Persiapan Kedua Paslon Sebelum Debat Pilpres 2019

Debat perdana calon presiden dan calon wakil presiden jelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 tinggal menghitung jam saja. Segala persiapan pun sudah dilakukan kedua pasangan yakni Joko Widodo-Ma’ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Kedua pasangan pun siap tampil maksimal.

Perlu diketahui, debat perdana Pilpres 2019 ini akan digelar di Hotel Bidakara, Jakarta dan dimulai pukul 20.00 WIB. Untuk debat perdana capres-cawapres di Pilpres 2019, KPU memilih empat tema debat yaitu hukum, hak asasi manusia (HAM), korupsi, dan terorisme. Tak lupa, Asumsi.co juga menggelar nonton bareng debat Pilpres 2019 di Kaffeine SCBD, Jakarta, mulai pukul 18.00 WIB.

Kira-kira persiapan-persiapan apa saja yang sudah dijalani Jokowi-Ma’ruf dan Prabowo-Sandi? Simak rangkumannya di bawah ini.

Joko Widodo Persiapkan Data dan Fakta

Capres nomor urut 01 Jokowi mengatakan bahwa dirinya sudah mempersiapkan data dan fakta jelang debat Pilpres 2019 nanti malam. Menurut mantan Gubernur DKI Jakarta itu, debat harus sesuai data dan fakta yang sudah disesuaikan dengan tema yang telah ditentukan.

"Ya tentu saja kalau ngomong mestinya dengan data, ngomong dengan fakta-fakta. Yang paling penting rencana kami seperti apa," kata Jokowi usai menghadiri acara peluncuran program wirausaha ASN di SICC Sentul, Bogor, Jawa Barat, Rabu, 16 Januari 2019 pagi.

Baca Juga: Sindir Pidato Kebangsaan, Dulu Ngabalin Pendukung Prabowo Garis Keras

Meski tak menjelaskan secara detail soal persiapan yang dilakukan, Jokowi pun menegaskan akan menjawab semua pertanyaan seputar HAM hingga kasus Novel Baswedan yang diajukan kepada dirinya nanti saat debat berlangsung. "Ya kami datang saja. Kalau ada tanya, ya dijawab," ujarnya.

Lalu, pada malam harinya di hari yang sama, Jokowi pun mengaku semakin mantap untuk menjalani debat Pilpres 2019. Hal itu ia sampaikan usai melakukan latihan dan persiapan untuk debat perdana Pilpres 2019 di Gedung Djakarta Theater Rabu, 16 Januari 2019 malam. Jokowi ditemani penasihat hukum Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin, Yusril Ihza Mahendra.

"Ya, ini persiapan pemantapan dan evaluasi, terutama materi," kata Jokowi saat keluar ruangan di Gedung Djakarta Theater, Rabu, 16 Januari 2019 malam.

Menariknya, Jokowi bahkan mengatakan persiapan debat yang dijalani sudah mantul alias mantap betul. "Yang namanya pemantapan ya mantaplah. Mantul... mantul," kata Jokowi sembari tersenyum.

Terkait pakaian, Jokowi tak mau mengatakan lebih rinci soal pakaian yang akan dipakai saat debat nantinya. "Yang jelas besok pakai pakaian," ujar Jokowi.

Sementara itu, Yusril menambahkan, persiapan materi debat dilakukan dengan menghimpun berbagai isu-isu yang berkembang di masyarakat terkait tema hukum, HAM, korupsi, dan terorisme. Berbagai isu tersebut juga dihimpun dari pemberitaan media massa.

Lalu, isu yang telah dihimpun tersebut kemudian dianalisis. Selanjutnya, Jokowi-Ma'ruf melakukan pemantapan materi debat dari hasil analisa isu tersebut. "Dari pemantapan tadi, insyaAllah (debat) besok itu akan lebih baik," kata Yusril.

Yusril mengatakan bahwa isu-isu yang berkembang dan dimantapkan oleh Jokowi-Ma’ruf lebih kepada keadilan dan kepastian hukum. Menurutnya, hal tersebut sudah dilakukan Jokowi selama memimpin pemerintahan selama empat tahun terakhir dan akan dilanjutkan jika kembali terpilih pada Pilpres 2019.

Baca Juga: Melihat Kembali Sederet Momen Seru di Debat Pilpres 2014

Soal isu HAM, Yusril menegaskan bahwa Jokowi tidak memiliki kasus pelanggaran HAM berat di masa lalu. Lalu, soal jalan di tempatnya penuntasan kasus pelanggaran HAM masa lalu, Yusril menyebut hal itu terjadi karena ada banyak kendala hukum dan teknis penyidikan. Ia menjelaskan bahwa penuntasan kasus pelanggaran HAM masa lalu harus diselesaikan dengan pengadilan HAM ad hoc sehingga diperlukan pembentukan tim pencari fakta.

Lalu, draf pembentukan tim pencari fakta itu harus dilayangkan ke Kejaksaan Agung dilanjutkan ke DPR. Kemudian setelah itu bisa ditindaklanjuti Jokowi selaku Presiden. "Tapi inisiatif itu kan tidak pernah terjadi pada masa pemerintahan Pak Jokowi selama 4 tahun terakhir ini," ucap Yusril.

Kemudian, soal isu terorisme, Yusril menyebut Jokowi telah berhasil mengamandemen Undang-undang Nomor 5 Tahun 2018 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme. Sedangkan, soal isu korupsi, Jokowi-Ma'ruf sepakat untuk menguatkan KPK. Terhadap banyaknya operasi tangkap tangan (OTT) oleh KPK kepada pejabat negara, Yusril menyebut hal itu sebenarnya terjadi juga di masa pemerintahan sebelum Jokowi memimpin.

KPK saat ini sudah meningkat kinerjanya dengan menggunakan penyadapan dan teknik lainnya. Meski demikian, Yusril menyebut Jokowi sepakat dengan maraknya OTT dan tak akan menghentikan hal itu. Bahkan, hal tersebut akan menjadi bagian dari program Jokowi-Ma'ruf dalam pemberantasan korupsi. "Maka hasilnya tentu lebih banyak dengan keadaan sebelumnya," ujarnya.

Ma'ruf Amin Biasa Debat di NU dan Bakal Pakai Sarung

Beda lagi dengan cawapres nomor urut 01 Ma'ruf Amin, yang mengaku sudah biasa menjalani momen debat di forum Nahdlatul Ulama (NU), meski dengan materi yang berbeda. Maka dari itu, Ma’ruf pun mengatakan jika ia tak memiliki persiapan khusus jelang debat Pilpres 2019 nanti malam. Ma’ruf hanya membaca apa saja materi yang akan dibahas dalam debat.

"Tentu kalau persiapan ya kita menyiapkan dirilah, tetapi tak selalu segala-segalanya. Seperti biasalah, saya kan biasa kalau berdebat, di NU biasa itu, hanya materinya yang berbeda. Jadi saya membaca, kira-kira apa yang akan didebatkan itu," kata Ma'ruf di kediamannya, Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu, 16 Januari 2019. 

Pada debat nanti, Ma’ruf pun akan berpenampilan seperti biasa dengan ciri khasnya yakni menggunakan kain sarung. Menariknya, ia sendiri masih merahasiakan soal motif kain sarung yang akan digunakan nantinya. "Kalau bawahannya pasti kain sarung, nah motifnya apa, rahasia itu," kata Ma'ruf.

Sementara itu Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo- Ma'ruf Amin, Erick Thohir, mengungkapkan bahwa cawapres Ma'ruf sudah menjalani latihan persiapan debat Pilpres 2019. Menurut Erick, Ma'ruf menjalani latihan lantaran harus membiasakan diri dengan atmosfer debat. Sementara Jokowi sudah beberapa kali latihan.

Baca Juga: Dicoret dari Panelis Debat Pipres 2019, Ada Apa dengan Bambang Widjojanto?

"Cawapres ada latihan kemarin sempat sekali, karena kan beliau harus terbiasa dengan sistem debat. Kalau Pak Jokowi sudah biasa, sudah beberapa kali," ujar Erick usai bertemu Presiden Joko Widodo dan para ketua umum partai pengusung dan pendukung di Restoran Seribu Rasa, Menteng, Jakarta, Selasa, 15 Januari 2019. 

“Mungkin situasional lapangan saja, yang mungkin beliau ingin lihat. Karena dalam debat pertama ini sepertinya agak berubah. Contoh ada penonton di belakang beliau yang duduk kan. Konsepnya itu kan belum pernah, mungkin beliau mencoba ingin melihat," ujarnya.

Prabowo Subianto Siap Menjawab Isu HAM

Sementara itu capres nomor urut 02 Prabowo Subianto juga sudah melakukan latihan debat di kediamannya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat. Bahkan dirinya berlatih selama dua hari yakni pada Selasa, 15 Januari 2019 di Hambalang dan Rabu, 16 Januari 2019 di kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan

"Persiapannya beliau (Prabowo) bersama Tim 8 dan Direktur Media dan Konten lagi mempersiapkan diri dua hari ini, dari kemarin di Hambalang," kata juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Andre Rosiade, kepada wartawan, Rabu, 16 Januari 2019. 

Lebih lanjut, Andre menjelaskan lebih detail hal-hal apa saja yang dilakukan Prabowo selama mempersiapkan diri untuk debat Pilpres 2019. Salah satunya adalah mempersiapkan jawaban ketika ditanya soal isu HAM.

"Mempersiapkan semuanya untuk perdebatan besok, mulai data materi-materi, itu yang disiapkan. Materi-materinya hukum, HAM, korupsi, dan terorisme. Sekarang dipersiapkan. Kita mempersiapkan diri dua hari ini bagaimana Pak Prabowo menawarkan soal pemberantasan korupsi," ujarnya.

Sandiaga Uno Tolak Serang Personal

Sementara itu, cawapres Sandiaga Uno mengatakan bahwa ada yang mengusulkan kepada Prabowo dan dirinya untuk menyerang secara personal ketika debat Pilpres 2019 berlangsung. Namun, Sandi mengatakan sudah menolak usulan tersebut dan tak ingin menyerang secara personal. Ia dan Prabowo akan menghormati lawan debat nantinya.

"Memang ada usulan dari BPN (Badan Pemenangan Nasional) tapi ditolak oleh Prabowo. Prabowo tak ingin saling menyerang. Pak Prabowo ingin semuanya dilakukan dengan penuh rasa saling menghormati dan santunan dalam budaya kita," ujar Sandiaga saat ditanya soal persiapan debat perdana di kawasan Bulungan, Jakarta Selatan, Rabu, 16 Januari 2019. 

"Kita pikir bahwa simulasi itu penting, tapi kita tak siapkan khusus untuk menyerang. Karena menurut saya, ini adalah bukan budaya kita saling serang-menyerang, budaya kita adalah dengan sopan santun menyampaikan gagasan kita," ujarnya.

Baca Juga: Rentan Terlibat Kegiatan Politik, KPAI Minta Isu Perlindungan Anak di Debat Pilpres 2019

Sandi mengaku bahwa ia sangat menghormati Jokowi sebagai Presiden RI dan Ma'ruf Amin selaku ulama. Dalam debat nantinya, ia hanya akan menyinggung persoalan yang ada di masyarakat. Lebih lanjut, mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu tak akan banyak mengorek lebih jauh persoalan yang ada.

"Kami tidak akan mengorek-ngorek, itu bukan style, gaya, Prabowo-Sandi. (Kami) hanya (menyinggung) kasus-kasus yang ada di masyarakat saja, yang ditanyakan, yang menjadi pertanyaan besar. Kita akan sangat hormati Presiden dan akan memuliakan Pak Kiai," ucapnya.

Tak hanya itu saja, jelang debat, pasangan Prabowo-Sandi juga bertemu dengan Ketum Partai Demokrat (PD) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). "Sebelum besok, beliau ada pertemuan dengan Pak SBY dan pimpinan partai yang lain. Ya adalah (pertemuan sebelum debat)," kata juru bicara Prabowo-Sandiaga, Pipin Sopian, di Jalan Sriwijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu, 16 Januari 2019. 

Menurut Pipin, Prabowo-Sandi mendapatkan arahan dari SBY. Bahkan SBY juga mengevaluasi performa mereka dalam menyampaikan pidato 'Indonesia Menang' beberapa hari lalu. "Tapi yang jelas, beliau langsung memberikan arahan, Pak SBY, terkait bagaimana performa Pak Prabowo, termasuk mengevaluasi performa kemarin supaya menyempurnakan performa beliau besok," ucap Pipin.

Sementara itu, Koordinator juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan bahwa Prabowo mengundang sejumlah pakar dan ahli untuk berdiskusi di Hambalang jelang debat Pilpres 2019. simulasi debat pun digelar di kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Rabu, 16 Januari 2019. 

Sejumlah tokoh pun diundang dimulai dari mantan Komisioner KPK seperti Bambang Widjojanto, Busyro Muqoddas, dan mantan komisioner Komnas HAM seperti Hafidz Abbas dan Natalius Pigai. Dalam diskusi tersebut hadir pula Direktur Materi Debat BPN Sudirman Said dan Direktur bidang Hukum dan Advokasi BPN Sufmi Dasco Ahmad.

Related Article