Menyebarkan Teori Konspirasi, Chef Terkenal Australia Dipecat

Chef Pete Evans, seorang koki terkenal di Australia, tidak lagi membawakan program rutinnya, My Kitchen Rules, setelah menuai kontroversi akibat pandangannya terhadap pandemi COVID-19. Ia mengajak pengikut media sosialnya untuk mempercayai teori konspirasi yang kemukakan oleh David Icke.

David Icke adalah seorang konspirator asal Inggris yang sering dianggap tidak waras oleh berbagai media. Kalau umumnya konspirator di Indonesia mempercayai bahwa dunia dikendalikan oleh elite global, Icke meyakini dunia dikendalikan oleh manusia kadal. Hasilnya sama saja: banyak yang percaya. Merespons keajaiban ini, YouTube memutuskan untuk menghapus kanal pribadi Icke dan Spotify menghilangkan podcast yang melibatkan dirinya.

Pete Evans menganggap pandangan-pandangan David Icke patut disebarluaskan. Salah satunya bahwa COVID-19 yang dapat menyebar melalui sinyal 5G. Selain itu, ia juga menyarankan followers-nya untuk menonton video wawancara Icke yang  berdurasi 3 jam, di mana Icke terus-menerus menyatakan COVID-19 adalah pandemi palsu dan bahwa virus penyebabnya tidak ada sama sekali.

Ketua Partai Buruh Australia Josh Burns sempat menyurati Evans, memperingatkannya bahwa pikiran-pikiran Icke beracun.

Jauh sebelum pandemi COVID-19, Icke pernah menuai kontroversi karena pernyataan antisemit-nya. “Walaupun kita tidak memiliki pandangan yang sama terkait vaksinasi, saya berharap kita bisa sepakat bahwa semua bentuk rasisme harus ditentang dan dilawan. Karena itu, saya meminta Anda untuk tidak lagi mempromosikan Icke dan pandangannya yang menjijikkan,” tulis Burns di suratnya seperti dilansir The Guardian.

Tetapi Evans bergeming. Dukungannya terhadap Icke bukanlah kesilapan konyol yang terjadi sekali seumur hidup.

Sebelumnya, Therapeutic Goods Administration (TGA), lembaga semacam BPOM di Australia, telah menjatuhkan denda sebanyak AUD25.200 (Rp245 juta) kepada Evans karena mempromosikan mesin-mesinan pemusnah SARS-CoV-2. Tentu alat tersebut sama manjurnya dengan gelang Power Balance.

Pada akhirnya, Channel 7 yang melambungkan nama Evans menghentikan program My Kitchen Rules dengan alasan sang koki “sudah tidak lagi sejalan” dengan visi-misi program tersebut. Setelah membawakan acara itu selama 10 tahun, Evans terpaksa kehilangan kontrak senilai AUD800.000 (Rp7,8 miliar).

Sebagaimana umumnya penyebar teori konspirasi, Evans malah menempatkan diri sebagai semacam martir bagi kebenaran alih-alih mempertanyakan keyakinannya sendiri. "Kalian pasti bisa memahami mengapa banyak industri dan otoritas hendak menghentikan perjuangan ini, dan mereka akan melakukan apa pun untuk mencemarkan nama saya dengan kebohongan dan olok-olok," tulisnya dalam sebuah unggahan di Instagram.

Related Article