Kehebohan Sosmed Pekan Ini: Dari Sandiwara Anak Mami Sampai Uninstall Bukalapak

Suhu politik jelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 terus memanas. Banyak perdebatan di sosial media yang terus jadi sorotan warganet. Obrolan seputar para capres-cawapres menjadi topik yang paling sering dibicarakan. Dimulai dari Sandiaga Uno yang dianggap sebagai anak mami, sampai heboh tanda pagar (tagar) uninstall bukalapak.

Selain itu masih banyak lagi isu-isu yang menjadi perbincangan warganet di Twitter. Berikut rangkuman sederet kehebohan sosial media dalam sepekan terakhir.

Sandiwara Uno dan Sandiwara Anak Mami

Belakangan tagar #SandiwaraUno kerap menghiasi lini masa Twitter lantaran Sandi dianggap sering berakting saat kampanye. Hal itulah yang membuat ibunda Sandi, Mien Uno sakit hati kepada pihak yang menuding anaknya kerap bersandiwara. Bahkan, ia menuntut pihak yang mengeluarkan istilah 'Sandiwara Uno' meminta maaf.

Tak berhenti sampai di situ, aksi protes Mien Uno itu justru mencuri perhatian khalayak ramai dan membuat warganet kembali bereaksi. Setelah itu, tagar #SandiwaraUno langsung berganti dengan kemunculan tagar #SandiwaraAnakMami. Tagar #SandiwaraAnakMami bahkan langsung menduduki daftar trending topic.

Ani Yudhoyono Sakit

Sejak 2 Februari 2019 lalu, Ani Yudhoyono menjalani perawatan di rumah sakit di Singapura. Dari pemeriksaan tim dokter terungkap jika ibu negara Presiden Indonesia ke-6 itu mengalami sakit kanker darah. Penyakit yang diidap ibu Ani itu disampaikan langsung oleh SBY dalam video yang beredar pada Rabu, 13 Februari 2019. Kabar tentang penyakit yang diderita oleh Ani Yudhoyono itu pun mendapat perhatian dari publik. Warganet ramai-ramai mendoakan kesembuhan Ani Yudhoyono lewat tagar #CepatSembuhBuAni yang akhirnya menjadi trending topic di media sosial khususnya Twitter.

Uninstall Bukalapak

Jagat media sosial dihebohkan dengan tagar #UninstallBukalapak yang belakangan menjadi trending topic di Twitter. Seruan untuk meng-uninstall aplikasi e-commerce unicorn di tanah air itu usai merespons kicauan CEO Bukalapak, Achmad Zaky soal presiden baru dan anggaran riset Indonesia. 

"Omong kosong industri 4.0 kalau budget R&D negara kita kayak gini (dua miliar dolar AS, 2016), mudah-mudahan presiden baru bisa naikin," tulis Achmad Zaky di akun twitter pribadinya, Rabu, 13 Februari 2019 malam.

Sontak, keesokan harinya, cuitan itu menjadi viral di media sosial meski Zaky telah mengapus unggahannya tersebut. Warganet yang termasuk dalam pendukung Jokowi pun langsung merespons cuitan tersebut. Warganet menyimpulkan, kicauan pribadi Zaky mengarah pada dukungan kepada salah satu calon presiden tertentu karena ada kata "presiden baru". Namun, Zaky lantas buru-buru mengklarifikasinya, ia menyatakan tak ada muatan politis untuk mendukung salah satu calon presiden tertentu dalam cuitannya itu.

Uninstall Jokowi dan Shutdown Jokowi

Tidak lama setelah pendukung Jokowi memviralkan tagar #UnInstallBukalapak, warganet malah berbalik memviralkan tagar #UninstallJokowi dan bahkan muncul juga tagar #ShutDownJokowi. Warganet yang sebagian besar merupakan pendukung Prabowo-Sandi itu terus mengomentari tagar tersebut hingga masuk dalam trending topic.

Tagar Jokowi Orangnya Baik

Setelah ramai tagar #UninstallBukalapak, #UninstallJokowi, hingga #ShutdownJokowi dibicarakan di Twitter sejak Jumat, 15 Februari 2019 kemarin, kini muncul lagi tagar lain. Hari ini, Sabtu, 16 Februari 2019, bahkan muncul tagar #JokowiOrangnyaBaik di lini masa Twitter.

Warganet menggaungkan tagar tersebut untuk menggambarkan sosok Jokowi yang selalu baik kepada banyak pihak. Misalnya saja pada Sabtu, 16 Februari 2019, CEO Bukalapak Achmad Zaky akhirnya bertemu Presiden Jokowi di Istana Merdeka sekaligus meminta maaf atas cuitannya yang ramai dibicarakan di sosial media. Bahkkan pada momen itu, Presiden Jokowi menyerukan kepada masyarakat untuk berhenti melakukan uninstall aplikasi Bukalapak.

 

Related Article