featured

J&T Express

Bisnis

4 Mei 2021

Masuk List Unicorn Asal Indonesia, J&T Melesat Dengan Valuasi Setara Rp 113 Triliun

Irfan Muhammad

Setelah lima startup Indonesia, seperti Tokopedia, Traveloka, Gojek, Bukalapak, dan Ovo satu per satu masuk daftar startup unicorn, Indonesia kini menyambut satu unicorn baru. Dia adalah J&T, perusahaan rintisan yang bergerak di bidang jasa pengiriman dan logistik.

Mengutip CB Insight, perusahaan yang dirintis oleh Jet Lee dan Tony Chen ini sudah masuk dalam unicorn asal Indonesia pada 7 April 2021 lalu. Unicorn merupakan istilah untuk sebuah perusahaan rintisan atau startup yang memiliki nilai valuasi US$ 1 miliar atau Rp 14,1 triliunan.

Dilansir dari Katadata, perusahaan yang berdiri pada 2015 itu memiliki valuasi US$ 7,8 miliar atau Rp 113,2 triliun (kurs Rp 14.515 per US$). Nilai valuasi J&T setara dengan valuasi Tokopedia yang sebesar US$ 7 miliar. Namun valuasi Tokopedia tersebut belum memasukkan pendanaan yang berasal dari Google dan Temasek.

Baca juga: Menerka Peluang Grab & Gojek Investasi di LinkAja | Asumsi

Sementara unicorn lain di Indonesia nilai valuasinya masih berada di bawah itu, yakni Bukalapak (US$ 3,5 miliar), Traveloka (US$ 3 miliar), dan OVO (US$ 2,9 miliar). Sejauh ini, baru Gojek yang berstatus decacorn di Indonesia atau satu tingkat di atas unicorn dengan nilai valuasi mencapai US$ 10 miliar.

Saat ini, J&T telah merambah hingga lima negara, yaitu Indonesia, Malaysia, Vietnam, Filipina, dan Thailand. Investornya antara lain, Hillhouse Capital Management, Boyu Capital, dan Sequoia Capital China.

Komisaris CEO J&T Express Indonesia Robin Lo, kepada Katadata, mengaku senang dengan capaian ini. Dia berharap nilai valuasi yang bagus ini dapat membawa J&T berstatus decacorn ke depan.

Dirintis Oleh Orang Berpengalaman

Kehadiran J&T yang bisa menjadi unicorn dalam jangka waktu lima tahun tak lepas dari kepiawaian dua perintisnya. Mereka adalah Jet Lee, CEO Oppo Indonesia dan Tony Chen yang juga founder Oppo lainnya.

Mengutip laman Pelita, keduanya mundur dari Oppo dan mendirikan J&T Express dengan menginvestasikan dana awal Rp 400 miliar. Mereka mendirikan perusahaan ekspedisi karena melihat peluang dalam dunia logistik Indonesia yang masih tertinggal. Pengiriman barang juga masih sangat sering terlambat dan tak sesuai jadwal.

Baca juga: Rencana Merger Gojek dan Tokopedia, Pengamat: Awas Oligopoli | Asumsi

Pengalaman Jet Lee menangani Oppo Indonesia membuatnya memiliki modal berharga untuk menjangkau seluruh wilayah Indonesia. Ia dapat memetakan jalur-jalur distribusi di Indonesia saat membangun J&T Express. Hanya dalam waktu satu tahun, J&T Express dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia. Infrastruktur J&T juga dirancang untuk memberikan layanan cepat, aman, dan meminimalisir kesalahan kerja sehingga kualitas layanan tetap terjaga.

Dalam membangun infrastruktur, J&T juga menggandeng Garuda Indonesia Cargo untuk jalur udara, idEA (Indonesian E-Commerce Association) sebagai asosiasi e-commerce di Indonesia, Asperindo (Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres Indonesia), dan juga Shopee yang mendongkrak pertumbuhan pengiriman J&T Express. J&T juga menggaet Deddy Corbuzier sebagai brand ambassador sejak 2016, hingga ekspansi ke Malaysia dan Vietnam sejak 2018. Pada 2019, mereka diganjar Go Asean Champion 2019 dan mengekspansi lagi ke Filipina, Thailand, Singapura, dan Kamboja.

Sejak 2017, posisi CEO digantikan oleh Robin Lo, tangan kanan Jet Lee saat bekerja di Oppo Indonesia. Menjadi orang kepercayaan Jet Lee, membuat Robin Lo sangat leluasa untuk mengeksplorasi strategi bisnisnya. Berkat strategi Robin yang sangat ekspansif, dalam waktu singkat J&T Express mulai dikenal masyarakat luas. Selain itu, J&T juga menjadi penantang serius bagi perusahaan logistik yang sudah beroperasi puluhan tahun.

Mengutip Kompas, baru-baru ini mereka juga mulai merintis ekspansi ke China. Bahkan J&T Express juga disebutkan tengah berkembang secara agresif agar mampu melawan perusahaan pengiriman ekspedisi saingan yang didukung oleh e-commerce raksasa China, Alibaba.

Share: Masuk List Unicorn Asal Indonesia, J&T Melesat Dengan Valuasi Setara Rp 113 Triliun