The New Prabowo, Apa Maksudnya?

Panggilan baru untuk Prabowo Subianto muncul dari mulut calon wakil presiden Sandiaga Uno. Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu mengatakan bahwa wajah baru Prabowo yang lebih luwes dan merakyat tergambarkan dari sebutan ‘The New Prabowo’.

Sandi mengatakan bahwa Prabowo akan tampil beda di Pemilihan Presiden 2019 nanti, misalnya saja dalam hal berpakaian. Menurut Sandi, Prabowo nantinya akan memilih berpakaian dengan model yang lebih millennial, ketimbang berpakaian seperti biasanya yakni mengenakan kemeja putih berkantong empat. 

Yang jelas, mantan Komandan Jenderal Kopassus itu akan tampil dengan gaya baru dalam balutan The New Prabowo. Sosok yang lebih luwes dalam berpakaian dengan maksud agar lebih fashionable dan menarik.

The New Prabowo: Luwes dan Fashionable

"Sekarang ini The New Prabowo. Pak Prabowo itu orangnya asyik, The New Prabowo yang kita selalu bilang sekarang orangnya sangat cair, sangat mendengar, menghormati," kata Sandiaga seperti dilansir Detikcom, Kamis, 23 Agustus.

Sandi juga mengungkapkan bahwa sosok Prabowo sebenarnya tak seburuk seperti yang selama ini dinilai oleh lawan-lawan politiknya. Apalagi sejak Pilpres 2014, Sandi mengatakan bahwa Prabowo sekarang jauh lebih luwes dan lebih menghormati orang lain.

Menariknya, Sandi memang menyoroti perubahan penampilan Prabowo ke depan untuk menyongsong era baru. Soal penampilan yang dimaksud Sandi, ia menerima saran dari putra semata wayang Prabowo yang merupakan desainer terkemuka di Paris, Didit Hediprasetyo.

Sandi diminta mengingatkan Prabowo agar lebih lentur dalam berpakaian sehingga lebih fashionable. Untuk itu, Prabowo kemungkinan akan mulai tak mengenakan seragam yang menjadi identitasnya selama ini yakni kemeja putih berkantong empat. 

"Mas Didit bilang ke saya, 'Papa juga kasih tahu dong, jangan pakai baju empat kantong terus. Ganti-gantilah papa. Enggak milenial. Mas Sandi ingetin juga ya papa,' gitu kata Mas Didit. Minta agar Pak Prabowo supaya lebih lentur dalam berpakaian”.

Prabowo yang Dekat dengan Media

Sementara itu, saat dihubungi Asumsi.co, Anggota Badan Komunikasi DPP Partai Gerindra Andre Rosiade, mengatakan bahwa ‘The New Prabowo’ memang menggambarkan sosok Prabowo yang lebih luwes dan menghormati orang lain.

“Jadi gini prinsipnya, Pak Prabowo adalah tokoh apa adanya ya. Beliau tokoh apa adanya yang selama ini tidak perlu diubah ya, hanya beliau punya karakter yang tegas, berani mengambil keputusan,” kata Andre kepada Asumsi.co, Kamis, 23 Agustus.

Menurut Andre, sosok Prabowo yang cair dan luwes itulah yang dibutuhkan bangsa Indonesia. Dengan sosok pemimpin seperti Prabowo, maka Indonesia akan bisa kembali menjadi "Macan Asia".

“Hal itu lah ya yang dibutuhkan bangsa Indonesia ini kan, supaya Indonesia bisa jadi macan Asia, bukan bangsa yang lemah. Kalau The New Prabowo seperti yang disampaikan Sandi itu lebih merujuk kepada sosok Prabowo yang cair,” ujarnya.

Selain itu, Andre menegaskan bahwa keluwesan Prabowo itu tergambarkan dari sikap Prabowo yang sangat dekat dengan awak media saat ini. “Kalau dulu kan susah diwawancarai media tuh. Nah, sekarang kan sudah bisa ketawa-ketawa, lebih dekat dengan awak media,” ucapnya.

Bukan Upaya Re-Branding

Soal apakah ‘The New Prabowo’ itu adalah usaha untuk melakukan re-branding agar Prabowo lebih dekat dengan kaum millennial, Andre menyebut hal itu sama sekali tak ada. Yang jelas, Andre menyebut bahwa Prabowo merupakan sosok tegas.

“Enggak ada re-branding, re-branding ya. Seperti yang saya bilang bahwa Pak Prabowo itu kan enggak ada yang salah karakternya kok orang komplain. Bahwa Pak Prabowo itu berani mengambil keputusan, kalau kita ingin jadi macan Asia.”

Andre pun sekali lagi menegaskan bahwa yang dimaksud dengan ‘The New Prabowo’ itu sebenarnya bahwa Prabowo sekarang jauh lebih cair dan mudah diwawancarai media ke depannya.

“Pak Prabowo kan bukan tipe orang pencitraan, beliau kan apa adanya, kalau katanya iya ya iya, kalau tidak ya pasti tidak. Bukan tiba-tiba pura-pura nyapu atau sebagainya,” kata Andre.

Lalu, Andre juga menegaskan bahwa munculnya istilah ‘The New Prabowo’ sendiri bukanlah usaha untuk menggaet kaum millennial. Menurut Andre, Prabowo sampai saat ini bahkan sudah disukai anak-anak muda.

“Bukan untuk menggaet kaum millennial juga, enggak juga. Kan kaum millennial juga memang suka dengan Pak Prabowo, kan mereka suka pemimpin yang tegas. Insya Allah lah nanti temen-temen media akan lebih nyaman bertemu dengan beliau, akan lebih meluangkan waktu, bisa doorstop juga, serba mudah lah.”

“Itulah yang dimaksud dengan The New Prabowo itu. Kalau soal karakter, enggak ada yang perlu diubah kok, memang beliau sudah bagus,” ujarnya.  

Related Article