Pemerintah: Laju Kasus Baru COVID-19 di Indonesia Turun 11 Persen

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Doni Monardo mengatakan Indonesia mengalami penurunan kasus baru COVID-19 hingga 11 persen. Meski begitu, ia meminta masyarakat untuk tetap waspada dan mengikuti protokol kesehatan dari pemerintah.

"Tetapi hal ini bukan berarti kita menjadi lengah," kata Doni dalam video conference usai rapat terbatas bersama Presiden Joko Widodo di Jakarta, Senin (4/5).

Doni juga mengingatkan bahwa ada beberapa klaster yang berpotensi meningkatkan kembali kasus positif COVID-19. "Kehadiran sejumlah PMI (Pekerja Migran Indonesia) yang berpotensi menular, Jamaah Tabligh klaster Gowa, beberapa tempat industri, pemudik yang lolos pemeriksaan aparat. Ini bisa berpotensi meningkatkan kasus kembali," ucapnya.

Saat ini pemerintah sudah memberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) untuk sejumlah provinsi, antara lain di DKI Jakarta, Sumatera Barat dan Gorontalo. Ada pula PSBB yang diterapkan di tingkat kabupaten/kota seperti di wilayah Tangerang Raya, Bogor, Depok, Bekasi, wilayah Bandung Raya dan Surabaya Raya. Doni mengajak seluruh gugus tugas di provinsi untuk melakukan upaya pencegahan, deteksi, dan penanganan terhadap masyarakat yang telah terlanjur sakit.

Pemerintah pusat menurutnya akan siap membantu menangani kasus-kasus di daerah untuk menekan penularan COVID-19, seperti yang dilakukan di Jawa Timur.

Selain itu, Doni juga mengingatkan agar masyarakat tidak mencuri-curi kesempatan mudik. Apalagi, Presiden Jokowi sudah melarang mudik lebaran tahun ini. "Kebiasaan kita untuk bertemu dan berpelukan, bersalaman, dengan orang-orang yang kita sayangi justru membahayakan mereka," ujarnya.

Doni mengatakan, virus corona telah bermutasi sehingga terkadang tidak menunjukkan gejala pada orang terinfeksi. Mereka yang terinfeksi dan tanpa gejala ini menjadi pembawa virus yang berpotensi menularkan pada orang lain. Yang bahaya, lanjutnya, saat virus menular pada kelompok rentan, yakni orang yang punya penyakit penyerta.

Sekadar informasi, hingga Senin (04/05) sore WIB, jumlah kasus positif COVID-19 di Indonesia sudah mencapai 11.587 orang. Dari angka tersebut, terdapat 864 orang meninggal dunia, 1.954 orang dinyatakan sembuh, dan 8.769 pasien dalam perawatan.

Jumlah kasus positif baru ini bertambah menjadi 395, dari sebelumnya 11.192 kasus. Dari angka ini, kasus positif COVID-19 paling banyak berasal dari DKI Jakarta yang hingga hari ini mencatatkan 4.472 kasus.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto menjelaskan bahwa hingga saat ini, pemerintah telah melakukan pemeriksaan terhadap 116.861 spesimen dari 86.061 orang. Artinya, satu orang bisa menjalani pemeriksaan lebih dari sekali atau menjadi sumber lebih dari satu spesimen. 

Dari 86.061 orang yang diperiksa, yang negatif diketahui ada 74.474 dan positif 11.587. Ia juga membeberkan bahwa dalam periode yang sama terdapat penambahan 78 pasien COVID-19 yang dinyatakan sembuh.

Related Article