Mantan KSAD George Toisutta Meninggal Dunia

Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI (Purn) George Toisutta meninggal dunia pagi ini, Rabu (12/6) di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat. Kabar duka itu disampaikan mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo melalui akun Twitter-nya.

 

George meninggal dunia pada usia 66 tahun. Sebelumnya, George menjalani perawatan medis di RSPAD, Jakarta, lantaran menderita kanker usus. Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto, sempat mengunjunginya pada Selasa (11/6).

Pada kesempatan itu, Prabowo sempat berbincang santai dan mendoakan kesembuhan George yang merupakan sahabatnya. "Saya berdoa agar Allah SWT memberikan kesehatan dan kesembuhan untuk beliau, juga kepada keluarga beliau agar tetap kuat dan tegar," kata Prabowo dalam keterangan tertulis, Selasa (11/6).

Prabowo sendiri mengatakan bahwa ia dekat dengan George. Menurutnya, George merupakan sosok prajurit yang sangat cerdas dan kuat serta memiliki kemampuan strategi yang sangat baik.

Tak hanya itu, Prabowo juga mengajak seluruh rakyat Indonesia, terutama prajurit TNI, baik yang aktif maupun purnawirawan, untuk mengirimkan doa agar sang Jenderal diberikan kesehatan oleh Tuhan. 

George Toisutta dilahirkan di Makassar, Sulawesi Selatan, pada 1 Juni 1953 silam. Ia merupakan lulusan Akmil tahun 1976. Karier militer George boleh dibilang cukup cemerlang. Misalnya saja pada 2007-2009, George memegang jabatan Panglima Kostrad TNI (Pangkostrad) menggantikan Erwin Sudjono. 

Setelah itu, kariernya terus melesat dan ia berhasil menjadi Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) pada masa kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Ia menjabat sejak 29 November 2009 hingga 30 Juni 2011. 

Pada 2011, George menjadi Ketua Umum Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PJSI). Ia terpilih dalam Musyawarah Nasional ke-17 PJSI yang digelar di Komando Pendidikan Bela Negara Rindam V Brawijaya, Malang, Jawa Timur.

Pernah Maju sebagai Calon Ketum PSSI

Keterlibatan George di dunia olahraga tak sebatas Judo. Nama George juga pernah meramaikan dunia sepakbola tanah air, saat ia menantang Nurdin Halid dan Nirwan Bakrie bertarung merebutkan kursi Ketua Umum PSSI periode 2011-2015. 

Deklarasi pencalonannya diumumkan pada 2 Februari 2011. Majunya George Toisutta sebagai calon Ketum PSSI juga ikut didukung Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono dan wakil presiden saat itu, Jusuf Kalla.

Sayangnya, langkah George untuk menjadi orang nomor satu di federasi sepakbola Indonesia itu harus gagal. George tak lolos seleksi administrasi sebagaimana Arifin Panigoro, pendiri Liga Primer Indonesia (LPI). Alasan George tak lolos verifikasi pencalonan ketum PSSI saat itu karena ia tidak memenuhi persyaratan aktif di sepakbola selama lima tahun. Sementara Arifin tak lolos lantaran keterlibatannya dalam LPI.

Sebenarnya, George tak dapat dikatakan asing dengan dunia si kulit bundar. Ia pernah menjadi pembina sepakbola di lingkungan TNI Angkatan Darat, yakni PS/SSB Bara Siliwangi. PS Bara Siliwangi merupakan anggota Pengcab PSSI Kota Bandung.

Tak hanya di dunia olahraga, George juga aktif di dunia politik. Pada Pilpres 2014, ia tercatat mendukung pasangan calon Prabowo Subianto-Hatta Rajasa. Saat itu, ia menjadi Wakil Ketua Tim Perjuangan Merah Putih untuk Kebenaran dan Keadilan. 

Ketika Prabowo-Hatta kalah di Pilpres 2014 dan para pendukungnya berencana turun ke jalan, George jadi salah satu tokoh yang ikut menenangkan massa. Tak berhenti sampai di situ, George kembali memberikan dukugannya kepada Prabowo saat maju kembali sebagai capres berpasangan dengan Sandiaga Uno pada Pilpres 2019 yang baru saja berlalu.

Related Article