Lagu Baru Lady Gaga x BLACKPINK Luar Biasa

Dua ratu bertemu dan membuat seluruh dunia gonjang-ganjing. Setelah tertunda akibat pandemi, megabintang pop Lady Gaga akhirnya akan merilis album barunya, Chromatica, besok (29/5).

Persoalan ini penting diperbincangkan karena beberapa alasan. Pertama, Kanjeng Ratu Germanotta adalah nyala terang yang kehadirannya selalu mengobarkan semangat amor fati dalam relung jiwa. Kedua, inilah album pertamanya sejak menggemparkan dunia dengan kebolehan akting dan menyanyinya di soundtrack film A Star is Born. Ketiga, bintang tamu dalam album teranyar Lady Gaga ini sungguh pilih tanding: Ariana Grande, Elton John, dan BLACKPINK.

Nama yang terakhir disebutkan inilah yang jadi pokok pembahasan kita. Lady Gaga dan girl group ultrapopuler asal Korea Selatan tersebut unjuk gigi dalam tembang bertajuk “Sour Candy.” Jangan tanyakan betapa mantap hasilnya. Dengan beat perkusi yang stabil dan dentum bass yang nakal, lagu ini seperti membawa anda ke klab malam sleazy pada akhir dekade 1990-an.

Perpaduan antara karisma dan suara menggelegar Lady Gaga dengan ketangkasan BLACKPINK ini bikin khalayak terkencing-kencing di celana. Tak ayal, Forbes menyebutnya “kolaborasi paling tenar antara penampil Barat dengan grup Korea Selatan,”

Tentu saja, Lady Gaga bukan bintang pertama yang mempertemukan kutub pop Barat dengan revolusi pop yang berlangsung di Korsel. Malah, pola ini sudah berlangsung sejak lama. Ketika bintang K-Pop menggandeng musisi AS atau Inggris dalam lagu, terjadi simbiosis mutualisme: grup K-Pop berpeluang menembus pasar Barat, sementara musisi Barat menerima limpahan perhatian dari fans fanatik K-Pop.

BTS, misalnya, dikenal karena kerap berkolaborasi dengan musisi Barat dalam single atau albumnya. Salah satu hits mereka, “Boy with Luv”, masuk 8 besar tangga lagu AS berkat kolaborasi dengan Halsey, musisi AS yang juga sedang naik daun. BTS pun pernah berkolaborasi dengan Sia dalam lagu berjudul “ON”, yang lagi-lagi membuktikan bahwa mempertemukan dua kutub musik pop merupakan siasat ampuh..

Pada 2018, BLACKPINK berkolaborasi dengan Dua Lipa dalam lagu “Kiss and Make Up” dan menancapkan kuku di AS. Lagu tersebut juga berhasil masuk 100 besar tangga lagu Billboard Hot 100 di AS. Popularitas BLACKPINK di luar pasar Asia pun terbukti sejak mereka tampil di panggung utama festival musik Coachella 2019. Dengan kostum lengkap, koreografi tepat sasaran, produksi panggung yang mumpuni, dan amunisi lagu-lagu ultra catchy, mereka mencuri perhatian dan menjadi salah satu highlight dalam festival tersebut. 

Namun, kolaborasi dengan Lady Gaga adalah marka baru. Ia bukan nama yang sedang naik daun seperti Halsey atau musisi muda yang sedang merintis jadi ikon seperti Dua Lipa. Lady Gaga adalah pemenang Grammy dan Oscar yang telah menorehkan kisahnya sendiri dalam sejarah musik pop. Busananya, citra visualnya, produksinya, serta komposisi musiknya menjadi momentum penting dalam perkembangan musik pop selama satu dekade terakhir.

Album Chromatica tadinya akan dirilis pada 10 April. Namun, dalam sebuah pernyataan dadakan, Lady Gaga mengumumkan penundaan. “Ini waktu yang sungguh mengerikan untuk kita semua,” ucap Gaga. “Meski saya percaya seni dapat memberikan kegembiraan dan kesembuhan, saya tidak merasa sreg merilis album saat pandemi sedang parah-parahnya.”

Selepas itu Lady Gaga tidak berpangku tangan. Ia bekerja sama dengan World Health Organization (WHO) mengorganisir konser amal virtual “One World: Together at Home”. Perhelatan tersebut berlangsung selama 8 jam dan diramaikan musisi elite global seperti The Rolling Stones, Stevie Wonder, Taylor Swift, Elton John, Paul McCartney, dan masih banyak lagi. Acara tersebut berhasil menggalang dana 127,9 juta dolar AS, yang rencananya akan disalurkan untuk penyediaan bantuan medis, bantuan pangan, dan riset untuk vaksin COVID-19.

Kini, setelah menyumbangkan ratusan juta dolar untuk melawan pandemi, Lady Gaga bergenggaman tangan dengan para personel BLACKPINK, menganugerahkan sebuah lagu yang bergairah, panas, dan penuh semangat perjuangan kepada umat manusia. Hanya ada satu pertanyaan: pantaskah kita menerima keluhuran ini?

Related Article