayaran digital seperti Go-Pay dan OVO pun enggak mau kalah, biasanya mereka saling main promosi cashback.

Managing Director Go-Pay Budi Gandasoebrata kemarin bahkan sempat meluncurkan Go-Pay Pay Day. “Selama 4 hari dari 27 hingga 30 November 2018, kami bersama para rekan usaha akan menghadirkan promo fantastis yang digelar di beberapa kota di Indonesia. Pada Go-Pay Pay Day kali ini, pengguna dapat menikmati promo cashback 50% di 36 rekan usaha yang mempunyai lebih dari 2.000 outlet di seluruh Indonesia,” ujar Budi, pada Senin, 26 November 2018 lalu.

Go-Pay sendiri kini sudah bisa digunakan untuk melakukan pembayaran di tempat pada berbagai tipe rekan usaha, seperti: minimarket, restoran cepat saji, UMKM, puluhan SPBU di Jakarta, tempat ibadah seperti masjid, yayasan, layanan publik hingga belanja online di berbagai rekan usaha e-commerce.

Seakan tak mau kalah, penyelenggara uang elektronik milik Grup Lippo, OVO juga menawarkan cashback hingga 60%. Dua aplikasi transaksi uang elektronik yang menggunakan promosi cashback ini adalah sebagian contoh dari banyaknya promosi cashback saat ini.

Kenapa Bisa Ada Perang Cashback?

Yap, di era digital kayak begini akan semakin banyak perusahaan yang berlomba-lomba supaya para customer-ny melakukan transaksi secara elektronik menggunakan aplikasi milik mereka. Tapi kenapa kemudian mereka berlomba memberikan promo seperti cashback?

Tentunya agar para pemilik perusahaan bisa menambah jumlah pengguna aplikasi. Lebih dari itu, semisal para pengguna telah menyimpan uangnya untuk keperluan bertransaksi, maka tentunya mereka perusahaan bisa menyimpan uang sementara milik customer mereka.

Contohnya nih, Go-Pay punya 10 juta pengunduh. Dari jumlah itu ada 50 persen atau 5 juta penggunanya yang memakai metode pembayaran uang elektronik. Misal setiap pengguna menyimpan uang Rp 50 ribu saja, maka akan ada dana mengambang sebesar Rp 250 miliar yang dipegang Go-Pay. Jumlah yang lumayan kan?

Makanya, jangan heran kalau para penyelenggara uang elektronik berbasis server ini ngebet banget supaya orang-orang menggunakan aplikasi yang mereka buat. Gimana cara supaya cepat dapat banyak pengguna? Ya tentu dengan memberikan iming-iming diskon dan promo cashback tadi.

Apakah Pengguna Bisa Untung Jika Pakai Cashback?

Mungkin melihat banyaknya promosi yang diberikan aplikasi, para pengguna mulai bertanya-tanay, apakah benar-benar bisa mendapatkan keuntungan? Jawabannya belum tentu. Setiap program atau promo pastinya ada kelebihan dan kekurangannya, terutama dari sisi konsumen.

Kekurangan program cashback sendiri biasanya karena ada syarat pembelian, waktu pemberian, dan masa berlaku. Misalnya, untuk mendapatkan cashback 10% seseorang harus melakukan pembelian barang minimal sejumlah Rp 250 ribu terlebih dahulu.

Di sini terkadang banyak orang yang tidak sadar bahwa mereka sebenarnya tidak benar-benar butuh membeli barang tersebut, dan hanya ingin mendapatkan promosinya saja. Padahal jika harus membeli barang dengan harga Rp 250 ribu, dan hanya dapat kembali Rp 25 ribu, tentunya hal ini merugikan.

Belum lagi terkadang cashback itu diatur agar bisa diambil dalam kurun waktu tertentu, kadang baru bisa diambil dalam waktu satu minggu, ada juga yang harus nunggu hitungan bulan hanya untuk bisa menggunakannya cashback-nya. Hal ini juga perlu diperhatikan tatkala cashback juga memiliki batas periode tertentu. Jadi bisa saja ketika periode itu berakhir, konsumen tidak akan bisa menggunakan cashback tersebut.

Kesimpulannya, cashback bisa saja menguntungkan bagi mereka yang benar-benar pandai dalam mengelola rencana pembelian barang di toko tertentu. Tapi belum tentu menguntungkan buat mereka yang terlalu ceroboh dalam berbelanja.

Related Article