Presiden Ukraina dan Pemimpin Nyeleneh Lainnya

Volodymyr Zelensky, seorang komedian, beberapa bulan lalu diangkat secara resmi sebagai Presiden Ukraina. Banyak orang mengira bahwa dia akan menyesuaikan polahnya dengan jabatan baru. Namun, ternyata, kenyataan bicara lain. Mula-mula Zelensky meminta supaya tak dikawal secara ketat. Dan mengunjungi gedung parlemen, misalnya, dia merasa cukup dengan berjalan kaki, tanpa mobil canggih, sopir, dan rupa-rupa protokoler selayaknya kepala negara.

Zelensky juga tak segan untuk berbincang dengan warga di jalanan ibu kota Kiev. Dia mengajak tos, berswafoto, dan bahkan mengecup kening seseorang. Di kota lainnya, Mariupol, Zelensky secara spontan menghampiri anak-anak yang sedang bermain di taman air mancur. Tindakan spontan ini jelas mengundang keriuhan.

Tindakan yang tak biasa sebagai seorang presiden ini terbawa sampai pertemuan dengan tamu-tamu asing. Pada Mei 2019, misalnya, ia memilih memakai kaus dengan lengan terlipat alih-alih dasi dan jas.

Menurut Zelensky, presiden adalah seorang pelayan rakyat, maka tak sepatutnya jabatan ini diagung-agungkan. Presiden tidak berbeda dari rakyatnya. Paham ini juga yang tampaknya membuat ia mengumumkan rencana untuk memindahkan kantor kepresidenan dari sebuah bangunan tua era Soviet yang megah ke sebuah kompleks multifungsi tempat pameran dan berbagai forum berlangsung.

“Presiden itu bukan sebuah ikon, dia bukan idola. Pasanglah foto anak-anak Anda dan lihat foto-foto itu ketika Anda semua memutuskan kebijakan negara,” ujar Zelensky, dikutip dari AFP.

Presiden-Presiden Unik dari Berbagai Negara

Fenomena presiden berkepribadian rendah hati dan tampak dekat dengan rakyat memang sedang menjadi fenomena global. Zelensky bukanlah yang pertama dan satu-satunya. Terdapat beberapa nama lain yang kerap diberitakan melakukan tindakan di luar standar protokoler kepresidenan.

Sebut saja Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau. Ia kerap kali melakukan tindakan-tindakan di luar standar konvensional seorang presiden. Salah satunya adalah ketika ia ikut serta dalam kampanye LGBTQ+ Toronto Pride sembari menggunakan kaus kaki warna-warni.

Tindakan tak biasa lainnya yang ia lakukan adalah membagi kabinetnya menjadi separuh perempuan dan separuh laki-laki. Menurut Trudeau, hal ini ia lakukan demi membuktikan bahwa dirinya adalah seorang yang menjunjung tinggi kesetaraan gender. Keberagaman dalam kabinetnya juga tampak pada keberadaan dua anggota yang menganut ajaran Sikh dan dua Pribumi Kanada.

Di Indonesia, Joko Widodo juga kerap kali melakukan hal-hal yang tidak biasanya dilakukan oleh seorang presiden. Jokowi seringkali melontarkan kuis kepada anak-anak di berbagai daerah yang ia sambangi dengan iming-iming hadiah sepeda. Aksi unik lainnya yang juga ia pernah lakukan adalah menyambangi berbagai konser dan festival musik, seperti konser Metallica, festival We the Fest, serta Synchronize.

Kendati tidak serupa dengan Trudeau, Zelensky, dan Jokowi, Donald Trump juga merupakan seorang presiden yang kerap kali menggunakan cara-cara ajaib dalam menjalankan kewajibannya sebagai Presiden Amerika Serikat.

Melalui akun Twitter pribadinya, @RealDonaldTrump, Trump gemar melontarkan sanggahan dan cercaan terhadap isu-isu yang sedang beredar. Ia juga seringkali melontarkan candaan politis yang blak-blakan melalui akun media sosialnya. Hal ini adalah hal yang tak biasa, mengingat seorang presiden biasanya tidak seterbuka Trump dalam mengungkapkan sesuatu di media sosial

Related Article