PKB Main Politik Dua Kaki Jelang Pemilu 2019, Ini Tanggapan Golkar

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sejauh ini tengah membangun komunikasi dengan dua poros besar jelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2019. Setelah dekat dengan kubu Joko Widodo, kini PKB kabarnya tengah intens menjajaki hubungan dengan kubu Prabowo Subianto.

Ya, seperti kita ketahui, belakangan ini nama Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar sering kali disandingkan sebagai calon wakil presiden, baik dengan Jokowi maupun Prabowo. Cak Imin, sapaan akrabnya, disebut layak maju sebagai calon wakil presiden mendampingi salah satu dari kedua figur tersebut.

Dalam politik, situasi bermain dua kaki seperti yang dilakukan PKB ini memang tak jadi masalah. Partai Golkar bahkan memaklumi hal tersebut dan menganggap komunikasi dengan semua partai politik adalah hal yang biasa.

Seperti apa progres komunikasi yang sudah dibangun PKB dengan dua poros tersebut? Lalu, seperti apa pula respons Partai Golkar dalam melihat sikap politik yang diambil PKB tersebut?

Cak Imin Disebut Layak Dampingi Jokowi di 2019

Wakil Sekretaris Jenderal PKB, Daniel Johan mengatakan bahwa wacana mendorong Cak Imin sebagai cawapres muncul dari aspirasi seluruh kader. Cak Imin dinilai sangat layak maju sebagai cawapres mendampingi Jokowi di Pemilu 2019.

"Sekarang para sukarelawan dan simpatisan Cak Imin sudah semakin menyatu dengan struktur untuk mendesak agar PKB segera memutuskan Cak Imin maju sebagai cawapres 2019. Mayoritas aspirasi mendorong Cak Imin duet dengan Jokowi,” ujar Daniel Johan seperti dinukil dari Kompas.com, Rabu 28 Februari.

Bahkan, Daniel menyebutkan setidaknya ada tiga alasan mengapa Cak Imin dinilai ideal jadi cawapres Jokowi. Pertama, Cak Imin memiliki basis dukungan dari warga Nahdlatul Ulama (NU) sehingga dianggap dapat mendongkrak elektabilitas Jokowi. 

Kedua, Cak Imin dinilai merupakan kekuatan kebangsaan yang mampu menyatukan unsur Islam dan Nasionalis. Ketiga adalah soal tantangan Jokowi ke depan yang harus mampu membenahi pondasi pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan daya beli dan pendapatan masyarkat. 

Nah, dalam hal ini, menurut Daniel, Cak Imin memiliki visi pembenahan sektor hilir untuk produksi petani dan nelayan.

PKB Bangun Komunikasi dengan Prabowo

Tak hanya dengan Jokowi, PKB juga disebut tengah berupaya mempertemukan Cak Imin dengan Prabowo Subianto. Terkait hal itu, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon belum mau memastikan kabar pertemuan itu.

"Ya mungkin aja. Kan pernah ketemuan juga. Nanti kita lihat dululah," ujar Fadli di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, sebagaimana dilansir dari detikcom, Selasa 27 Februari.

Fadli Zon sendiri tak menampik jika selama ini memang ada jalinan komunikasi antara PKB dan Gerindra. 

"Komunikasi ada. Saya kira kita ada komunikasi yang baik juga," beber Fadli Zon.

Di sisi lain, Ketua DPP PKB, Lukman Edy menyebut Cak Imin sudah dua kali bertemu dengan Prabowo Subianto. Keduanya bertemu untuk membahas kemungkinan koalisi di Pilpres 2019. 

Selanjutnya, PKB dan Gerindra pun mengagendakan pertemuan lanjutan antara dua tokoh tersebut. Langkah PKB membangun komunikasi dengan Gerindra dilakukan jika koalisi dengan Jokowi tak membuahkan hasil. 

Sampai hari ini, setidaknya ada total lima parpol yang belum mendeklarasikan calonnya untuk perhelatan Pilpres 2019 mendatang. Kelima parpol tersebut adalah Partai Gerindra, PKB, PAN, PKS, dan Partai Demokrat.

Meski begitu, Partai Gerindra sendiri tampaknya akan kembali mengusung ketua umum mereka, Prabowo Subianto. Gerindra sendiri mengaku sudah solid untuk mengusung kembali Prabowo.

Respons Golkar Soal Sikap Politik PKB yang Main Dua Kaki

Melihat sikap politik PKB yang bermain dua kaki jelang Pemilu 2019 nanti, Golkar pun memaklumi. Politisi Golkar, Ace Hasan Syadzily menilai bahwa pertemuan dan komunikasi yang dilakukan PKB dengan Gerindra adalah hal biasa dalam politik.

Ace menyebut hal tersebut merupakan kewenangan dari masing-masing partai untuk membangun komunikasi politik antar kandidat capres dan cawapres jelang Pemilu 2019.

“Ya itu biasa aja komunikasi politik antar calon, antar ketua umum partai politik kan biasa aja, ya silakan aja PKB membangun komunikasi,” kata Ace Hasan Syadzily seperti dikutip dari Kumparan.com, Rabu 28 Februari.

“Kan suasananya untuk 2019 yang sudah clear mendeklarasikan kan Golkar, PDIP, Nasdem sama Hanura. PKB sendiri belum mendeklarasikan dia dukung siapa,” sambung Ace.

Menurut Ace, Golkar tak terlalu mempermasalahkan sikap PKB yang seakan-akan bermain dua kaki. Terlebih, PKB sejauh ini memang belum menentukan sikap politik terkait dukungan terhadap kandidat capres tertentu, baik itu Jokowi ataupun Prabowo nantinya.

“Ya silakan saja, biasa saja komunikasi politik. Kecuali sejak awal PKB sudah menyatakan bahwa dia mendukung Pak Jokowi. Tapi kan ini PKB belum melakukan deklarasi dukungan pada Pak Jokowi,” terangnya.

Ace menambahkan, dinamika politik menjelang pilpres memang tidak bisa diprediksi. Tapi, menurut dia, setiap elit partai politik yang ada harus mengedepankan aspek stabilitas politik hingga 2019.

“Itu kan proses politik yang biasa aja melakukan komunikasi politik dengan partai-partai lain. Yang penting komitmen bagaimana memuluskan pemerintahan ini sampai 2019,” tutupnya.

Related Article