Prabowo Temui SBY dan Upaya Gerindra Merangkul Demokrat

Partai Demokrat resmi mengusung pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 nanti. Namun setelah melakukan pendeklarasian dukungan pada Juli 2018 lalu, Partai Demokrat nampak tidak total dalam memberikan perhatiannya kepada koalisi yang mereka pilih. Mereka membebaskan kadernya untuk menentukan pilihannya masing-masing.

Penilaian ini muncul setelah Ketua Fraksi Partai Demokrat di DPR Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas yang mengakui, kalau ada kadernya yang mendukung capres dan cawapres nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Perbedaan sikap dengan keputusan partai itu khususnya terjadi pada kader-kader yang berada di daerah.

Kader Demokrat bahkan ada yang secara terbuka mengungkapkan dukungan kepada Jokowi-Ma'ruf. Seperti Gubernur Papua Lukas Enembe dan mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat Muhammad Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) yang kini pindah ke Partai Golkar. Ibas sendiri mengatakan bahwa pihaknya tak akan memberikan hukuman apapun kepada kader yang tak mengikuti pilihan partai.

Prabowo Menemui SBY Jadi Jawaban Keseriusan Demokrat

Tiga bulan berselang, akhirnya calon presiden (capres) nomor urut 02 Prabowo Subianto bersama tim pemenangannya bertemu dengan Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Mereka menggelar pertemuan di Mega Kuningan, Jakarta Selatan, tepatnya di kediaman rumah SBY. Pertemuan tersebut diakui untuk membahas strategi pemenangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

"Kami tentu ingin Pak Prabowo memenangi pemilihan presiden," kata SBY dalam konferensi pers seusai pertemuan, Jumat, 21 November 2018.

Mantan Presiden RI itu juga berjanji akan mulai intensif mengkampanyekan pasangan yang telah diusungnya. Setidaknya pada Januari nanti, kata SBY, Prabowo akan mulai fokus menjelaskan lebih banyak solusi, program dan kebijakan, untuk menjawab aspirasi serta persoalan yang tengah di hadapi masyarakat.

"Kami juga sepakat mulai Januari hingga April, yang Insyaallah kurang lebih 3,5 bulan mendatang, fokus utama kami memenangkan Prabowo sebagai calon presiden," kata SBY.

Lebih lanjut, mantan Panglima Komando Daerah Militer ini mengatakan, berdasarkan hasil pengamatannya, kampanye pilpres 2019 selama tiga bulan terakhir lebih banyak memuat gimmmick serta serangan yang bersifat pribadi, dibanding adu program serta gagasan.

"Tentu ini menurut pandangan saya bertentangan dengan apa yang ditunggu masyarakat Indonesia lima tahun mendatang," katanya.

Saran SBY dan Janjinya Kepada Prabowo

Terlalu banyak gimmmick itu sendiri merupakan aspirasi rakyat yang didapatkan saat Partai Demokrat berkeliling ke beberapa wilayah di Indonesia akhir-akhir ini. Dalam kesempatan yang sama, SBY pun memberikan saran kepada Prabowo untuk menghadapi tahun 2019 nanti. Ia meminta agar Prabowo lebih aktif lagi untuk berkampanye pada awal 2019.

"Dalam konteks pilpres, superstar adalah capres. Beliaulah yang harus aktif dan mengambil peran menjelaskan ke rakyat, akan diintegrasikan pada Januari hingga pengambilan suara," ujar SBY.

SBY menegaskan bahwa partainya mendukung pemenangan pasangan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pada Pilpres 2019 mendatang. Namun, di sisi lain, Demokrat juga menargetkan kemenangan pada pemilu legislatif yang digelar bersamaan dengan pilpres. Hal itu disampaikan SBY merespons anggapan bahwa Partai Demokrat tidak maksimal dalam mengampanyekan pasangan Prabowo-Sandiaga.

"Kami tentu ingin Pak Prabowo menang dalam pemilihan presiden tapi baik Partai Gerindra maupun Demokrat juga sukses memiliki suara yang makin besar di parlemen," ungkap SBY.

Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar dua jam itu, SBY dan Prabowo menyepakati adanya sinergi serta koordinasi yang lebih baik untuk memenangkan Pemilu 2019. SBY mengatakan, selama empat bulan ini pihaknya fokus untuk memenangkan Partai Demokrat pada Pemilu Legislatif. Meski demikian, Partai Demokrat juga tidak meninggalkan kewajibannya sebagai anggota Koalisi Indonesia Adil dan Makmur.

"Kami ingin meraih suara yang lebih tinggi dibandingkan Pemilu 2014 dan kami ingin menyukseskan Pak Prabowo sebagai Presiden Indonesia lima tahun mendatang. Itu tugas dan kewajiban kami baik secara moral ataupun politik," tandasnya.

Tak Ada Keraguan Prabowo dengan SBY

"Demokrat-Gerindra kok sepertinya jarang ketemu, karena kita masing-masing punya kesibukan luar biasa," demikian klaim Prabowo dalam menjawab pertanyaan seputar kedekatannya dengan partai Demokrat.

Ketua Umum Partai Gerindra itu bahkan berani memastikan kalau tim koalisi di bawahnya terus menjalin komunikasi. Termasuk para sekretaris jenderal Koalisi Indonesia Adil Makmur yang terus bertemu tiap pekan. "Para sekjen bekerja sangat rukun, sangat kooperatif. Kita alami kemajuan cukup berarti. Perjuangan kita di KPU-Bawaslu di mana-mana buahkan hasil," tutur Prabowo.

Meski dulunya Sekjen DPP Partai Gerindra, Ahmad Muzani sempat meragukan dukungan SBY, namun hal itu tidak terjadi pada Prabowo. Mantan komandan jenderal Kopassus itu menyatakan bahwa dirinya tidak pernah meragukan dukungan SBY kepadanya dan Sandiaga Uno. Dia bahkan mengakui kalau SBY mempunyai perhitungannya sendiri.

"Saya tidak pernah ragu dengan komitmen Pak SBY. Beliau tentu seorang pemimpin, negarawan dan mantan jenderal tentara punya perhitungan-perhitungan. Kita juga punya perhitungan," tandasnya.

Related Article