KPK Amankan Puluhan Kardus Berisi Uang Rupiah, Dolar dari Kasus Suap PT Pupuk Indonesia

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan puluhan kardus yang bersisi uang dalam operasi tangkap tangan (OTT) direksi BUMN dan anggota DPR. Uang yang diamankan di sebuah lokasi di Jakarta itu diduga berkaitan dengan pokok perkara yang sedang ditangani kali ini. 

"KPK menemukan puluhan kardus berisi uang. Uang-uang tersebut kami amankan karena diduga berkaitan dengan pokok perkara," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Kamis (28/3). Namun, Febri belum menyebut secara detail darimana sumber uang itu.

"Hasil dari OTT akan kami sampaikan malam ini melalui konferensi pers," imbuh dia. 

Seperti diberitakan sebelumnya, KPK kembali mengamankan anggota DPR. Setelah anggota Komisi XI DPR Romahurmuziy, Kamis (28/3) dini hari tadi KPK menangkap anggota Komisi VI DPR Bowo Sidik Pangarso. Bowo diamankan melalui operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK di Jakarta sejak Rabu (27/3) kemarin. 

Bowo jadi orang ke delapan yang diamankan KPK dalam OTT kali ini. Selain Bowo, KPK juga mengamankan tujuh orang lain. Diantaranya, direksi PT Pupuk Indonesia, driver, dan pihak swasta. Mereka kini tengah menjalani pemeriksaan intensif di gedung KPK sebelum diputuskan status hukumnya. ”Saat ini, sekitar 8 orang diamankan,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah.

Febri menerangkan, OTT itu berawal dari laporan masyarakat tentang terjadinya indikasi penyerahan sejumlah uang melalui perantara. Selain mengamankan sejumlah pihak, KPK menyita pula uang dalam bentuk rupiah dan dolar. Serta sebuah mobil Toyota Alphard yang diduga milik Bowo.
 
”Terkait informasi dengan jumlah, detail akan disampaikan dalam jumpa pers,” ungkap mantan peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) tersebut. KPK punya waktu 24 jam untuk menentukan status hukum pihak-pihak yang diamankan. Termasuk, Bowo Sidik Pangarso. 

Lebih jauh, Febri menjelaskan dugaan transaksi suap itu diduga berkaitan dengan penyerahan pupuk melalui kapal. Hanya, Febri belum bisa secara detail menjelaskan apakah pupuk itu merupakan subsidi pemerintah untuk para petani di seluruh Indonesia. ”Tentu saja yang diamankan oleh pihak-pihak ini adalah mereka yang terkait dengan produksi dan distribusi pupuk tersebut,” terangnya. 

OTT KPK kali ini merupakan yang ketiga kalinya sepanjang bulan ini. Sebelumnya, KPK melakukan tangkap tangan eks Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy alias Romy di Surabaya terkait dengan suap jual beli jabatan di Kementerian Agama (Kemenag). Kemudian, minggu lalu KPK melakukan OTT Direktur Teknologi dan Produksi PT Krakatau Steel Wisnu Kuncoro.

Related Article