PAN Temui Jokowi terkait Potensi Koalisi, Demokrat Belum Yakin Gabung Prabowo

Memasuki minggu keempat bulan Juli 2018, dinamika koalisi, baik dari pendukung Joko Widodo (Jokowi) maupun Prabowo Subianto, untuk Pemilu Presiden 2019 mendatang masih amat dinamis. Meskipun batasan di antara keduanya mulai nampak jelas, masih ada beberapa partai yang masih melakukan penjajakan seperti Partai Demokrat. Nah, untuk mengetahui lebih lanjut dinamika politik apa lagi yang terjadi selama seminggu ini, berikut Capres-Cawapres Watch minggu ini!

Koalisi Jokowi: Konsolidasi Koalisi, PAN Turut Jajaki Potensi Koalisi dengan Jokowi

Minggu ini, salah satu pergerakan politik yang begitu ramai dibicarakan publik adalah terkait pertemuan enam partai pendukung Jokowi menuju Pemilu Presiden 2019. Pertemuan ini dilaksanakan di Istana Bogor pada hari Senin (23/7) malam. Dalam pertemuan ini, pemimpin-pemimpin partai yang hadir tersebut adalah Megawati Soekarnoputri dari PDIP, Romahurmuziy dari PPP, Surya Paloh dari NasDem, Airlangga Hartarto dari Golkar, Muhaimin Iskandar dari PKB, dan Oesman Sapta Odang dari Hanura. Pertemuan ini disebut-sebut sebagai langkah lanjutan konsolidasi koalisi yang akan mendukung Jokowi di tahun 2019 mendatang. Pertemuan ini juga disinyalir sebagai langkah lanjutan untuk menentukan cawapres yang akan mendampingi Jokowi.

Kemudian, di tempat berbeda, Jokowi pun turut bertemu dengan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan. Jokowi bertemu dengan Zulhas, sapaan akrab Zulkifli Hasan, di hari Selasa (24/7) pagi. Ketika ditanya apa tujuan dari pertemuan tersebut, Zulhas menyebutkan bahwa ia bertemu dengan Jokowi sebagai Ketua MPR sekaligus sebagai ketua partai. Pertemuan ini juga diperkirakan sebagai langkah lebih lanjut PAN dalam menentukan sikap resmi di Pemilihan Presiden 2019 mendatang. Sampai tulisan ini dipublikasi, PAN masih belum menentukan arah politiknya.

Koalisi Prabowo: Selain Bahas Koalisi dengan SBY, Prabowo Juga Temui PA 212

Di hari Selasa (24/7) malam, Prabowo bertemu dengan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Hal ini dilakukan oleh Prabowo sebagai bentuk gerilya politik dalam rangka memperkokoh koalisi yang sedang dibentuknya untuk bersaing di Pemilu Presiden 2019. Pertemuan ini berlangsung selama sejam. Ketika ditanya oleh wartawan, SBY menyatakan bahwa peluang Partai Demokrat untuk berkoalisi dengan Partai Gerindra memang terbuka lebar. Ia pun berkata bahwa ada kesepakatan antara Prabowo dan dirinya terkait persoalan bangsa lima tahun ke depan. Ucapan ini tentu memperkuat sinyal bahwa Partai Demokrat akan berlabuh mendukung Partai Gerindra. Jika koalisi ini benar terjadi, tentu isu AHY sebagai cawapres Prabowo juga akan menguat.

Sebelumnya, di hari Senin (23/7) malam, Prabowo Subianto juga sempat menemui PA 212. Prabowo sebenarnya tidak berbicara banyak terkait alasan dibalik datangnya ia ke pertemuan tersebut. Namun, ia menyatakan bahwa pertemuan ini merupakan sebuah bentuk tukar pikiran menjelang Pemilu Presiden 2019. Dalam pertemuan ini juga hadir Amien Rais.

Related Article