Menkominfo dan "Pembinaan" terhadap YouTuber Kimi Hime

YouTuber Kimberly Khoe atau yang lebih dikenal dengan nama Kimi Hime ramai diperbincangkan dalam beberapa waktu terakhir. Ia dipanggil Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) pada Senin (22/07), terkait video-video yang diunggah di kanal YouTube-nya.

Sehari kemudian, Kominfo mengajukan permohonan kepada Google selaku induk usaha YouTube untuk melakukan pemblokiran terhadap tiga video YouTube milik Kimi. Google memenuhi permohonan itu dan secara resmi memblokir konten-konten yang dinilai Kominfo melanggar asas kesusilaan.

Namun, pada prosesnya, Kimi tak memenuhi panggilan Kominfo yang dilayangkan lewat direct message (DM) Instagram serta surel. Pertemuan batal diadakan lantaran Kimi dinilai telah memenuhi semua permintaan yang dilayangkan pihak Kominfo seperti men-take down video berjudul "Bubble Tea Challenge Done.

Terlepas dari heboh-heboh Kimi Hime, Menkominfo Rudiantara berkata kepada Pangeran Siahaan dalam Asumsi Live “Merdeka di Dunia Maya, Selasa (13/08/19), bahwa pihaknya mendukung segala jenis konten kreatif dan positif.

Pangeran Siahaan saat berbincang dengan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara dalam acara bertajuk Asumsi Live by Facebook Indonesia "Merdeka di Dunia Maya", Selasa (13/08/19). Foto: Asumsi.co

“Soal kasus Kimi Hime, pendekatan Kominfo selalu pembinaan. Kami tidak melakukan penutupan akses, pemblokiran, kecuali obvious. Mohon maaf, ini kita kan sudah dewasa semua, misalnya film yang ratingnya xxx, itu kan obvious, itu harus ditutup,” kata Rudiantara.

Pembinaan itu dimulai dari mengundang si pemilik konten untuk duduk bersama. “Maunya kami bicara dulu kepada si terkait, 'sebaiknya konten ini jangan, kalau begini nanti bisa nggak bagus, ya nggak bagus buat dunia digital kita, dan nggak bagus juga buat yang bersangkutan,'” ujarnya.

Namun, Rudiantara tak memungkiri bahwa komunikasi antara lembaganya dengan Kimi buruk belaka.

Rudiantara pun mengatakan bahwa ada ratusan konten Kimi, sehingga Kominfo meminta kepada YouTube untuk melakukan pembatasan. Sehingga yang bisa mengakses konten-konten tersebut harus sudah berusia 18 tahun ke atas. “Itu bagian dari pembinaan, bukan penutupan, kecuali kalau benar-benar obvious,” ujarnya.

Sampai hari ini, Selasa (13/08), Kimi Hime sudah memiliki lebih dari 2,3 juta subscribers dan mengunggah 409 video di akun YouTube pribadinya. Ia mulai menjalankan kanal YouTubenya pada 2 April 2017. Saat itu, Kimi belum berpakaian terbuka seperti saat ini. Bahkan dulu ia masih sering mengenakan seragam klub e-sport.

Perubahan pun perlahan terjadi pada penampilan Kimi. Ia kerap berpakaian terbuka dan membuat judul-judul konten yang cenderung clickbait. Sebagian warganet pun ada yang meminta Kimi untuk menghapus konten negatifnya, ada pula yang pernah melaporkan Kimi ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia.

Related Article