LRT Jakarta yang Molor Hampir Setahun

LRT Jakarta rute Velodrome-Kelapa Gading akhirnya dibuka untuk umum. Pada pertengahan tahun 2018 lalu, pengerjaan LRT Jakarta ini sempat dikebut demi melayani para peserta Asian Games 2018. Namun saat itu, kondisinya belum benar-benar rampung. 

Salah satu tujuan utama pembangunan LRT Jakarta adalah demi melayani peserta dan penonton Asian Games 2018. Hal ini tampak dari bagaimana LRT Jakarta dibangun dengan tujuan menghubungkan tiga venue Asian Games 2018. Venue-venue tersebut adalah Jakarta International Velodrome, Equestrian Park Pulo Mas, dan Sports Mall Kelapa Gading.  

LRT Jakarta mulai diserahkan kepada PT Jakpro pada bulan September 2015. Kala itu, segala hal yang berkaitan dengan LRT Jakarta sudah sepenuhnya tanggung jawab perusahaan tersebut. Hampir setahun berselang, tepatnya pada bulan Juni 2016, LRT Jakarta melakukan ground breaking. Targetnya: rampung sebelum Asian Games 2018 dimulai.

Januari 2017, konstruksi berskala besar dimulai. Meski demikian, saat itu, PT LRT Jakarta belum diresmikan. Perusahaan yang menaungi pelaksanaan LRT Jakarta tersebut baru dibentuk pada bulan September 2017.

Sinyal bahwa pengerjaan LRT Jakarta akan molor mulai terendus ketika Wapres Jusuf Kalla mengatakan bahwa akan ada pengalihan fokus pembangunan yang tidak hanya terpusat di LRT Jakarta. Dengan pengalihan tersebut, Jusuf Kalla merasa LRT Jakarta tidak akan selesai tepat waktu.

“Tidak bisa di Asian Games. Itu tersisa empat bulan. Venue-nya kan banyak, ada di Senayan, Kemayoran, Sunter, ada enam tempat di Jakarta. Ini tidak mungkin (menunggu LRT selesai),” ujar Wapres Jusuf Kalla di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Rabu, 11 April 2018, seperti dikutip dari Antara.

Saat itu, terdapat beberapa solusi yang ditawarkan agar kontingen Asian Games 2018 tetap mendapat akses istimewa ke sejumlah venue yang dilintasi LRT Jakarta seperti Pacuan Kuda Pulo Mas dan Jakarta International Velodrome. Salah satu alternatif yang dipilih adalah jalur khusus untuk bus yang mengangkut kontingen.

“Oleh karena itu harus diberikan ‘line’-nya. Keputusannya ada ya, itu di sekitar jalan yang dilalui itu, ‘line’-nya harus bebas. Mungkin bisa dibuat satu ‘line’ khusus Asian Games,” lanjut Wapres Jusuf Kalla.

LRT Jakarta Beroperasi Sebagian Selama Asian Games 2018

Meski demikian, Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Zulfikri, mengatakan bahwa ada beberapa stasiun yang tetap dapat digunakan selama pelaksanaan Asian Games 2018. Stasiun-stasiun ini dapat digunakan untuk kepentingan kontingen Asian Games 2018 yang memang membutuhkan.

“Ya mungkin ujung-ujung katanya sih. Ya masih ada beberapa stasiun yang masih belum siap untuk diuji. Jadi yang sudah siap di Kelapa Gading dan Velodrome,” ujar Zulkifli di Gedung Kementerian Perhubungan, Jakarta, Senin, 6 Agustus 2018.

Selama Asian Games 2018 berlangsung, pengoperasian sebagian LRT Jakarta dilakukan sebagai bagian dari uji kelayakan beroperasi. Uji operasi ini dilakukan pada tanggal 15 Agustus 2018 hingga 14 September 2018. Saat itu, uji coba dilakukan setelah mendapatkan sertifikasi dari Ditjen Perkeretaapian.

Setelah Asian Games 2018 dilangsungkan, kabar perkembangan LRT Jakarta tiba-tiba hilang begitu saja. Sempat dikabarkan akan beroperasi pada akhir 2018, nyatanya LRT Jakarta belum juga siap. Kepastian mengenai rampungnya LRT Jakarta baru didapat dari Direktur PT Utama PT LRT Jakarta, Allan Tandiono, pada awal Mei 2019.

“Kereta juga sudah berjalan, AC-nya dingin, tepat waktu. Sekarang ini, kami menunggu kapan momen pas yang nantinya akan diumumkan oleh Pemprov DKI Jakarta,” ujar Allan di Stasiun Velodrome, Rawamangun, Jakarta Timur, Kamis (2/5).

Pada akhir Mei 2019, pengoperasian dan komersialisasi LRT Jakarta menemui titik terang. LRT Jakarta mengumumkan akan memulai proses uji coba fase terakhir pada tanggal 11 Juni hingga 22 Juni 2019. Setelahnya, LRT Jakarta akan beroperasi penuh sesuai dengan harga yang ditetapkan pengelola.

Related Article