featured

Unsplash/Nita Anggraeni Goenawan

Isu Terkini

3 Mei 2021

Pengirim Sate Beracun Ditangkap, Ini Kronologinya: Mengandung Sianida Sampai Salah Sasaran

M. Ashari

Polisi menangkap pelaku yang diduga dalang pengiriman sate beracun salah sasaran di Yogyakarta pada 25 April 2021 lalu. Sate yang mengandung racun sianida itu disebut akan dikirimkan kepada anggota polisi, namun malah menewaskan seorang bocah berusia 8 tahun.

Mengenai penangkapan pelaku, sebagaimana dilansir dari Tribunnews, Kasat Reskrim Polres Bantul, AKP Ngadi, mengonfirmasi hal tersebut, Minggu (2/5/2021). Namun, ia mengatakan, identitasnya akan diungkap lebih jauh dalam konferensi pers yang diadakan Senin (3/5/2021) ini. 

Kronologi sate beracun ini dimulai ketika Bandiman, yang berprofesi sebagai pengemudi ojek di wilayah Yogyakarta, menerima permintaan pengiriman sate dari seorang perempuan. "Dia mengatakan tidak punya aplikasi dan meminta mengirimkan paket takjil ke seseorang bernama Tomi di Villa Bukit Asri, Sembungan, Kasihan, Bantul," kata Bandiman sebagaimana dilansir dari Tribunnews.

Dari pengakuan Bandiman, perempuan itu berciri-ciri masih muda, berkulit putih, dengan tinggi sekitar 160 cm. Perempuan itu juga mengenakan hijab dan mengenakan baju berwarna krem. Saat menyampaikan permintaan pengiriman sate, perempuan itu menginginkan supaya pengirimnya disebut atas nama Hamid dari Pakualaman. Bandiman menyanggupi permintaan-permintaan perempuan itu.

Sesampainya di lokasi tujuan, rumah Tomi terlihat sepi. Bandiman kemudian menelefon orang yang dimaksud. Akan tetapi, Tomi mengaku kepadanya tidak mengenal seseorang bernama Hamid dari Pakualaman. Tomi kemudian meminta agar Bandiman membawa saja sate itu. Bandiman pun kemudian membawa sate tersebut ke rumahnya.

Di rumah, sate itu dibagikan ke keluarganya. Bandiman mengaku, ia dan anaknya yang sulung sempat memakan dua tusuk sate saat itu. Tapi, saat sate itu dimakan oleh NFP - anaknya yang berumur 8 tahun - serta istrinya, efek sate beracun itu malah terasa. Saat itu, NFP tengah disuapi oleh istri Bandiman. "Tiba-tiba anak saya mengeluh pahit dan panas. Lalu, lari ke kulkas untuk minum, tapi sampai dapur ia terjatuh, dan istri saya muntah-muntah," tuturnya.

NFP kemudian tak sadarkan diri. Ia pun langsung dilarikan ke RS Wirosaban. Namun, sayangnya, nyawa NFP tak tertolong. Ia meninggal ketika dalam perjalanan ke rumah sakit. NFP juga dikatakan Bandiman sempat mengeluarkan buih dari mulutnya.

Kapolres Bantul AKBP Wachyu Tri Budi Sulistyono mengatakan bahwa bumbu sate yang dikirim oleh perempuan misterius itu positif mengandung racun potasium siandia. Racun jenis ini dikatakannya mematikan, terlebih bila dikonsumsi dalam jumlah besar.

Meski memiliki efek mematikan, racun potasium sianida ini disebutnya bisa didapat dengan mudah. Racun itu juga bisa ditemui di lapak-lapak dagang daring. "Racun ini dijual secara bebas," katanya.

NFP diduga menjadi korban salah sasaran dari pengiriman paket sate beracun tersebut. Kasubbag Humas Polresta Yogyakarta, AKP Timbul Sasana Raharja, mengonfirmasi bila sasaran sebenarnya dari paket sate beracun itu adalah penyidik senior di jajaran Satreskrim Polresta Yogyakarta. Penyidik yang dimaksud berinisial T berpangkat Aiptu, dan kini masih berstatus sebagai penyidik senior di Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Yogyakarta. "Betul, yang bersangkutan adalah penyidik senior di Reskrim Polresta Yogyakarta, pangkatnya Aiptu," ujar Timbul masih dilansir dari sumber berita yang sama. 

Share: Pengirim Sate Beracun Ditangkap, Ini Kronologinya: Mengandung Sianida Sampai Salah Sasaran