Tiga Alasan Oesman Sapta Mundur Dari Kursi MPR Dan Reaksi Hati Nurani

Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Oesman Sapta Odang memutuskan mundur dari jabatannya sebagai Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI. Pria yang akrab disapa OSO itu punya beberapa alasan dibalik keputusannya melepaskan kursi Wakil Ketua DPD RI, apa aja ya? Yuk cek info yang berhasil Tim ASUMSI kumpulin! 

Gak mau rangkap jabatan. Seperti diketahui nih guys, OSO sendiri mengaku ternyata sudah sejak lama ia meminta agar diganti dari posisinya sebagai Wakil Ketua MPR. Politisi kelahiran Sukadana, Kalimantan Barat pada 18 Agustus 1950 tersebut ternyata ingin lebih fokus pada pekerjaannya sebagai Ketua DPD.

"Saya rangkap jabatan. Minta diganti berulang-ulang. Sudah saatnya hari ini saya harus mundur di salah satu pimpinan lembaga tinggi negara ini. Saya akan konsentrasi di DPD saja. MPR akan saya lepas," ungkap Oesman Sapta Odang di hotel Kyriad, Padang, sebagaimana dinukil dari Merdeka.com, Kamis (08/02).

OSO yang juga merupakan Ketua Umum Partai Hanura itu mengaku tak mau rangkap jabatan karena ingin berkonsentrasi. Hal itu rasanya tak mungkin bisa dilakukan jika OSO masih harus memikirkan tugasnya di MPR. Dengan fokus di DPD saja, OSO mengaku akan lebih bisa mengawal program dana desa guna mempercepat pembangunan infrastruktur di Indonesia. 

"Konsentrasi di DPD itu jauh lebih tinggi. Itu sebabnya tidak boleh merangkap-rangkap pekerjaan dalam lembaga tinggi negara. Kecuali kalau partai itu sah-sah saja. Tapi kalau lembaga tingginya itu tidak boleh," ujarnya.

Ingin membangun daerah dan pedesaan. Seperti yang kita tahu, fungsi DPD adalah mengajukan, mengusulkan, dan membahas Undang-Undang yang berhubungan sama daerah. Kan' namanya aja Dewan Perwakilan Daerah, ya gak? Tapi menurut OSO, DPD selama ini tidak memiliki kewenangan dan arah yang jelas. Padahal peran DPD sesungguhnya cukup vital untuk membangun daerah dan pedesaan. Hal itulah yang membuat politisi berusia 67 tahun itu tergerak untuk segera memberikan yang terbaik untuk DPD, daerah, dan Indonesia.

"Negara ini ingin makmur. Negara makmur kalau daerah makmur. Tidak mungkin Indonesia makmur di Jakarta, Jawa, tidak mungkin makmur hanya Papua,” tegasnya.

Dorongan hati nurani. Ini beneran hati nuraninya Pak OSO guys, bukan nama partainya. Jadi, OSO juga menegaskan bahwa keputusannya mundur dari jabatan Wakil Ketua MPR tidak ada campur tangan atau tekanan pihak mana pun. Keputusan itu murni atas kemauannya sendiri dan berdasarkan hati nurani.

"Ini hati nurani. Kita tidak pernah pakai otak, tapi nurani. Kita selalu pakai hati nurani," ucapnya.

Tanggapan para kader

Menanggapi kemundurannya ini, Wakil Ketua Umum Partai Hanura yang juga anggota DPD asal Bali, I Gede Pasek Suardika membenarkan kabar mundurnya OSO dari posisi Wakil Ketua MPR. Pasek mengatakan rencana itu bahkan sudah dipertimbangkan OSO sejak lama namun belum terealisasi.

"Ya benar. Sebenarnya sudah sejak awal diniatkan hanya karena kemarin dipilih gabungan parpol dan DPD jadi masih dipikirkan caranya. Sekarang sudah disampaikan secara resmi," kata I Gede Pasek, Rabu (07 Februari).

Pasek menjelaskan bahwa OSO sebelumnya masih mencari mekanisme untuk mundur karena terpilih menjadi Wakil Ketua MPR dari unsur gabungan partai politik dan DPD. Pasek juga mengungkapkan bahwa OSO ingin fokus menjalankan tugasnya menjadi Ketua DPD setelah mundur dari jabatan Wakil Ketua MPR nanti.

"Memang sejak awal harus fokus satu jabatan di DPD saja. Hanya mencari mekanisme belum ketemu karena sebelumnya dipilih gabungan parpol dan DPD," beber Pasek.

Pasek menambahkan bahwa OSO sudah menyampaikan keinginannya untuk mundur dari jabatan Wakil Ketua MPR dalam kunjungan kerjanya di Padang, Sumatera Barat, Rabu (07/02) kemarin. Saat itu, ia tengah menghadiri acara persiapan penyambutan hari pers nasional.

Sebagai informasi, OSO sendiri sudah menjabat sebagai Wakil Ketua MPR sejak periode 1999-2004 dan 2014-2019. Sementara jabatan Ketum Partai Hanura ia jabat sejak 21 Desember 2016 menggantikan Wiranto.

Sementara itu, komposisi pimpinan MPR RI sendiri saat ini diisi oleh Zulkifli Hasan sebagai Ketua MPR serta posisi Wakil Ketua MPR saat ini diisi oleh Mahyudin, E.E Mangindaan, Hidayat Nur Wahid, dan Oesman Sapta Odang.

Related Article