Monas dan Sejumlah Titik Rawan Banjir di Jakarta

Hujan kembali mengguyur Jakarta sejak pagi hingga siang hari ini, Jumat (24/01/20). Ikon ibu kota, Monumen Nasional (Monas) ikut tergenang banjir, tepatnya di Pintu Masuk Monas Jalan Medan Merdeka Barat, dekat Taman Pandang seberang Kompleks Istana Negara. 

Dishub DKI Jakarta, lewat akun Instagram resminya @dishubdkijakarta, Jumat (24/01), melaporkan situasi banjir dengan genangan air berwarna cokelat di pintu masuk Monas tersebut. "Jalan Medan Merdeka Barat, pintu masuk monas, ketinggian air 20-25cm. #dishubdkijakarta," tulis @dishubdkijakarta sekitar pukul 11.30 WIB.

Namun memasuki siang hari, air di kawasan Monas tersebut pelan-pelan surut. Berdasarkan data BPBD Jakarta, genangan air paling banyak terjadi di wilayah Jakarta Utara. Genangan juga terjadi di Jalan Sungai Bambu, Tanjung Priok (10 cm), dengan pelapor Maman Hidayat; Kebon Bawang, Tanjung Priok (15 cm), dengan pelapor Ujang Asna; dan Kali Baru, Cilincing (10 cm).

Sebelumnya, BMKG telah memperkirakan sejumlah wilayah di Jakarta akan diguyur hujan disertai petir (24/01). Masyarakat diminta waspada. "Waspada potensi hujan disertai kilat atau petir dan angin kencang dengan durasi singkat di wilayah Jakarta Utara dan Jakarta Pusat pada pagi hari. Serta di wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur pada sore hingga malam hari," tulis BMKG di akun Twitter resminya, Jumat, (24/01).

BMKG juga merilis data terbaru mengenai prediksi cuaca untuk dua hari ke depan, terhitung sejak Jumat (24/01) hingga Minggu (26/01). Dalam data terbaru tersebut, setidaknya ada lima provinsi di Indonesia yang akan menghadapi status siaga banjir atau genangan pada 24 dan 25 Januari 2020. "Berdasarkan prakiraan berbasis dampak hujan lebat, status potensi banjir atau genangan pada 24-25 Januari 2020 perlu diwaspadai di DKI Jakarta dan Jawa Barat," tulis keterangan resmi BMKG kepada awak media, Jumat pagi.

Tak hanya itu saja, status siaga pada 24-25 Januari 2020 juga berlaku untuk provinsi Jawa Tengah, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Barat. Prakiraan hujan lebat ini, menurut BMKG, tercipta akibat sirkulasi siklonik di sekitar Samudera Hindia, selatan Lampung, yang diprakirakan akan terbentuk pada tanggal 24 hingga 26 Januari 2020. Ditambah kondisi atmosfer Indonesia yang labil, kedua faktor tadi menyebabkan peningkatan potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah Indonesia bagian barat.

Lalu, sejumlah wilayah di Indonesia juga mengalami curah hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai petir sepekan ke depan. Untuk itu, masyarakat diimbau agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang, dan jalan licin.

Sementara itu, Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta dan BPBD membeberkan data sejumlah titik di ibu kota yang masih terendam banjir per pukul 12.00 WIB. Setidaknya ada total 54 titik banjir, yang terbanyak di Jakarta Utara dengan 28 titik. Di Jakpus ada 14 titik banjir, 3 titik di Jakbar, 6 titik di Jaktim, serta 3 titik di Jaksel.

Sementara untuk update tinggi muka air per pukul 13.00 WIB, adalah sebagai berikut:

Awas/Siaga 1: Tidak ada

Siaga/Siaga 2: Pasar Ikan, Penjaringan, Jakarta Utara

Waspada/Siaga 3: Manggarai, Karet, Pulogadung

Normal/Siaga 4: Katulampa, Depok, Krukut Hulu, Pesanggrahan, Angke Hulu, Waduk Pluit, Cipinang Hulu, Sunter Hulu

Rinciannya:

Katulampa 10 cm/Mendung Tipis (Normal/Siaga 4); Depok 100 cm/Gerimis (Normal/Siaga 4); Cipinang Hulu 100 cm/Gerimis (Normal/Siaga 4); Sunter Hulu 60 cm/Mendung (Normal/Siaga 4);

Manggarai 785 cm/Gerimis (Waspada/Siaga 3); Karet 540 cm/Gerimis (Waspada/Siaga 3); Pulo Gadung 570 cm/Mendung (Waspada/Siaga 3);

Krukut Hulu 20 cm/Mendung (Normal/Siaga 4); Pesanggrahan 70 cm/Gerimis (Normal/Siaga 4); Angke Hulu 70 cm/Mendung (Normal/Siaga 4); Waduk Pluit -85 cm/Gerimis (Normal/Siaga 4);

Pasar Ikan, Penjaringan, Jakarta Utara, 203 cm/Hujan (Siaga/Siaga 2);

Related Article