Laki-laki dan Anak Muda, Penyebab Kekalahan Jokowi dari Prabowo di Banten

Presiden RI Joko Widodo harus mengakui keunggulan elektabilitas Prabowo Subianto di wilayah Banten jelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 nanti. Ada beberapa faktor yang membuat Jokowi kalah dari Prabowo di wilayah itu menurut survei Charta Politika.

Seperti diketahui, Charta Politika merilis hasil survei terkait elektabilitas calon presiden jelang Pilpres 2019 di Pulau Jawa yang terdiri dari Banten, Jabar, Jateng, dan Jatim pada hari Rabu (6 juni). Menurut hasil survey tersebut, khusus di Banten, Jokowi kalah dari Prabowo.

Dari hasil survei keseluruhan, Jokowi berhasil unggul 3-1 atas Prabowo dengan rincian Jokowi unggul di Jabar, Jateng, dan Jatim, sementara Prabowo unggul di Banten. Nah, kekalahan Jokowi dari Prabowo di Banten inilah yang jadi hal menarik.

Hasil itu didapat survei Charta lewat pertanyaan dari wawancara tatap muka secara langsung dengan menggunakan kuesioner terstruktur. Pertanyaannya adalah siapa yang akan Bapak/Ibu pilih sebagai presiden jika pemilu presiden dilakukan hari ini (terbuka)?

Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya saat memaparkan hasil survei Pilpres dan Pileg 2019 di Pulau Jawa, Rabu, 6 Juni 2018, di Harris Suites fX Sudirman, Jakarta. Foto: Ramadhan/Asumsi.co

Hasilnya, khusus di Banten, Prabowo berhasil mengungguli Jokowi total 28,5 persen perolehan suara. Lalu, Jokowi sendiri menyusul di tempat kedua dengan raihan suara mencapai 26,9 persen.

"Dua nama, Jokowi dan Prabowo memang masih menguasai dari sisi pilihan masyarakat. Memang berbeda dengan sejumlah survei nasional, kecuali INES dan IDM, tapi hasilnya di Banten Prabowo unggul dengan 28,5 persen," kata Yunarto. 

Bahkan tak hanya itu saja, saat dihadapkan atau head to head, Jokowi tetap saja kalah dari Prabowo di Banten. Jika Pemilu dilaksanakan hari ini juga dengan dua tokoh tersebut, maka sebagian besar masyarakat memilih Prabowo.

Yunarto mengatakan bahwa memang harus diakui bahwa Jokowi lebih banyak kalah dari Prabowo di lihat dari berbagai sisi. “Jokowi lebih banyak kalahnya saat dihadapkan dengan Prabowo dari berbagai sisi di Banten ini,” ujar Yunarto.

Selain pada kategori head to head, Jokowi juga harus mengakui keunggulan Prabowo dalam berbagai sisi lainnya seperti jenis kelamin, usia, hingga agama. Dari sisi gender dan usia, Prabowo sukses menyapu bersih kedua kategori itu.

Dalam survei itu, baik laki-laki ataupun perempuan di Banten, ternyata memang lebih memilih Prabowo jadi Presiden RI ketimbang Jokowi. Rincian untuk laki-lakinya adalah 32,8 persen suara untuk Jokowi dan 45,5 persen suara untuk Prabowo.

Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya saat diwawancarai wartawan usai menjelaskan hasil survei Pileg dan Pilpres 2019 di Harris Suites, Rabu, 6 Juni 2018. Foto: Ramadhan/Asumsi.co

Sementara ada total 42,8 persen suara perempuan di Banten yang memilih Prabowo, berbanding 41,0 persen suara yang memilih Jokowi. Bahkan, pada berbagai tingkatan usia dari yang muda hingga tua, para pemilih cenderung memilih Prabowo.

Misalkan saja rentang usia di bawah 19 tahun, sebanyak 46,4 persen suara memilih Prabowo, sementara Jokowi hanya mendapatkan total 28,6 persen. Termasuk pada kategori usia 50 tahun/lebih, Prabowo meraup 43,1 persen suara, sedangkan Jokowi hanya meraih 35,6 persen suara.

“Laki-laki di Banten cenderung enggak memilih Jokowi. Tak hanya itu saja, dari sisi anak muda, mereka juga ternyata cenderung enggak mau juga memilih Jokowi,” ucap pria berkacamata tersebut.

Elektabilitas Jokowi yang berada di bawah Prabowo dalam survei Charta Politika untuk wilayah Banten sendiri tentu bisa menjadi bahan evaluasi bagi Jokowi dan PDI Perjuangan. Pasalnya menurut Yunarto, sesuatu masih bisa terjadi hingga jelang Pilpres 2019 nanti.

Survei Charta Politika terkait Pilpres dan Pileg 2019 ini sendiri berlangsung pada 23-29 Mei 2018 lalu. Jumlah responden adalah 1.200 responden masing-masing di Jawa Barat (Jabar), Jawa Tengah (Jateng), dan Jawa Timur (Jatim), dan 800 responden untuk wilayah Banten. 

Dari jumlah responden tersebut, keempat wilayah memiliki margin of error survei (MoE) sekitar 2,83%. Survei sendiri menggunakan metode acak bertingkat (multistage random sampling) dengan tingkat kepercayaan 95%.

Related Article