Mengapa Andien Tidur dengan Mulut Diplester

Kebiasaan unik penyanyi Andien bersama suami dan anaknya, yaitu memplester mulut sebelum tidur, menjadi perhatian banyak orang. Penyanyi jazz itu pun berbagi pengalaman. Apa benar tidur dengan mulut diplester bermanfaat?

Dari penjelasan Andien di Instagram pada Selasa (09/07/19), ada beberapa manfaat yang ia rasakan saat tidur dengan mulut diplester, yang merupakan bagian dari latihan Buteyko Breathing. Teknik pernapasan ini memang memaksimalkan penggunaan organ hidung.

Kata Andien, kini ia jauh lebih mudah untuk mencapai deep sleep atau tidur yang berkualitas serta menghilangkan kebiasaan ngorok. Badannya terasa lebih segar saat bangun. Dulu, saat tidur tanpa menutup mulut, Andien sering terbatuk-batuk karena tenggorokannya kering.

Dengan bernapas hanya lewat hidung, kata Andien, oksigenasi jaringan dan organ tubuh membaik. 

Namun, tidur dengan mulut diplester tak sepenuhnya bisa mengobati sleep apnea atau gangguan tidur. Kalau masalahnya sekadar ngorok, selesai. Tetapi menghilangkan gangguan tidur yang bermacam-macam tentu menuntut langkah-langkah medis lain, tak cukup dengan memplester mulut sebelum terlelap.

Buteyko breathing merupakan bentuk komplementer atau alternatif terapi fisik yang mengedepankan latihan pernapasan sederhana, terutama untuk pengobatan asma dan masalah lainnya. Nama teknik ini berasal dari dokter Ukraina Konstantin Pavlovich Buteyko, yang merumuskan metodenya pada 1950-an. 

Buteyko yakin bahwa penyebab utama asma menjadi kronis ialah hiperventilasi yang tersembunyi. Penderita asma akan mengalami hiperventilasi yang menyebabkan rendahnya kadar CO2 dan pergeseran efek Bohr. Akibatnya, oksigenasi memburuk. Metode Buteyko yang menurunkan frekuensi volume pernapasan pada akhirnya akan membuat kadar oksigen dan karbondioksida dalam darah proporsional.

Menurut Style Craze, teknik Buteyko umumnya dikerjakan para pasien asma untuk menurunkan ketergantungan terhadap obat. Selain itu, ia juga dapat membantu mengatasi gangguan saluran pernapasan lain seperti empisema dan bronkitis.

Penerapan teknik ini secara rutin dan benar juga dipercaya mampu membuat tubuh lebih relaks dan memperbaiki metabolisme.

Latihan ini membutuhkan konsentrasi yang baik, sehingga butuh pula tempat yang tenang, tanpa gangguan televisi, suara telepon, atau musik. Kedua,  orang harus menentukan tujuannya melakukan Buteyko. Terakhir, ia mesti dikerjakan secara rutin; idealnya tiga kali sehari: sebelum sarapan, sebelum makan siang/malam, dan sebelum tidur.

Related Article