Ledakan di Medan, Lagi-lagi Polisi Jadi Sasaran

Ledakan diduga bom bunuh diri terjadi di kantin Mapolrestabes Medan, Sumatera Utara pada Rabu (13/11), pukul 08.45 WIB. Anggota kepolisian yang sedang berada di tempat kejadian langsung lari untuk menyelamatkan diri. Mereka pun diperintahkan menjauhi tempat kejadian.

Dua pelaku yang diduga bunuh diri dengan meledakkan dirinya terlihat menggunakan atribut ojek online. Namun pihak kepolisian masih menyelidiki apakah ledakan berasal dari benda diduga bom atau bukan.

“Tim masih olah tempat kejadian perkara di lapangan. Untuk jenisnya, nanti setelah tim forensik kumpulkan bukti di TKP,” ujar Karo Penmas Mabes Polri, Brigjen Dedi Prasetyo, pada media, Rabu (13/11).

Dedi juga menuturkan bahwa pihak kepolisian langsung melakukan investigasi lebih lanjut. “Saat ini sedang dilakukan olah TKP oleh Densus (88) dan Polda Sumatera Utara. (Kami) menunggu hasil investigasi lanjut,” katanya.

Dikabarkan pula bahwa saat kejadian terjadi, Polrestabes Medan sedang diramaikan warga yang sedang mengurus Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK). Hingga brerita ini diturunkan, dilaporkan bahwa terduga pelaku dipastikan tewas dan enam anggota kepolisian mengalami luka ringan.

Diketahui bahwa peristiwa penyerangan terhadap kepolisian ini bukan kali pertama terjadi dalam lima tahun terakhir. Sebelumnya, Mapolda Riau sempat diserang kelompok teroris Jamaah Ansharut Daulat (JAD) pada 16 Mei 2018. Dari persitiwa ini, satu anggota polisi gugur, dua orang polisi luka-luka, dan dua jurnalis luka-luka. Pada Juli 2016, ledakan bom bunuh diri di Markas Kepolisian Resor Kota Surakarta, Jawa Tengah, juga terjadi dan menewaskan sang pelaku.

Related Article